Wednesday, June 27, 2018

Kata Bijak Boy Candra Tentang kehidupan, Sahabat dan Usaha Melupakan

Boy Candra adalah seorang novelis yang lahir pada 21 November 1989 di Sumatera Barat. Dia merupakan salah satu penulis yang sedang populer saat ini. Beberapa karyanya antara lain: Cinta Paling Rumit, Surat Kecil Untuk Ayah, Jatuh dan Cinta, Pada Senja Yang Membawamu Pergi, Sebuah Usaha Melupakan, Setelah Hujan Reda, Satu Hari di 2018, Origami Hati, Seperti Hujan Yang Jatuh ke Bumi, Pada Senja Yang Membawamu pergi, dan Sepasang Kekasih Yang Belum Bertemu.

Berikut ini adalah kumpulan kata bijak Boy Candra atau bisa juga disebut sebagai quote, kata mutiara atau kata bijak dari berbagai tema. Untuk mendapatkan pelajaran dan inspirasi dari kata-katanya langsung saja baca di bawah ini.

kata bijak boy candra

Kata bijak Boy Candra tentang sahabat atau teman


1. "Harga teman adalah istilah lain yang lebih halus dari makan teman." - Boy Candra

2. "Teman-teman yang selalu meremehkan impianmu adalah teman-teman racun. Mereka tidak akan membawa pengaruh positif untukmu. Pilihlah teman yang memang mengingatkan jika salah, mendukung jika baik. Bukan yang semua hal kau lakukan selalu dipatahkan." - Boy Candra

3. "Dibilang lucu, tapi cuma dianggap teman. Dibilang bikin nyaman, tapi cuma dianggap teman. Diajak jalan-jalan, tapi cuma dianggap teman. Dicemburuin saat dengan dengan yang lain,
tapi cuma dianggap teman." - Boy Candra

4. "Jika sampai hari ini kamu tidak berkembang. Ada dua kemungkinan. Pertama, kau malas dan tidak memperbaiki diri. Kedua, kau berada di lingkungan pertemanan yang tidak sehat dan penuh racun." - Boy Candra

5. "Jadilah, teman dalam genap dan ganjil hidupku." - Boy Candra

Kata bijak Boy Candra sebuah usaha melupakan


1. "Aku mungkin tak bisa membawamu kepada hal-hal yang pernah kau punya di masa lalu." - Boy Candra

2. "Terkadang kita tidak butuh orang yang paham dunia kita, orang yang sekegiatan dengan kita. Yang kita butuhkan hanyalah orang yang mau menerima dunia kita." - Boy Candra

3. "Kalaulah kita tak kompak untuk urusan perasaan, bagaimana mungkin kita mampu mencapai semua impian." - Boy Candra

4. "Aku hanya ingin kita tetap baik-baik dalam cinta yang baik." - Boy Candra

5. "Yang bersetia akan selalu menjaga apa yang ia punya." - Boy Candra

6. "Menemukanmu membuat aku merasa cukup." - Boy Candra

7. "Tidak semua orang benar-benar berani melepaskan meski sudah dibunuh paksa hatinya." - Boy Candra

8. "Salah satu yang melahirkan rasa curiga adalah ketidakmampuanku mengendalikan diri akan rasa takut kehilanganmu." - Boy Candra

9. "Jarak hanyalah permainan waktu dan rindu akan membawa tubuhku kepadamu." - Boy Candra

10. "Mau tidak mau, percaya tidak percaya. Kini aku memang harus menerima kenyataan kamu bukan lagi orang yang layak aku perjuangkan." - Boy Candra

11. "Kau adalah orang yang kucintai dengan banyak hal." - Boy Candra

12. "Aku hanyalah lelaki yang belajar untuk tumbuh lebih tinggi agar kelak bisa meneduhkanmu saat lelap dan terik matahari." - Boy Candra

13. "Meski tak sehebat ayahmu aku ingin mengimbangimu." - Boy Candra

14. "Satu hal yang akhirnya kusadari, kebahagiaan tak hanya datang dari jatuh cinta, tetapi justru bisa datang dengan cara mencintai." - Boy Candra

15. "Kamu datang saat aku tak lagi mencari." - Boy Candra

16. "Kita adalah dua orang yang sama-sama berjuang melawan rayuan." - Boy Candra

17. "Hatimu adalah hal yang paling kucintai." - Boy Candra

18. "Cukup jarak saja yang memisahkan kita. Hatimu jangan ikut kau jauhkan juga." - Boy Candra

19. "Aku ingin tetap menjadikanmu satu-satunya yang kupuja penuh cinta." - Boy Candra

20. "Aku ingin jatuh cinta kepadamu setiap waktu." - Boy Candra

21. "Terkadang perasaan diuji oleh hal-hal yang tak pernah terbayangkan." - Boy Candra

22. "Aku lelaki yang sedang memperjuangkanmu." - Boy Candra

23. "Kalau tidak cinta, apalagi yang bisa menyatukan kita?" - Boy Candra

24. "Tetaplah menjadi kuat saat jarak terkadang membuat hatimu pilu." - Boy Candra

25. "Hidup nyatanya baik-baik saja tanpa kamu, bahkan bisa menjadi lebih baik dari hal-hal yang kujalani di masa lalu." - Boy Candra

26. "Bahagia adalah pilihan meski sebenarnya tak ada yang benar-benar dipilih oleh manusia." - Boy Candra

27. "Jika pun suatu hari nanti aku akhirnya pergi, bukan berarti aku telah meninggalkanmu di sini." - Boy Candra

28. "Kehilangan membuatku tak ingin mengenali diriku sendiri." - Boy Candra

29. "Aku melayang-layang tanpa tujuan. Jatuh ke tanah lalu dipaksa menyerah. Dipaksa ikhlas akan hal-hal yang tak ingin kulepas." - Boy Candra

30. "Ternyata aku benar-benar telah kehilanganmu." - Boy Candra

31. "Aku sedang belajar berdamai dengan hatiku." - Boy Candra

Kata bijak Boy Candra tentang rindu


1. "Jangan marah-marah terus. Marah itu mengurangi rasa sayang. Sudah berkali kubilang padamu. Lebih baik kita menanam lebih banyak rindu." - Boy Candra

2. "Langkah-langkahmu ternyata sudah terlalu jauh. Bahkan rindu yang kukirim tak pernah lagi sampai dengan utuh." - Boy Candra

3. "Hidup sudah berjalan, kini kamu hanya orang asing yang pernah datang di satu ingatan, kamu hanya masa lalu yang mengajari rindu waktu itu...." - Boy Candra

4. "Harusnya kau pahami satu hal, rindu bisa membunuhmu hanya dengan ingatan." - Boy Candra

5. "Tetaplah bahagia meski kita harus lebih banyak menabung rindu yang terasa." - Boy Candra

Kata bijak Boy Candra tentang cinta


1. "Ini malam minggu. Nggak usah bahas mantanmu terus. Bosan. Mending bahas gimana caranya mendapatkan uang, beli rumah, beli kendaraan, beli semua yang mantanmu pernah ragukan mampu kau dapatkan." - Boy Candra

2. "Harusnya cowok bukan bilang, mau diajak susah-susah bareng. Tapi bilang, mau nggak nemanin aku berjuang. Ya, walau ujung-ujungnya dalam perjuangan tetap ada susahnya. Tapi ajakannya lebih positif kan?" - Boy Candra

3. "Kata temanku, lelaki yang berani meminang lalu ditolak tapi masih mampu menegakan kepalanya untuk berjalan lagi, lebih terhormat dari pada lelaki yang merengek-rengek untuk diterima. Aku sepakat dengan pendapat ini." - Boy Candra

4. "lelaki yang sudah mengajakmu menikah, dia melakukan banyak hal: mengalahkan egonya, memastikan semua bisa dia usahakan, berjuang menyatukan keluarga, berpikir untuk jangka waktu yang sangat panjang, dan lain-lainnya. Belum lagi jika berbicara dengan orangtuamu, itu enggak mudah." - Boy Candra

5. "Giliran diseriusi. Diajak nikah. Malah diuji-uji, pengen banget cowok mohon-mohon. Pas cowoknya mundur. Milih yang siap dan pasti. Bilang si cowok lemah. Nggak mau berjuang. Kamu sadar nggak  dari awal itu dia sudah berjuang? Dia sadar, kamu emang nggak layak diperjuangin." - Boy Candra

6. "Jadilah cewek yang mahal, bukan yang sok jual mahal. Sama seperti jadilah yang cantik, bukan yang sok cantik." - Boy Candra

7. "Semakin bertambah usia. Hal yang penting justru seberapa kuat usaha untuk saling bersama. Seberapa keras bekerja untuk mengikat semua yang terasa. Bukan seberapa banyak hal yang diperlihatkan di sosial media yang bisa jadi tak seindah itu di dunia nyata." - Boy Candra

8. Aku sayang kamu. Dengar, itu belum semua kukatakan. Masih banyak hal-hal yang lebih dalam. Segala yang kusediakan untuk kau genggam." - Boy Candra

9. "Semakin bertambah usia. Semakin malas terlalu sering memamerkan hubungan di sosial media. Bukan karena perasaan tak sebesar dulu. Justru, yang kamu mau adalah menikmati bahagia tanpa perlu orang lain tahu. Kau percaya, semua ada saatnya. Bukan sekarang." - Boy Candra

10. "Kita hanya mampu sebatas saling memahami.  Namun tak berani mencoba untuk saling memiliki." - Boy Candra

11. "Pernah bersama, tapi tak pernah benar bahagia." - Boy Candra

12. "Hapus sudah sedih itu. Kita masih akan terus bertahan. Segala yang pernah bikin sedih hati. Biarlah berlalu pergi." - Boy Candra

13. "Kenapa masih bertahan dengan sesuatu yang tidak membuatmu bahagia? Kenapa masih keras kepala mempertahankan dia? Hidup seperti apa yang sebenarnya kamu nikmati?" - Boy Candra

14. "Katamu kau lebih cinta. Namun dia berbuat lebih nyata." - Boy Candra

15. "Katamu aku bisa jadi apa saja untuk tetap bertahan menjadi langitku. Kau tak meminta ibukota kukuasai, kau hanya peduli aku peduli padamu." - Boy Candra

16. "Menerima kamu lagi setelah reda marah. Memahami kamu lagi setelah berbuat salah. Perasaan siapa yang melebihi semua ini padamu? Manusia mana yang mampu bertahan melebihi aku?" - Boy Candra

17. "Kata cinta saja tak cukup. Kata dia butuh diajak jalan, diajak makan, diajak ke rumah orangtuamu." - Boy Candra

18. "Diberi kesempatan, kau sia-siakan. Diberi kasih sayang, kau betah menghilang. Lalu apa lagi alasan kembali? Setelah semua rasa itu terasa basi." - Boy Candra

19. "Cinta itu membentuk, bukan membentak." - Boy Candra

20. "Aku janji akan selalu sayang sama kamu' adalah janji jutaan orang yang sama-sama diucapkan, lalu berulang-ulang diingkari. Berulang-ulang diucapkan lagi pada yang lain, lagi dan lagi." - Boy Candra

21. Sebagian lelaki emang nggak suka 'tantangan' untuk hal yang ingin mereka seriusi. kalau dia ngajak nikah, artinya dia udah serius. karena untuk mengajak kamu saja dia juga butuh usaha." - Boy Candra

22. "Ada yang akhirnya menyerah karena kau terlalu menuntut pembuktian, namun di sisi lain aku selalu menunda saat dimintai kepastian." - Boy Candra

23. "Ketika kamu jalan sama orang yang kamu suka. Lalu ada teman lama yang bertemu, dan bertanya, "Kapan nikah?". Terus orang yang kamu suka malah jawab, "kami cuma temanan, kok." Kau akan mengerti, rasanya jatuh kemudian tertimpa tangga." - Boy Candra

24. "Kita ini lucu. Kau selalu memintaku segera tidur. Di saat yang sama kau malah masih begadang. Kadang, perhatian semacam itu membuat kita mengerti; kau atau aku hanya ingin yang terbaik untuk satu sama lain, meski sering melupakan yang terbaik untuk diri sendiri." - Boy Candra

25. "Percayalah semua akan ada penggantinya. Semua ada kesempatannya. Siapkan diri menerima kekalahan. Sebab kemenangan tidak selalu bisa dipastikan." - Boy Candra

26. "Cinta yang sudah buntu itu menakutkan. Ia tidak bisa lagi melihat dan tumbuh lebih besar. Ia hanya mentok padamu dengan perasaan segitu-gitu saja. Bahkan, ia tidak akan berpikir bagaimana saling memperbaiki diri dan mengembangkan kemampuan." - Boy Candra

27. "Orang lain melihatmu sebagai perempuan biasa saja, bagiku kau seekor elang, kadang seperti ikan paus, atau di waktu lain, seperti seekor kucing rumahan, meski aku lebih sering melihatmu sebagai kekasih tak tergantikan." - Boy Candra

28. "Saat ada yang tiba-tiba membicarakan kelemahanku padamu. Menjatuhkan aku di hadapanmu. Apakah kau lantas percaya padanya dan melepaskan saja semua yang selama ini kita usahakan?" - Boy Candra

29. "Seseorang mungkin bisa memaafkan, namun belum tentu bisa memberi kesempatan yang sama. Seseorang mungkin bisa menerima kesalahan. Namun belum tentu bersedia kembali seperti semula." - Boy Candra

30. "Aku suka waktu bersamamu, menunda-nunda senja, menikmati luruh yang melanda. Lalu saling berdoa: Tuhan, jikapun senja sudah tak ada, tetapkanlah kami dalam perasaan yang sama." - Boy Candra

31. “Sebab cinta, tak ada yang benar-benar bisa bertahan sendiri. Untuk sesuatu yang seharusnya diperjuangkan berdua.” - Boy Candra

32. "Aku merasa lengkap meski kita belum sempurna. Aku merasa senang meski hatimu belum juga kugenggam." - Boy Candra

33. "Pada akhirnya perempuan yang terus belajar, akan semakin pintar. Lalu sadar, mana lelaki yang memang berjuang untuknya atau mana yang sekadar membodoh-bodohinya." - Boy Candra

34. "Belajarlah benar-benar tidak peduli padanya sampai kau merasa semuanya  sudah biasa saja. Kadang, rasa iba hati akan membuat sisa perasaan tumbuh kembali. Jika kau tak tega untuk menolaknya, dia akan tetap bersemayam dalam dadamu yang penuh luka." - Boy Candra

35. "Jangan sia-siakan hidupmu, apalagi gara-gara orang yang sia-sia pernah singgah di hidupmu." - Boy Candra

36. "Kalau pacaran itu berat bagimu, jangan pacaran. Mundurlah, itu lebih baik daripada kamu curhat sana-sini dan hanya akan menambah bebanmu." - Boy Candra

37. "Puncak marah paling tinggi bukan lagi memaki. Namun ketika seseorang tidak peduli sama sekali. Bahkan saat kamu mencoba mencari perhatiannya, dia sudah tidak mau tahu sedikit pun.” - Boy Candra

38. "Yang terbaik lahir dari yang diperbaiki, bukan lahir dari cara meninggalkan demi mencari yang lebih baik." - Boy Candra

39. "Sebab semakin kita cinta kepada seseorang semakin banyak ketakutan yang lahir dari perasaan itu." - Boy Candra

40. "Kekecewaan bisa membawa seseorang menjauh. Menjaga jarak. Membenamkan diri dari pandanganmu. Bahkan mengangapmu tak perlu ada sama sekali dalam hidupnya." - Boy Candra

41. “Sebab aku tahu cinta terbaik akan selalu pulang. Jika kau tak kunjung datang, barangkali kau hanya ditakdirkan sebagai kisah yang hanya layak tersimpan sebagai kenang.” - Boy Candra

42. "Namun darinya aku belajar, bahwa mencintai orang yang mencintai kita jauh lebih menyenangkan." - Boy Candra

43. "Kelak, dia yang kamu cintai akan tahu, betapa kerasnya kamu memperjuangkannya." - Boy Candra

44. "Barangkali ada benarnya. Perasaan hanyalah perasaan, yang terkadang tumbuh hanya untuk merasakan, bukan untuk memiliki." - Boy Candra

45. "Mau tidak mau, percaya tidak percaya, kini aku memang harus menerima kenyataan. Kamu bukan lagi orang yang layak kuperjuangkan." - Boy Candra

46. "Terkadang, memaafkan lagi adalah cara lain memberi kesempatan dia menyakiti lagi." - Boy Candra

47. "Andai kamu paham bagaimana rasanya mencintai seseorang, yang terus memintamu untuk mencintai orang yang lain." - Boy Candra

48. "Bagian mana dari kesungguhanku yang membuatmu meragukanku." - Boy Candra

49. "Karena mencintai tidak perlu meminta ia melupakan masa lalunya." - Boy Candra

50. "Aku menyadari satu hal; yang bukan untukku, sekeras apapun kupaksakan, tetap saja tak akan jadi milikku." - Boy Candra

Kata bijak Boy Candra tentang kehidupan


1. "Orang berpikir mau maju, dikasih satu jalan akan cari jalan lain agar lebih berkembang. Orang yang pemalas, mau sebanyak apa pun jalan kau kasih akan selalu ada alasan buat tidak berubah." - Boy Candra

2. "Kadang perjuangan itu memang berbuah manis diakhir. Itulah kenapa ada nasihat, jangan mudah menyerah atau perjuangkan sampai titik darah penghabisan." - Boy Candra

3. "Dari pada sibuk memikirkan respons buruk beberapa orang padamu. Lebih baik fokus pada lebih banyak efek baik yang bisa kau capai dengan cara berpikir dan bekerjamu." - Boy Candra

4. "Tidak usah berdebat panjang lebar dengan orang-orang yang negatif. Sekeras apa pun kau menjelaskan, tetap saja responsnya negatif. Ia fokus pada kelemahan, bukan mencari cara mengatasi kelemahan." - Boy Candra

5. "Kita hidup di zaman ada manusia yang niat sekali memaki-maki orang lain, tapi pengecut. Jadilah mereka bikin akun palsu hanya untuk melampiaskan sakit jiwanya." - Boy Candra

6. Hidup itu enggak usah terlalu dipikirin, bawa santai aja. Bagi beberapa orang kalimat ini mudah banget dipraktekin, tapi kalau emang hobi mikir (bahkan hal-hal receh pun) ya, tetap saja nggak bisa." - Boy Candra

7. "Tuhan mahabaik, manusia merasa paling baik. Tuhan mahabenar, manusia merasa paling benar. Tuhan mahabesar, manusia angkuh dan besar kepala." - Boy Candra

8. "Bagi sebagian orang, menikmati suasana-suasana sedih yang diciptakan adalah bentuk usaha untuk bahagia. Makanya, banyak yang nonton film-film sedih." - Boy Candra

9. "Bagiku, lebih baik melakukan apa yang kusukai walau akhirnya aku bekerja sendiri. Dari pada memaksakan sama dengan orang lain, memaksakan menyamar menyukai apa yang tidak kusukai semata hanya untuk diterima pergaulan. Yang penting, bisa menghargai apa yang orang lain sukai." - Boy Candra

10. "Mereka menyerahkan diri pada tekanan kerja pada target-target orang lain, pada impian orang asing, pada jadwal yang rutin dan kegiatan yang sama, pada kebosanan yang tak boleh ditolak." - Boy Candra

11. "Sejauh ini apa yang kau miliki? Selain kekosongan yang aku anggap berisi, selain ketidakadaan yang kau ikat temali. Kau tak punya apa-apa, dirimu bukan apa-apa." - Boy Candra

12. "Tidur pagi, bangun kesiangan. "Kamu kok malas banget sih. Kerjaannya tidur pagi mulu." Padahal, mereka nggak tahu kalau aku kerja justru saat mereka tidur nyenyak." - Boy Candra

13. "Akhirnya aku mengerti kenapa tidak perlu bilang 'balas dengan karya' saat orang lain menghujat karyamu. Karena selain memang kritik bertujuan membangun dan baik untukmu, tidak semua tukang kritik mampu bikin karya. Dia hanya mampu melakukan itu." - Boy Candra

14. "Menahan dan mengendalikan diri untuk tidak memamerkan sesuatu yang kau punya meski kau mampu, sungguh itu tidak mudah. Makanya, aku salut pada orang-orang yang super kaya namun hidup sederhana seolah hidupnya biasa banget." - Boy Candra

15. "Barangkali makna 'keluar dari zona nyaman' adalah keluar untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik lagi. Karena zona nyaman bisa berarti kehidupan yang gitu-gitu aja, datar, dan tak ada perubahan." - Boy Candra

16. "Kau kadang menjadi mimpi buruk untuk dirimu sendiri untuk hari-harimu, kau betah mengasuh keangkuhan, mengasah cara-cara dangkal dalam badan." - Boy Candra

17. "Kalau kau suka, bikin. Selama tidak melanggar hal-hal yang penting. Sungguh, tidak ada masalah. Meski berbedamu akan jadi celaan sekerumun orang. Tak mengapa. Mereka hanya belum mengerti cara berpikirmu." - Boy Candra

18. "Orang yang berpikir maju akan selalu mencari cara agar masalahnya selesai.  Orang yang malas mikir akan selalu cari cara buat ngeluh." - Boy Candra

19. "Terus berusaha melepaskan diri untuk membikin sesuatu agar semua orang suka. Itu mustahil. Hal yang lebih penting adalah membikin apa yang memang disukai oleh diri sendiri lebih dulu." - Boy Candra

20. "Tidak ada yang salah dengan berpura-pura bahagia,  itu tandanya kamu masih terlihat kuat walau sebenarnya perasaanmu masih sekarat. Tidak ada yang salah dengan bersedih , asalkan itu adalah proses untuk membuatmu kembali pulih." - Boy Candra

Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon