Jumat, 25 Oktober 2019

50+ Kata Kata Fiersa Besari Tentang Cinta Bikin Baper

kata cinta fiersa besari

ydhartono.com - Cinta adalah sesuatu yang tak akan pernah hilang dari kehidupan ini, ia melekat pada setiap manusia. Pembahasan cinta tak akan ada habisnya, seperti "Kata-kata Fiersa Besari Tentang Cinta" berikut ini.

1. "Kaulah alasanku untuk tetap hidup. Kaulah alasanku untuk terus berjuang. Aku ingin menua denganmu, Sayang. Hingga nanti, maut menjemputku."

2. "Tetap menjelma cahaya di angkasa yang sulit tertampik, dan sukar tergapai. Aku mendambakanmu mendambakanku."

3. "Kita dalam ruangan yang sama. Terdiam. Kau sibuk dengan urusanmu. Aku sibuk memikirkan kapan kau akan berhenti sibuk dengan urusanmu."

4. "Hari ini, seperti minggu-minggu sebelumnya: Tubuhmu beristirahat, pikiranmu tidak."

5. "Tanganku jangan dijabat, baiknya digenggam saja. Tak cuma jadi sahabat, jadi kekasihmu juga. Saat sakit atau sehat, kau akan selalu ku jaga. Walau hidup terasa berat, kita hadapi bersama."

6. "Sudahlah. Pada akhirnya, hidupmu ya milikmu. Bukan milik kawan-kawanmu yang sering gibah itu."

7. "Selalu ada masalah sepele yang dibesar-besarkan, sebagaimana banyak masalah besar yang disembunyikan. Kita terlalu pemarah dan pelupa di saat yang sama."

8. "Ketika seseorang menikah, ia sudah bukan milik dirinya sendiri. Ia menjadi milik keluarga yang dirinya bangun. Tenaga, uang, waktu, senyum, air mata, semua untuk keluarganya,  ucap seorang sahabat dahulu kala. Baru sekarang saya benar-benar mengerti maksudnya."

9. "Merasa lelah tak menjadikanmu lemah. Kau manusia, bukan nokia 3310 yang tahan banting. Istirahatlah."

10. "Kita memang bukan pasangan sempurna. Bukankah Tuhan mengirimmu untuk melengkapiku? Aku tidak perlu punya segalanya. Selama kau ada di sini, hidup akan baik-baik saja."

11. "Enggak jadi, ucapku setelah menyapamu. Memang tidak ada yang mau kubicarakan. Senang saja memanggilmu dan kau jawab. Menandakan kau masih hidup."

12. "Seperti anak rambut, keluguan jatuh cinta pun akan hilang ketika kita dewasa."

13. "Ada hal-hal buruk dari masa lalu yang hanya datang pada dini hari; mengingatkanmu akan rasa bersalah yang bisa sejenak kau timbun sepanjang siang-sore-malam. Tertawa riang. Riuh. Hingga kau kembali pada dini hari; hingga kau kembali pada luka yang belum benar-benar sembuh."

14. "Kaulah alasanku untuk tetap hidup. Kaulah alasanku untuk terus berjuang. Aku ingin menua denganmu, Sayang. Hingga nanti maut menjemputku."

15. "Kisah kita sangat indah, hingga perlahan berubah. Kau yang terlalu pengalah, hadapi aku yang pemarah. Kadang kurasa bersalah, kenapa dulu berpisah. Kini kau telah menikah, namun rasa belum punah."

16. "Besok aku menjauh, ucapmu dalam hati, sebelum lupa ingatan dan kembali menyerah pada ketidakpastian."

17. "Mungkin, bukan dia yang mengecewakanmu. Melainkan pengharapanmu sendiri. Tapi, kita selalu butuh seseorang untuk disalahkan, bukan?"

18. "Saat kau terlalu rapuh, pundak siapa yang tersandar? Tangan siapa yang tak melepas? Kuyakin aku. Bahkan saat kau memilih untuk meninggalkan aku. Tak pernah lelah menanti, meskipun engkau tak akan kembali."

19. "Walau kau di sini, tak peduli tentang perasaan ini. Ketika kau terjatuh, pastikan napasku menyelamatkanmu. Hariku, harimu, yakinkan kemelut ini usai. Hariku untukmu, takkan berubah ditelan waktu."

20. "Kamu kenapa jadi begini, sih? Liar, tapi pura-pura. Nakal, tapi dibuat-buat. Pemberontak, tapi cuma untuk terlihat keren. Tidak lelah?"

21. "Mungkin saja, masalah kita adalah: terlalu mempermasalahkan apa-apa yang semestinya tidak dipermasalahkan. Lantas lupa pada hal penting yang semestinya dipentingkan."

22. "Ketika luka hati semakin parah, ketika hari-hari terasa begitu salah, ingat saja, orang tua menunggu di rumah. Tak peduli kau menang atau kalah."

23. "Kau selalu merasa pandai menipu. Padahal, di antara kita, akulah sang penipu ulung; akulah yang terlalu sering berpura-pura tidak tahu bahwa kau sedang berbohong,” ucap seorang perempuan sembari membunuh rasa cemburu, lagi dan lagi."

24. "Bila kau butuh telinga untuk mendengar; bahu untuk bersandar; raga untuk berlindung. Akulah orang yang selalu ada untukmu, meski hanya sebatas teman. Yakin kau temukan aku di garis terdepan, bertepuk dengan sebelah tangan."

25. "Banyak persamaan, belum tentu bersama. Sering bersampingan, belum tentu berdampingan. Siap menunggang, belum tentu siap menanggung. Kejadian, belum tentu jadian. Karena jatuh hati itu sederhana, yang rumit adalah jatuh bangun menghadapi kehidupan tanpa pernah saling melepaskan."

Baca juga: 99 Kata Bijak Fiersa Besari Terbaik

26. "Jangan tutup teleponnya sampai ketiduran, adalah jenakanya romantika anak muda."

27. "Semalam aku mimpiin kamu, pun adalah sebuah usaha."

28. "Hingga kejamnya waktu, menarik paksa kau dari pelukku. Lalu kita kembali menabung rasa rindu, saling mengirim doa. Sampai nanti, Sayangku."

29. "Jariku kan pulang pada genggamanmu. Bibirku kan pulang pada bibirmu. Tubuhku kan pulang pada dekapanmu. Sejauh apa pun kita, hatiku di sebelahmu."

30. "Matahari terbit di ufuk timur. Kau terbit di chat Whatsapp sisa semalam yang baru kubaca pagi ini."

31. "Secepat mungkin bagai badai yang terbangkan perihmu, ku kan datang tepiskan sepimu. Secepat mungkin bagai suara yang pecahkan heningmu, ku kan datang, ku ada untukmu."

32. "Kita tidak akan bisa sepenuhnya jujur. Setiap cerita butuh hiasan, sebagaimana setiap orang butuh tampil baik."

33. "Tanganku jangan dijabat. Baiknya digenggam saja. Tak cuma jadi sahabat. Jadi kekasihmu juga."

34. "Menikmati hujan sambil berdendang. Berpegang tangan saat senja tak mesti ngopi, tapi bisa juga temulawak. Senyumanmu membuat nyali ciut. Jangan bersedih, kau jelek jika cemberut."

35. "Menyayangi bukan berarti terus mengiyakan. Terkadang, penolakan juga diperlukan demi kebaikan."

36. "Kau mencari yang genggaman tangannya membuat jantungmu berdebar. Lantas lupa bahwa keinginanmu yang sebenarnya adalah ditenangkan. Kau mencari yang tatapan matanya membuatmu lemah. Lantas lupa bahwa keinginanmu yang sebenarnya adalah dikuatkan."

37. "Yang dulu berbagi pemikiran, kini tidak saling ambil pusing. Yang dulu begitu perhatian, kini menjadi begitu terasing."

38. "Mampukah kekasihmu setangguh aku? Menunggu tapi tak ditunggu. Bertahan tapi tak ditahan."

39. "Kisah kita memang baru sebentar. Namun kesan terukir sangat indah. Ku memang bukan manusia sempurna. Tapi tak pernah berhenti mencoba membuatmu tersenyum, meski tak pernah berbalas. Bahagiamu juga bahagiaku."

40. "Namanya juga hubungan jarak jauh. Susah tidur, banyak praduga."

41. "Apa persamaan orang kasmaran dengan orang yang berkelahi? Sama-sama merasa paling benar sedunia; sama-sama lupa bahwa sebenarnya dunia sedang menonton kekonyolan mereka."

42. "Anehnya, kau sekeras kepala itu; tidak peduli seberapa banyak senyum menyapa, tetap saja menanti hati yang tak tahu arah kembali. Mereka bilang kau bodoh. Kau bilang kau kuat pendirian."

43. "Menyayangimu sesederhana saya makan tahu tempe supaya kau bisa makan rendang."

44. "Berhubung ada yang sama-sama mau. Ya saya mau juga. Takutnya dia keburu sadar. Jadi ..."

45. "Keramaian linimasa sangat mudah membuat kita terdistraksi. Sampai lupa mana yang betulan sayang, mana yang sekadar mampir untuk bersenang-senang."

46. "Janji-janji tertulis pada akhirnya akan kalah dengan bukti-bukti tertulus."

47. "Kita memang bukan pasangan sempurna. Bukankah Tuhan mengirimmu untuk melengkapiku? Aku tidak perlu punya segalanya. Selama kau ada di sini, hidup akan baik-baik saja."

48. "Kau membuatku yakin, malaikat tak selalu bersayap. Biar saja menanti, tanpa batas, tanpa balas. Tetap menjelma cahaya di angkasa, yang sulit tertampik dan sukar tergapai."

49. "Jangan mati dulu. Agar kelak kita bisa menertawakan patah hati yang hari ini begitu berlebihan."

50. "Seringkali terlalu sibuk mencari uang untuk orang yang kita sayangi, sampai-sampai lupa menyayangi orang yang kita sayangi."

51. "Ada yang diciptakan untuk menjadi awal cerita, ada juga yang diciptakan untuk menjadi akhir cerita. Hanya karena peranan kita di hidup seseorang tidak seperti yang kita mau, bukan berarti kita tidak berarti."

52. "Melihatmu tersenyum, walau tak pernah berbalas. Bahagiamu juga bahagiaku."

53. "Kini biarkan kau dan aku tertulis sebagai prasasti, dua manusia keras kepala yang mencoba hidup dengan kondisi hati telah mati."

54. "Waktu kau sedih, aku di sini. Waktu kau senang, kau di mana?"

55. "Berani menembak, harus kuat ketika ditolak. Berani menerima, harus kuat ketika dilepaskan."

Semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon