Jumat, 21 Desember 2018

6 Perbedaan Cara Berpikir Orang Kaya dan Orang Miskin


Berdasarkan buku yang saya baca, T. Harv Eker menuliskan bahwa ada 6 perbedaan cara berpikir antara orang kaya dan orang miskin. Orang kaya memikirkan uang, kekayaan, kesuksesan, diri mereka sendiri, orang lain, dan kehidupan dengan cara yang berbeda.

Dengan mengetahui perbedaan cara berpikir ini, kita dapat mengoreksi bagaimana cara kita berpikir dan mengubahnya menjadi cara berpikir orang kaya. Kita dapat memilih cara berpikir yang bisa mendukung keinginan kita atau cara berpikir yang tidak mendukung kita. Berikut ini adalah perbedaan cara berpikir orang kaya dan miskin.

#1 Orang Kaya Percaya, "Aku menciptakan hidupku sendiri". Orang Miskin Percaya, "Hidup Sudah Digariskan".


Jika kita ingin menciptakan kekayaan, sangat penting untuk meyakini bahwa diri kita adalah pemegang kemudi kehidupan kita sendiri, kitalah yang menciptakan peluang dalam kehidupan kita, terutama kehidupan finansial.

Jika kita tidak mempunyai keyakinan seperti di atas, berarti kita yakin bahwa kita hanya mempunyai sedikit tenaga untuk mengendalikan tujuan hidup. Itu sebabnya, mengapa kita tidak akan berhasil secara finansial atau menjadi kaya.

Orang miskin lebih memilih peran sebagai korban, bukan peran sebagai pemegang tanggung ata apa yang terjadi di dalam hidupnya. Dengan mempersepsikan dirinya sebagai korban, kama orang miskin akan berpikiran "malangnya nasibku", sehingga hal tersebut akan berdampak pada kondisi keuangannya.

Ada beberapa hal yang dapat mengubah kehidupan kita. Selama tujuh hari kedepan, kita ditantang untuk tidak mengeluhkan apa pun. Bukan hanya ucapan tetapi juga di dalam pikiran dan hati. Tantangan ini telah dilakukan kepada ribuan orang dan beberapa ratus diantaranya mengatakan bahwa tantangan tersebut berhasil mengubah hidup mereka.

Mungkin kita akan terkejut dengan hasil dari latihan ini, ketika kita tak lagi berfokus pada "keluhan" dan berfokuslah pada rasa "syukur".

Sekarang adalah waktunya untuk memutuskan apakah kita memilih menjadi korban atau menjadi kaya, tetapi kita tidak dapat memilih keduanya. Ini adalah waktunya untuk mendapatkan kembali energi dan juga mengetahui fakta bahwa kita adalah pencipta peluang dalam kehidupan kita sendiri.

Kita yang menyebabkan apa yang terjadi pada diri kita, bukan orang lain, bukan orang tua, bukan lingkungan, pada hakikatnya apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita, kita yang memilihnya. Jika saat ini kita dalam kondisi miskin atau kaya, itu karena diri kita sendiri, karena pilihan-pilihan yang telah kita buat. Kita harus bertanggung jawab pada apa yang terjadi pada diri kita sendiri.

#2 Orang Kaya Bermain Untuk Menang. Orang Miskin Bermain Agar Tidak Kalah.


Orang miskin bermain dengan cara bertahan, tidak dengan cara menyerang. Kalau kita memainkan suatu permainan dan sepenuhnya bertahan, apakah kita memiliki kesempatan memenangi permainan tersebut? Banyak orang yang bilang, "kecil sekali atau tidak ada kesempatan". Seperti itulah banyak orang orang memainkan uang mereka.

Tujuan mereka adalah bertahan, bukan kaya dan berlimpah. Terus yang menjadi pertanyaan penting adalah apa tujuan kita. Apa tujuan kita sebenarnya?

Tujuan para orang kaya adalah meraup kekayaan yang banyak dan berlimpah. Tujuan orang miskin adalah memiliki "uang yang cukup untuk membayar bermacam tagihan...". Inilah pentingnya kekuatan tekad. Ketika tujuan kita memiliki cukup uang untuk membayar bermacam tagihan, sebesar itulah yang akan kita dapatkan; hanya cukup untuk membayar tagihan.

Kita mendapatkan apa yang kita tekadkan. Kalau mau kaya, kita bertekad menjadi "kaya". Bukan sekedar membayar berbagai tagihan dan juga bukan semata-mata menciptakan kenyamanan. Banyak orang yang tidak mempunyai tekad menjadi kaya, namun ketika mereka miskin, mereka bertanya "Mengapa aku miskin?".

#3 Orang Kaya Berusaha Menjadi Kaya. Orang Miskin Tidak Berusaha Menjadi Kaya.


Kita memiliki alasan yang bagus seperti betapa asiknya menjadi kaya, namun bagaimana dengan sisi lain dari koin? Apakah alasan menjadi kaya adalah sesuatu yang sangat besar untuk memperoleh kekayaan? Setiap orang memiliki jawaban sendiri. Ada orang berpikir menjadi kaya adalah hal yang luar biasa dan ada juga menjadi kaya bukanlah hal yang luar biasa.

Fakta yang patut diketahui bahwa hal utama yang menyebabkan banyak orang tidak dapat mewujudkan keinginannya adalah karena ia tidak mengetahui apa yang diinginkannya. Orang kaya tau bahwa mereka menginginkan kekayaan, dan mereka tidak pernah meragukannya. Mereka benar-benar serius dalam menciptakan kekayaan. Mereka melakukan berbagai cara untuk mendapatkan kekayaan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum, norma, dan etika.

Menjadi kaya bukan seperti jalan-jalan di taman. Menjadi kaya memerlukan fokus, keterampilan dan 100% usaha serta semangat pantang menyerah. Untuk jadi kaya kita harus benar-benar memiliki keteguhan hati, dan juga memiliki keyakinan bahwa kita sanggup melakukannya. Dan yang sangat penting juga adalah komitmen penuh, berkomitmen penuh untuk menciptakan kekayaan.

#4 Orang Kaya memikirkan Hal Besar. Orang Miskin Memikirkan Hal Kecil.


Ada seseorang yang memiliki penghasilan bersih 250 ribu dolar sampai lebih dari 600 juta dolar hanya dalam tiga tahun. Ketika ditanya resepnya dia menjawab, "Segalanya berubah saat suatu hari saya memikirkan hal-hal besar."

Siapakah kita? Bagaimana kita akan menjalani kehidupan? Bagaimana kita ingin bermain? Apakah kita akan bermain dalam persaingan besar atau kecil. Apakah kita akan memainkan peran besar atau kecil? Itu semua ada di tangan kita.

Ada yang perlu diperhatikan, ini bukan tentang kita. Ini tentang bagaimana menuntaskan misi kita. Ini tentang bagaimana menjalani kehidupan sesuai dengan tujuan hidup kita. Ini seperti menambahkan sebuah bagian bagian dari diri kita ke dalam dunia. Ini tentang melayani orang lain.

Sebagian besar dari kita terjebak dalam ego dan merasa bahwa segala sesuatu itu "diriku, diriku, diriku. Tetapi, sekali lagi, ini bukan tentang diri kita sendiri, ini tentang menambahkan nilai pada kehidupan orang lain. Ini adalah pilihan. Satu jalan menuju kesengsaraan dan kesedihan, satu jalan lainnya menuju uang, makna dan kepenuhan diri.

Inilah saatnya untuk berhenti menyembunyikan diri dan memulai. Inilah waktu yang tepat untuk berhenti menuntut dan mulai memimpin. Ini adalah waktu untuk memulai menjadi bintang. Ini adalah waktu untuk membagikan hadiah dan nilai diri kita dengan cara yang besar.

#5 Orang Kaya Lebih Besar dari Persoalan Mereka. Orang Miskin Lebih Kecil dari Persoalan Mereka.


Menjadi kaya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ini adalah perjalanan penuh dengan rintangan, dan lika-liku. Sederhananya, keberhasilan adalah hal yang rumit. Jalan untuk sampai di sana penuh rintangan dan itulah yang menyebabkan banyak orang tidak pernah melaluinya. Banyak orang tidak mau menghadapi masalah, tidak mau melakukan ini itu, tidak mau bertanggung jawab. Intinya mereka tidak mau menghadapi masalah.

Inilah letak perbedaan terbesar antara orang kaya dan orang miskin. Orang kaya dan sukses selalu lebih besar dari persoalan mereka, sedangkan orang miskin dan gagal lebih kecil dari persoalan mereka.

Orang miskin akan menghindari segala sesuatu yang tampak seperti masalah, mereka menghindari tantangan. Rahasia kaya dan sukses adalah tidak menghindari masalah, tetapi menghadapinya karena masalah tersebut yang akan menumbuhkan diri kita lebih besar dari persoalan yang ada.

Yang harus disadari, apakah kita orang kaya atau orang miskin, yang jelas kita tidak dapat terhindar dari masalah. Pilihan kita adalah menghadapi setiap masalah atau menghindarinya. Sebesar apa pun masalah tidak lebih penting adalah ukuran atau nilai diri kita.

Untuk itu sangat penting untuk terus tumbuh, menempatkan diri di sebuah tempat dimana kita memiliki kuasa untuk mengatasi berbagai masalah yang menghadang untuk menjadi kaya. Orang kaya tidak menghindari masalah, tidak mundur dari persoalan, dan juga tidak mengeluh karena persoalan.

#6 Orang Kaya Berfokus pada Peluang. Orang Miskin Berfokus pada Masalah.


Orang kaya melihat adanya peluang. Orang miskin melihat hilangnya peluang. Orang kaya fokus pada hasil. Orang miskin fokus pada risiko.

Kita sudah tidak asing lagi dengan pertanyaan, "Apakah gelas ini setengah penuh atau setengah kosong?". Ini tidak hanya tentang "berpikir positif", kita berbicara tentang kebiasaan dalam memandang dunia.

Kemiskinan berasal dari ketakutan. Pikiran orang miskin terus mencari apa yang salah atau hal-hal yang berpotensi salah. Fokus utama mereka adalah "bagaimana seandainya kalau itu tidak berjalan?" Orang kaya mengambil tanggung jawab untuk menciptakan kehidupan mereka sendiri. Orang kaya berpandangan "Itu bakal bekerja karena kau akan membuatnya bekerja".

Di dunia finansial, risiko setara dengan hasil; makin tinggi hasil makin tinggi risiko. Dan orang bermental kaya cenderung bari mengambil risiko. Orang kaya menginginkan keberhasilan. Mereka sangat percaya pada kemampuan dirinya sendiri, pada kreativitas, percaya bahwa mereka akan berhasil.

Orang miskin justru mengharapkan kegagalan. Mereka tidak percaya diri dengan kemampuan mereka sendiri, mereka cenderung berpikir tentang kegagalan, percaya bahwa suatu kegagalan adalah bencana. Orang kaya percaya bahwa kegagalan yang mereka alami bukanlah kegagalan yang sebenarnya, tetapi sebuah kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Bersumber dari T. Harv Eker, "Six Ways of Thinking Rich".


EmoticonEmoticon