Monday, April 16, 2018

Kumpulan Hadist Tentang Kematian dan Jenazah

Tags

Kumpulan Hadist Tentang Kematian dan Jenazah

Kematian adalah misteri, tidak ada seorang pun yang tau secara pasti kapan ia akan mati, karena hanya Allah yang mengetahuinya. Dalam berbagai hal ada sesuatu yang harus dilakukan dan tidak dilakukan mengenai kematian dan jenazah, hal tersebut dijelaskan dalam hadist berikut ini.

1. Bimbingan kepada orang yang akan meninggal dunia dengan perkataan "Laa ilaaha illallaah".

Dari Mu'adz Ra. berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, 'Barang siapa yang di akhir hidupnya mengucapkan, 'Laa ilaaha illallaah' maka dijamin masuk surga'." (HR. Abu Daud dan al-Hakim)
Dari Abu Sa'id al-Khudri Ra. berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, 'Tuntunlah orang yang akan meninggal dunia dengan ucapan, 'Laa ilaaha illallaah'." (HR. Muslim)

2. Doa yang dipanjatkan ketika memejamkan mata orang yang meninggal dunia.

Dari Ummu Salamah Ra. berkata, ”Rasulullah masuk ke kediaman Abu Salamah yang matanya masih terbuka, lalu dipejamkan oleh Rasulullah, sambil bersabda, 'Sesungguhnya, ketika nyawa telah dicabut diikuti oleh mata.' Mendengar sabda Rasulullah, keluarganya menangis dengan sangat keras lalu Rasulullah bersabda lagi, 'Janganlah kamu semua mendoakan dirimu kecuali dengan doa yang baik karena sesungguhnya malaikat mengamini apa yang kamu doakan. Lalu, Rasulullah berdoa, 'Ya Allah, ampunilah dosa Abu Salamah, tinggikanlah derajatnya dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk, berilah keturunan yang baik di kemudian hari, ampunilah dosa kami dan dosa Abu Salamah, ya Allah Tuhan semesta alam mudahkanlah kuburannya dan terangilah dia dalam kuburnya." (HR. Muslim)

3. Doa yang dibaca terhadap jenazah dan doa yang dibaca oleh keluarga yang ditinggal.

"Dari Ummu Salamah Ra. berkata, 'Rasulullah Saw. bersabda, 'Apabila kamu semua mendatangi orang yang sedang sakit atau orang yang meninggal dunia maka berkatalah yang baik-baik karena sesungguhnya malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan. Ummu Salamah berkata, 'Ketika Abu Salamah meninggal dunia saya mendatangi Rasulullah Saw. dan berkata, 'Ya Rasulullah, sesungguhnya Abu Salamah telah meninggal dunia.' Lalu, Rasulullah bersabda, 'Ucapkanlah: Ya Allah, ampunilah dosa saya dan dosa Abu Salamah serta berikanlah kepada saya ganti yang lebih baik.' Ummu Salamah berkata, 'Kemudian Allah Menggantikan kepada saya seseorang yang lebih baik daripada Abu Salamah yaitu Nabi Muhammad Saw." (HR. Muslim)

4. Boleh menangisi selama tidak berlebihan.

"Dari Ibnu Umar Ra. bahwasanya Rasulullah Saw., Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Abu Waqash, dan Abdullah bin Mas'ud Ra. melayat ke Sa'ad bin Ubadah lalu Rasulullah menangisi. Saat para sahabat melihat Rasulullah Saw. menangis maka mereka menangis juga. Lalu, Rasulullah Saw. bersabda, 'Apakah kamu semua tidak mendengar bahwa sesungguhnya Allah tidak menyiksa seseorang karena menangis atau karena sedih hatinya? Namun, Allah menyiksa seseorang dan mengasihi karena ini,' sambil menunjuk ke lisannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Merahasiakan aib jenazah yang dilihat.

"Dari Abu Rafi' Aslam, pelayan Rasulullah Saw., bahwasannya Rasulullah Saw. bersabda, 'Barang siapa yang memandikan jenazah lalu merahasiakan aibnya maka Allah akan mengampuninya empat puluh kali." (HR. al-Hakim)

6. Menshalati, mengantarkan jenazah dan menyaksikan pemakamannya, serta makruh bagi perempuan untuk mengantarkan jenazah.

"Dari Abu Hurairah Ra. berkata, 'Rasulullah Saw. bersabda, 'Barang siapa yang mendatangi jenazah hingga dishalatkan maka baginya pahala satu qirath. Dan, barang siapa yang mendatangi jenazah hingga dikuburkan maka baginya pahala dua qirath. Salah seorang ada yang bertanya, 'Apa yang dimaksud dengan dua qirath?' Rasulullah menjawab, 'Seperti dua gunung yang besar." (HR. Bukhari dan Muslim)

"Dari Abu Hurairah Ra. hahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, 'Barang siapa yang mengantarkan jenazah orang islam dengan penuh keimanan dan hanya mengharap pahala dari Allah serta ia menungguinya hingga jenazah dishalatkan dan dikubur maka ia pulang dengan membawa pahala dua qirath dan setiap qirath menyerupai gunung Uhud. Dan, barang siapa yang sudah pulang hanya sampai jenazah dishalatkan dan tidak menyaksikan penguburannya maka ia pulang dengan membawa
pulang satu qirath." (HR. Bukhari)

"Dari Ummu Athiyah Ra. berkata, 'Kami dilarang untuk mengantarkan jenazah, namun tidak diharamkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Sunnah memperbanyak orang yang menshalatkan jenazah dan membentuk shaf menjadi tiga atau lebih.

"Dari Aisyah Ra. berkata, 'Rasulullah Saw. bersabda, 'Setiap jenazah yang dishalatkan oleh seratus orang islam dan semuanya memintakan pertolongan untuknya, niscaya jenazah tersebut mendapat pertolongan." (HR. Muslim)

"Dari Ibnu Abbas Ra. berkata, 'Saya telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, 'Setiap orang Islam yang meninggal dunia lalu jenazahnya dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun pasti Allah menerima syafaatnya." (HR. Muslim)

"Dari Martsad bin Abdullah al-Yazanni berkata, 'Apabila Malik bin Hurairah Ra. 'Menshalatlkan jenazah sedang orang yang akan menshalatkannya sedikit maka ia membaginya menjadi tiga barisan kemudian ia berkata, 'Rasulullah Saw. bersabda, 'Barang siapa yang dishalatkan oleh tiga baris maka dapat dipastikan ia diampuni." (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)

8. Hadist segera menguburkan jenazah.

"Dari Abu Sa'id al-Khudri Ra. berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, 'Apabila jenazah sudah dibawa di pundak orang, jika jenazah itu adalah orang shalih maka ia berkata, 'Segera antarkan aku, namun apabila jenazah itu bukan orang yang shalih ia berkata kepada keluarganya, 'Aduh celaka, akan dibawa ke mana aku ini? Semua selain manusia mendengar apa yang dikatakan oleh jenazah tersebut, seandainya manusia bisa mendengar apa yang dikatakan oleh jenazah itu niscaya ia akan pingsan." (HR. Bukhari)

9. Hadist tentang segera melunasi utang jenazah dan segera merawatnya, kecuali apabila meninggal secara mendadak.

"Dari Abu Hurairah Ra. dari Nabi SAW. bersabda, 'Jiwa seorang mukmin bergantung pada utangnya sampai utang itu dilunasi." (HR. at-Tirmidzi)

"Dari Hushain bin Wahwah Ra. bahwasannya Thalhah bin al-Barra' sakit maka Nabi datang untuk menjenguknya sembari bersabda, 'Sesungguhnya, saya tidak melihat Thalhah ini, melainkan ia sudah meninggal dunia. Maka dari itu, semestinya beritahukanlah hal itu padaku dan segerakanlah memberikan perawatan padanya sampai dimakamkan, sebab sesungguhnya, tidak patut bagi mayatnya seorang muslim itu ditahan di antara keluarganya." (HR. Abu daud)

10. Memberikan nasihat di kuburan

"Dari Ali Ra. berkata, 'Pada waktu kami mengantarkan jenazah di makam Baqi', Rasulullah Saw. mendekati kami lalu duduk maka kami juga duduk di sekelilingnya, Rasulullah membawa tongkat kecil lalu menancapkan tongkatnya ke tanah seraya bersabda, 'Tiada seorang pun di antara kamu semua melainkan telah ditentukan tempatnya yaitu di neraka atau di surga.' Para sahabat bertanya, 'Ya Rasulullah apakah kita boleh pasrah begitu saja pada ketentuan itu?' Rasulullah menjawab, 'Beramallah kamu semua karena setiap orang akan dimudahkan terhadap apa yang telah ditentukan baginya." (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Sedekah untuk orang yang sudah meninggal dan mendoakannya.

"Dari Aisyah Ra. bahwasannya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Saw., 'Sesungguhnya, ibu saya sudah meninggal dengan tiba-tiba dan saya mengira seandainya ia sempat berbicara ia akan bersedekah maka apakah ia tetap mendapatkan pahala jika saya bersedekah untuknya?' Rasulullah menjawab, 'iya." (HR. Bukhari dan Muslim)

12. Pujian bagi orang yang sudah meninggal.

"Dari Anas Ra. berkata, 'Pada waktu ada jenazah lewat maka para sahabat memuji kebaikan jenazah tersebut, lalu Nabi Saw. bersabda, 'Wajib baginya.' Kemudian, pada kesempatan yang lain ada jenazah yang lewat lalu sahabat membicarakan kejahatan jenazah itu, lantas Nabi Saw. bersabda, 'Wajib baginya.' Maka, Umar bin Khatab bertanya, 'Apa yang diwajibkan baginya?' Rasulullah Saw. menjawab, 'Bagi orang yang kalian puji kebaikannya maka wajib baginya surga dan bagi orang yang kamu ceritakan jahat maka wajib baginya neraka, kamu semua adalah sebagai saksi Allah di muka bumi ini." (HR. Bukhari dan Muslim)

13. Keutamaan orang yang ditinggal mati oleh anaknya yang masih kecil.

“Dari Anas Ra. berkata, 'Rasulullah Saw. bersabda, 'Tiada seorang muslim pun yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya yang belum dewasa maka ia akan dimasukkan oleh Allah ke dalam surga karena keutamaan rahmat Allah terhadap anak-anak itu." (HR. Bukhari dan Muslim). 

“Dari Abu Hurairah Ra. berkata, 'Rasulullah Saw. bersabda, 'Tiada salah seorang di antara umat Islam yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya melainkan ia tidak akan tersentuh oleh api neraka kecuali hanya sekadar menepati sumpah. ” (HR Bukhari dan Muslim)

Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon