Thursday, September 7, 2017

Hepatitis - Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Penularan

Tags

Hepatitis - Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Penularan
gambar: webmd.com

Hepatitis virus adalah salah satu penyakit yang menimbulkan dampak kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia, karena penyakit ini secara diam-diam menjadi salah satu penyebab kematian utama, terutama pada Hepatitis B dan C. Sedangkan pada Hepatitis A sering muncul dalam bentuk kejadian luar biasa yang meresahkan masyarakat.

Hepatitis adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh berbagai sebab seperti bakteri, virus, proses autoimun, obat-obatan, perlemakan, alkohol dan zat berbahaya lainnya. Penyebab infeksi bakteri, virus, dan parasit merupakan penyebab terbanyak. Diantara penyebab infeksi tersebut, infeksi karena virus Hepatitis A, B, C,D atau E merupakan penyebab tertinggi.

Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya seperti mononucleus infeksiosa, demam kuning atau sitomegalovirus. Sedangkan penyebab Hepatitis non virus terutama disebabkan oleh alkohol dan obat-obatan.

Penyakit Hepatitis ada 5 macam yaitu Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D, hepatitis E. Penjelasan selengkapnya diuraikan di bawah ini.

Hepatitis A
gambar: webmd.com

Hepatitis A

Hepatitis A adalah penyakit infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Penyakit ini sering terjadi dalam bentuk Kejadian Luar Biasa (KLB) dimana umumnya terjadi pada pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar, personal hygiene dan sanitasi yang buruk.

Penyebab

Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A

Cara Penularan

Hepatitis A ditularkan secara fecal-oral, yaitu penularan melalui makanan atau minuman yang tercemar virus hepatitis A yang berasal dari tinja penderita.

Masa Inkubasi

Hepatitis A memiliki masa inkubasi 15-50 hari, rata-rata 28-30 hari.

Gejala Klinis

Gejala Hepatitis A yang muncul bervariasi dari ringan sampai berat, yaitu:
  • Rasa lemas dan lesu
  • Demam
  • Nafsu makan berkurang atau tidak ada nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada perut bagian kanan atas
  • Air kencing berwarna teh
  • Ikterus, warna kekuningan yang bisa terlihat pada mata dan kulit
  • Pada anak berusia dibawah 5 tahun gejala yang muncul umumnya tidak khas atau kadang tidak memberikan gejala.

Hepatitis A bersifat self limiting atau sembuh sempurna dan tidak menjadi kronis serta memberikan kekebalan seumur hidup.

Pengobatan

Hepatitis A tidak memerlukan pengobatan khusus, pengobatan bersifat simtomatik dan menjaga keseimbangan nutrisi.

Pencegahan

Karena tidak ada pengobatan khusus dan lamanya masa penyembuhan yang dapat memberikan kerugian ekonomi dan sosial sehingga tindakan pencegahan lebih diutamakan. Berikut ini adalah cara mencegah penyakit hepatitis A.
  • Makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari bebas dari pencemaran virus hepatitis A, yaitu dengan memasak sampai mendidih dengan air bersih sebelum dimakan.
  • Budayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
    • Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum makan, setelah buang air besar, setelah mengganti popok bayi.
    • Buang air besar di jamban yang memenuhi syarat kesehatan.
  • Pemberian imunisasi
    • Imunisasi pasif, dilakukan dengan memberikan Hepatitis A immuno globulin, diberikan sebagai pencegahan, dapat memberikan perlindungan segera tetapi bersifat sementara. Dapat diberikan segera setelah kontak atau pencegahan sebelum kontak dengan dosis secara intramuscular, untuk menghasilkan perlindungan maksimal diberikan 2 minggu setelah terpajan.
    • Imunisasi aktif, memberikan efektifitas yang tinggi pada pencegahan Hepatitis A. Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan, merupakan vaksin yang aman dan belum ada laporan tentang efek samping dari vaksin, keluhan hanya berupa nyeri ditempat suntikan. Diberikan 2 dosis dengan selang 6-12 bulan secara intramuscular di daerah deltoid atau paha lateral. Saat ini vaksin yang tersedia di Indonesia adalah harvix, Vaqta, Avaxim.

Perlu Diingat!

  • Segera kunjungi dokter bila mengalami gejala dan tanda Hepatitis A.
  • Minumlah obat yang diberikan oleh dokter, jangan mengobati diri sendiri karena beberapa jenis obat dapat memperburuk keadaan.
  • Bila terkena Hepatitis A diperlukan istirahat yang cukup, pemberian makanan yang bergizi.
  • Rawat inap hanya diperlukan bagi penderita dengan gejala berat, misalnya muntah berulang yang menyebabkan tidak bisa makan sehingga kemungkinan akan kekurangan cairan.
  • Hepatitis A bersifat self limiting atau sembuh sendiri dan tidak menjadi kronis. 

Baca juga


Hepatitis B
gambar: hepatitisaustralia.com

Hepatitis B

Hepatitis B adalah suatu penyakit infeksi yang menyerang hati dapat bersifat akut dan kronik serta dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. Diperkirakan 2 milyar penduduk dunia telah terinfeksi virus Hepatitis B dan lebih dari 240 juta orang mengidap Hepatitis kronik. Kematian karena Hepatitis B diperkirakan 600.000 setiap tahun. Virus Hepatitis b 50-100 kali lebih infeksius dibanding HIV.

Penyebab

Hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B

Gejala Klinis

Sama dengan gejala Hepatitis umumnya berupa:
  • Kelelahan
  • Kurang nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Urine berwarna lebih pekat

Cara Penularan

Hepatitis B ditularkan secara vertical dan horizontal melalui cairan tubuh penderita seperti darah dan produk darah, air liur, cairan serebrospinalis, peritonea, pleural, cairan amniotik, semen, cairan vagina dan cairan tubuh lainnya.

Penularan secara vertikal adalah penularan yang terjadi pada masa perinatal yaitu penularan dari ibu kepada anaknya yang baru lahir, jika seorang ibu hamil carier Hepatitis B dan HbeAg positif maka bayi yang dilahirkan 90% kemungkinan terinfeksi dan menjadi carier. Kemungkinan 25% dari jumlah tersebut akan meninggal karena Hepatitis kronik atau kanker hati.

Penularan secara horizontal adalah penularan dari individu pengidap Hepatitis b ke individu lain melalui jarum suntik tidak steril seperti: tatto, IDUS/PENASUM. Penularan secara horizontal terjadi pada tempat dengan endemitas rendah.

Masa Inkubasi

Hepatitis B memiliki masa inkubasi 45-180 hari dengan rata-rata 60-90 hari.

Pencegahan

Pencegahan Hepatitis b dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko yaitu mencegah kontak dengan virus Hepatitis B. Dan juga dengan pemberian kekebalan melalui imunisasi Hepatitis B, baik imunisasi pasif dan aktif

Imunisasi pasif, dengan pemberian imunoglobulin Hepatitis B. Diberikan sebelum terjadi paparan atau paparan dengan darah yang mengandung KbsAg positif. Imunisasi diberikan secara intramuscular.

Imunisasi aktif, diberikan secara intramuscular dengan dosis pada bayi dan anak-anak 3-4 kali, dan pada orang dewasa 3 kali.

Indonesia telah memasukkan pemberian imunisasi Hepatitis B dalam program imunisasi rutin nasional pada bayi baru lahir, yang dilanjutkan pada usia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan.

Baca juga
Hepatitis C
gambar: onehealth.com

Hepatitis C

Hepatitis C adalah suatu infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C. Setiap tahun 3-4 juta orang terinfeksi virus Hepatitis C dan sekitar 150 juta penduduk dunia menderita Hepatitis C kronik yang berpotensi menjadi sirosis hati dan kanker hati. Diperkirakan lebih dari 350.000 orang meninggal karena Hepatitis C setiap tahun.

Penyebab

Hepatitis C disebabkan oleh virus Hepatitis C

Gejala Klinis

Sama dengan gejala Hepatitis umumnya, yaitu:
  • Kelelahan
  • Kurangnya nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Urine berwarna lebih pekat

Cara Penularan

Hepatitis C ditularkan melalui kontak dengan darah penderita (parenteral) seperti penggunaan jarum suntik tidak steril pada penggunaan obat-obatan terlarang, tatto dan tindik. Hepatitis C juga dapat ditularkan dari ibu yang menderita kepada bayinya, walaupun kemungkinannya lebih kecil dibanding Hepatitis B.

Masa Inkubasi

Hepatitis C memiliki masa inkubasi 2 minggu sampai 4 bulan, rata-rata 6-9 minggu. Infeksi kronis dapat berlangsung sampai 20 tahun sebelum timbulnya sirosis bahkan sampai hepatoma.

Pencegahan

Saat ini tidak tersedia vaksin Hepatitis C, jadi pencegahan diutamakan menghindari faktor risiko.

Hepatitis D dan Hepatitis E

Artikel tentang penyakit ini dapat di baca pada postingan "Hari Hepatitis Sedunia, Ayo Eliminasi Hepatitis Dari Diri Sendiri"

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon