Thursday, December 7, 2017

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Menikah

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Menikah

Kalau sobat bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk menikah? Jawabannya sangat relatif sekali, namun saya akan menjawab pertanyaan di atas menurut pengalaman yang saya alami sendiri.

Bagi saya waktu yang tepat untuk menikah adalah ketika sudah berusia 23 tahun, intinya lebih cepat lebih baik. Tetapi jangan terlalu muda juga, misalnya di bawah usia 19 tahun, karena  secara fisik organ reproduksi belum matang, dan juga kondisi mental belum siap.

Mengapa saya memilih usia 23 tahun sebagai usia paling tepat untuk menikah, karena diusia 23 tahun kita sudah bisa menghasilkan uang sendiri dan juga kita bisa mandiri, sudah mampu untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Ini telah terbukti dari teman-teman saya yang menikah diusia 23 tahun, mereka mampu untuk menjalani kehidupan keluarga dengan baik. Intinya saya mengatakan bahwa diusia 23 tahun sebenarnya seseorang sudah siap untuk menikah.

Kalau menilai pernikan itu bahagia atau tidak menurut kapan nikahnya kurang relevan, karena kemampuan orang untuk menjalank pernikahan berbeda-beda, tergantung pengalaman hidupnya, tergantung kemampuannya dalam menyikapai masalah. Namun harus dipahami bahwa di usia 23 seharusnya seseorang sudah mampu untuk menjalani sebuah rumah tangga.

Latar belakang yang beragam tidak mudah untuk mengatakan bahwa semua orang harus menikah diusia 23 tahun. Saya sendiri menikah di usia 29 tahun, dan yang saya rasakan adalah saya terlambat menikah. Mengapa saya tidak menikah diusia 23 tahun, padahal waktu itu saya sudah mampu dan siap untuk menikah. Namun saya sangat bersyukur bahwa saya sudah menikah walaupun menurut saya sedikit terlambat.

Menurut pemikiran saya pribadi, menikah lebih cepat lebih baik. Ketika sudah menikah tentu saja kita jadi lebih fokus pada apa yang akan dicapai, dan menemukan target-target baru sehingga membuat hidup lebih bergairah. Setelah menikah prioritas kebutuhan menjadi berbeda, sesuatu yang tadinya hanya impian kini harus menjadi kenyataan.

Contoh yang paling sederhana adalah saya sendiri, waktu usia 23 th saya sudah mempunyai penghasilan sendiri walaupun tidak besar. Waktu itu saya juga memiliki rencana menikah dan mempunyai rumah sendiri. Tetapi apa yang terjadi adalah saya tidak pernah secara nyata melakukan tindakan untuk memiliki rumah. Saya hanya mempunyai keinginan, namun hanya keinginan.

Prioritas kebutuhan saya pada usia 23 tahun sangat berbeda sekali dengan prioritas kebutuhan ketika menikah. Waktu itu memiliki rumah bukan prioritas yang penting, saya malah mementingkan pada hal-hal yang sifatnya konsumtif. Kalau masih ingin menikmati hidup secara bebas tanpa memikirkan apa pun tentunya jangan menikah dulu. Ketika sudah menikah ada kewajiban baru, ada budaya baru, ada keluarga baru, ada suasana baru.

Tentu saja berbeda dengan saat ini, dimana kebutuhan memiliki rumah menjadi sangat penting, dan harus diwujudkan. Dalam kata yang sederhana saya akan menjelaskan bahwa menikah lebih cepat, berarti kita memulai star lebih awal, tentu saja kita akan memiliki waktu lebih banyak untuk menata hidup yang lebih baik.

Setiap yang akan datang harus dipersiapkan, termasuk menikah. Jika Anda belum menikah sebaiknya mulai dari sekarang mempersiapkan diri untuk menikah, walaupun target nikahnya masih lama, tidak masalah. Mempersiapkan lebih awal lebih baik, bagi mempersiapkan dari segi mental, maupun ekonomi.

Sebagian orang beranggapan bahwa uang itu tidak penting, menurut saya uang itu tidak penting bagi orang yang tidak membutuhkannya lagi. Uang memang bukan segalanya, tapi uang itu sangat penting, seperti untuk biaya nikah, walaupun tidak mahal kalau tidak uang akan sangat merepotkan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dipersiapkan sebelum menikah

  • Rumah, kalau bisa memiliki rumah, cepatlah wujudkan itu. Memiliki rumah akan sangat baik untuk kedepannya, apabila sudah berumah tangga tentu saja akan tidak nyaman bila masih tinggal bersama orang tua. 
  • Siapkan biaya nikah, mulai dari pakaian, sepatu, baju, biaya KUA, hingga sampai detail, seperti biaya untuk acara resepsi. Biaya ini tergantung konsep nikah yang akan dilaksanakan, apakah nikah sederhana, atau ingin berpesta. Jika melaksanakan acara nikah sederhana tentu saja tidak memerlukan biaya yang banyak.
  • Calon istri/suami, kalau ini sifatnya bisa cepat bisa lambat. Mencari calon pasangan bisa sebentar juga bisa lama, disini tidak bisa diprediksi, tetapi tetap harus berusaha mencari yang terbaik. Namun jika sudah memiliki rumah dan biaya untuk menikah mencari pasangan akan lebih mudah. Manusia itu ada yang mudah berubah juga ada yang tidak, maka jangan heran jika sudah berpacaran lama tetapi malah tidak nikah, sedangkan baru ketemu malah sudah nikah, intinya semua bisa terjadi, tetep fokus mencari yang terbaik.

Setiap apa yang dilakukan memiliki konsekuensi masing-masing, apakah berencana menikah atau tidak menikah itu terserah pada pribadi yang menjalaninya, namun agama menganjurkan kita untuk menikah, maka menikahlah.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi

2 komentar

Aku nikah di usia 22 dan suami usia 26 tahun. Sebagai pasangan muda wajarlah kalau ada ketidak cocokan, namanya djuga dua kepala yang berbeda. Namun karena sudah komitmen.. alhamdulillah 11 tahun kami lewati tanpa terasa...

Alhamdulillah, semoga langgeng selamanya. Komitmen yang patut di contoh.


EmoticonEmoticon