Wednesday, December 6, 2017

Cara Membedakan Kopi Murni dan Kopi Campuran

Tags

Cara Membedakan Kopi Murni dan Kopi Campuran

Ngopi sangat nikmat sekali, tetapi kalau kopi yang kita nikmati bukan kopi murni jadi kurang nikmat. Tetapi banyak orang yang tidak menyadari apakah kopi yang diminumnya merupakan kopi murni atau kopi campuran. Hal ini wajar saja, karena banyak orang yang belum pernah meminum kopi murni, jadi sulit untuk membedakan antara kopi murni dan campuran.

Walaupun belum pernah mengkonsumsi kopi murni, kita bisa mengetahui apakah kopi tersebut kopi murni atau kopi campuran. Hal yang paling mudah untuk membedakannya adalah harga. Kopi robusta kualitas terendah harga perkilo Rp 23.000,- jika dibuat kopi bubuk kira-kira menjadi 8 ons. Jika kopi tersebut dijual ke pasaran minimal harga per kilo 35 ribu rupiah, itu pun mengambil keuntungan sedikit sekali.

Itu adalah perhitungan saya mengenai harga kopi murni perkilo, dengan kualitas terendah dan margin keuntungan sangat sedikit. Jadi apabila ada kopi yang lebih murah dari harga di atas, patut dicurigai bahwa kopi tersebut adalah kopi campuran.

Saya sendiri pernah membeli beberapa merk kopi bubuk yang ada di lampung dan saya bandingkan harga dan rasa kopi tersebut. Dan saya menemukan bahwa kopi yang murah, yaitu dibawah 35 ribu per kilo rasanya tidak enak, dan saya tidak mencium aroma kopi. Kemungkinan besar kopi tersebut adalah kopi campuran, saya tidak tau dengan pasti bahan apa saja yang dibuat campuran kopi tersebut. Tetapi dari informasi yang saya dapatkan, bahan yang digunakan untuk campuran kopi tersebut adalah jagung dan beras.

Motif utama, mengapa orang membuat kopi campuran adalah keuntungan. Wajar saja sebagai penjual untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, namun yang sangat disayangkan adalah konsumen kurang mendapatkan informasi apakah kopi tersebut merupakan kopi murni atau kopi campuran. Dan kebanyakan kemasan kopi campuran tidak mencantumkan komposisi bahan pembuatannya.

Seperti kopi campuran yang saya beli, dengan harga 6 ribu per 250 gram, tidak dituliskan bahan apa saja yang digunakan untuk membuat kopi bubuk tersebut. Jika itu kopi murni saya kira tidak mungkin karena penjual akan rugi, apa lagi jika dihitung dengan biaya produksi, kemasan, dan pemasaran. Biji kopi robusta asalan saja 23 ribu per kilo, ini kopi bubuk sudah siap seduh 24 ribu per kilo. Jika itu kopi murni harganya sangat tidak masuk akal sekali.

Lalu bagaimana cara mudah mendapatkan kopi bubuk murni?

Cara paling mudah adalah membeli biji kopi yang belum di sangrai, terserah mau beli biji robusta atau arabika, selanjutnya sangrai sendiri dirumah, lalu giling kopi menjadi kopi bubuk. Kalau kita tidak pandai menyangrai tentu saja kopi yang dihasilkan menjadi tidak enak, karena selain kualitas kopinya, penyangraian kopi yang benar sangat mempengaruhi kopi bubuk yang dihasilkan.

Untuk itu lebih baik membeli kopi bubuk di tempat penggilingan kopi, disitu kita bisa melihat bahwa kopi tersebut kopi murni bukan kopi campuran, tentu saja harganya sedikit lebih mahal. Saya pernah membeli kopi bubuk di tempat penggilingan kopi, harganya 17 ribu per 250 gram.

Demikian pengalaman saya dalam membedakan kopi bubuk murni dan kopi bubuk campuran.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon