Wednesday, December 26, 2018

Mending Xiaomi Garansi Resmi atau Distributor ?


Hallooo sobat pecinta Android Xiaomi dan Android lainnya...

Kali ini saya akan memberikan pengalaman saya ketika memakai dan juga membeli android xiaomi garansi resmi dan distributor. Saya menggunakan 2 android Xiaomi Redmi Note 5A, yang satu garansi resmi dan yang satu garansi distributor.

Xiaomi Garansi resmi saya beli di Erafone dan garansi distributor saya beli online di Shopee. Sebelumnya saya belum pernah menggunakan Android dari Xiaomi. Ponsel yang pertama saya beli adalah Xiaomi garansi resmi. Setelah memakai sekitar 1 bulan, saya sangat puas, desainnya keren (menurut saya) dan sudah cukup untuk menemani maen game ringan dan berselancar di dunia maya.

Karena puas dengan Xiaomi Redmi Note 5A garansi resmi, saya pun membeli ponsel serupa, tetapi garansi distributor.

Mengapa saya membeli garansi distributor?


Alasan paling utama adalah harga, pada waktu membeli harga Redmi Note 5A garansi resmi memiliki harga pada kisaran 1,5 juta. Sedangkan Redmi Note 5A garansi distributor saya beli Rp 1.393.000 dengan cash back 100 ribu rupiah. Rata-rata perbedaan harga garansi resmi dan distributor sekitar 200 ribuan. Jadi saya membeli ponsel garansi distributor karena harganya yang lebih murah.

Walaupun secara keseluruhan tampak mirip, namun ada beberapa perbedaan antara hp android Xiaomi garansi resmi dan distributor. Perbedaan yang mudah ditemukan adalah update OS, kualitas layar, dan beberapa perbedaan lainnya.

Hal paling utama mengapa saya tidak suka xiaomi garansi distributor adalah MIUI yang di pake abal-abal. Namun jika Anda beruntung ada juga yang bisa diupdate/diganti dengan yang resmi melalui pengaturan ponsel. Tetapi Xiaomi garansi distributor yang saya beli gak bisa diupdate melalui pengaturan ponsel.

Bisa diganti dengan MIUI yang aslinya tapi harus orang yang ahli, karena harus menggunakan software tertentu bahkan harus sampai membuka casing hp. Saya pernah mencoba berbagai tutorial yang bertebaran di internet, namun tidak berhasil. dari pada rusak, akhirnya saya tetap memakai MIUI abal-abal.

Secara keseluruhan tidak ada perbedaan yang mencolok antara, MIUI resmi dan abal-abal. Tetapi saya tidak menyukai MIUI abal-abal tersebut, karena gak bisa diupdate jadi tidak bisa menggunakan fitur-fitur terbaru dari MIUI.

Selain itu terdapat juga perbedaan pada layarnya, Xiaomi garansi resmi layarnya lebih bagus, lebih jernih dan terang jika dibandingkan dengan Xiaomi garansi distributor. Chargernya juga berbeda, lebih bagus yang garansi resmi.

Kesimpulan


Berdasarkan pengalaman saya di atas, saya sangat merekomendasikan untuk membeli HP Xiaomi garansi resmi dibandingkan HP Xiaomi garansi distributor. Dari segi kualitas Xiaomi garansi resmi lebih baik, namun harga lebih tinggi.

Menurut saya selisih harga yang tidak terpaut jauh, hanya terpaut sekitar 150-200 ribuan saja. Selisih harga cuma segitu tetapi yang didapatkan lebih banyak seperti kualitas hp yang lebih terjamin, update software, garansi produk asli.

Intinya dengan harga yang tidak terpaut jauh, kualitas hardware dan software Xiaomi garansi lebih baik dari yang garansi distributor.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon