Friday, May 25, 2018

Kata Bijak Cak Nun Terbaru dan Terlengkap

Muhammad Ainun Nadjib alias Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun lahir di Jombang, Jawa Timur pada 27 Mei 1953. Ia adalah seorang tokoh intelektual berkebangsaan Indonesia yang mengusung napas Islami.

Menjelang kejatuhan pemerintahan Soeharto, Cak Nun adalah salah satu tokoh yang diundang ke Istana Merdeka untuk dimintakan nasihatnya yang kemudian kalimatnya diadopsi oleh Soeharto berbunyi "Ora dadi presiden ora patheken". Cak Nun juga dikenal sebagai seniman, budayawan, penyair, dan pemikir yang menularkan gagasannya melalui buku-buku yang ditulisnya. (Sumber: Wikipedia)

kata bijak cak nun

Kata Bijak Cak Nun


1. "Setiap butir nasi dan tetes air yang memasuki tenggorokanmu, perhatikan asal-usul kebenaran dan kebatilannya, posisi halal-haramnya. Sebab engkau sedang mengawali dan memproses takdir bagi anak-anak dan cucu-cucumu." - Cak Nun

2. "Kalau dalam hati, telinga saya tidak mendengar. Maka saya putar lewat mulut dulu, supaya didengar oleh telinga, kemudian telinga melaporkannya ke pikiran, lantas pikiran menyampaikannya ke hati." - Cak Nun

3. "Maksiat kepada Allah tidak hanya dosa akidah dan akhlak, tetapi juga kebodohan." - Cak Nun

4. "Sesekali menyepilah, Menyepi itu penting, supaya kamu benar-benar bisa mendengar apa yang menjadi isi dari keramaian." - Cak Nun

5. "Saya hanya diberi petunjuk-petunjuk untuk mempersiapkan Anda semua untuk Indonesia yang baru." - Cak Nun

6. "Kebenaran itu input. Kebaikan itu output." - Cak Nun

7. "Kitanya yang nggak mau bersatu ataukah ada kekuatan-kekuatan di luar diri kita yang menghendaki kita tidak bersatu..?" - Cak Nun

8. "Kita tidak perlu melucu untuk menjadi lucu karena hidup ini sudah lucu." - Cak Nun

9. Hidup ini bukan kamu sukses atau tidak, bukan menang atau kalah. Tapi Hidup didunia ini apakah kamu bertahan berjuang bergantung pada Allah dalam keadaan apapun juga." - Cak Nun

10. "Orba adalah periode monopoli pencurian, reformasi adalah desentralisasi korupsi. Di zaman Orba iblisnya jelas, sesudahnya iblis-setan berpakaian malaikat." - Cak Nun

11. "Dengarkan ulama-ulama, tapi gunakan akal sehat, berdaulat dan berdikari atas diri kita sendiri." - Cak Nun

12. "Kamu harus berdaulat terhadap keputusanmu sendiri." - Cak Nun

13 "Orang Puasa itu tidak untuk meminta hormat ke org lain." - Cak Nun

14. "Belajarlah mencintai , jangan belajar membenci."- Cak Nun

15. "Nafsu jangan dimusuhi. Nafsu itu meski ditekuk/dirukukkan/dikalahkan/ditaklukan." - Cak Nun

16. "Temukan kenikmatan di setiap kebaikan dan penderitaanmu."- Cak Nun

17. "Kita tidak bisa mengalami makhluk apapun di dunia ini selain diri kita sendiri. Mari memperluas sifat ke-Akuan kita ini. Sehingga tidak ada lagi kamu, dia, mereka, melainkan satu kesatuan, Manunggal." - Cak Nun

18. "Allah sendiri yang menciptakan metode (puasa) itu. Dia mewajibkan puasa karena menjamin bahwa ia lebih sempurna dibanding segala penemuan metodik kita untuk merekayasa penyempurnaan kemanusiaan kita." - Cak Nun

19. "Keleluasaan diri itu dapat menampung sebanyak banyaknya segala sesuatu yang tidak enak opo wae seng rosone orak kepenak kedalam hati dan bisa mengembalikan kembali nek iso dipunjuli disusuk'i dengan kebaikan penuh kesabaran." - Cak Nun

20. "Puncak kehidupan adalah indah."

21. "Apa yang paling indah dalam kehidupan? Cinta. Yang terindah dalam kehidupan adalah jika engkau mengalami cinta." - Cak Nun

22. "Jangan berdebat tentang sesuatu yang hanya Allah yang Tahu." - Cak Nun

23. "Bisakah kita menumbuhkan kerendahan hati dibalik kebanggaan-kebanggaan? Masih tersediakah ruang di hati dan di akal kita untuk sesekali berkata pada diri sendiri, bahwa yang salah bukan hanya mereka, bahwa yang melakukan dosa bukan hanya ia, tapi juga kita." - Cak Nun

24. "Kalau kamu kehilangan kepekaan terhadap keindahan, kamu tidak menemukan apa-apa di dunia." - Cak Nun

25. "Benar malam ini belum tentu benar besok pagi. Kita harus tetap tawadhu." - Cak Nun

26. "Temukan kenikmatan dalam kebaikan, dan bahkan temukanlah kenikmatan dalam deritamu." - Cak Nun

27. "Temukanlah keindahan di dalam keadaan apapun yang kamu terima dari kehidupan. Apa saja akan indah kalau kamu memang mencari keindahan." - Cak Nun

28. "Lapar itu baik, asal jangan sampai kelaparan." - Cak Nun

29. "Ibarat sebuah warung kebenaran itu dapurnya, kebaikan itu outputnya atau menu yang disajikan dari warung tersebut. Jadi semakin banyak menu kebaikan yang tersajikan, semakin banyak kebenaran yang akan tersampaikan." - Cak Nun

30. "Kita sudah terlanjur menyembah Allah, tapi tidak siap atas segala ketentuanNya yang tidak sesuai keinginan kita." - Cak Nun

31. "Ibarat pedagang harus siap rugi, bukan siap dapat laba." - Cak Nun

32. Teroris itu cuma orang yg tidak bisa TELATEN kepada Gusti Allah. Terlalu konyol dengan membunuh nyawa org dengan dalih jihad. Jihad kok membunuh, la nyawa itu haknya siapa?
Yang mempunyai siapa?" - Cak Nun

33. Bila air yang sedikit dapat menyelamatkanmu (dari rasa haus), tak perlu meminta air lebih banyak yang barangkali dapat membuatmu tenggelam. Maka selalulah belajar cukup dengan apa yang kamu miliki." - Cak Nun

34. "Setia itu bukan rasa cinta yang meluap-luap, tapi bagaimana tetap bertahan diantara naik-turunnya. Kita kenal dengan istiqomah." - Cak Nun

35. "Tidak boleh putus asa kawan. Hidup memang begini, walaupun licin harus dipanjat." - Cak Nun

36. "Boro-boro menemukan kebenaran, menemukan jodoh saja kalian susah." - Cak Nun

37. "Surga tidak akan dibukakan untuk orang yang hanya mencari surga. Tapi dibuka untuk orang yang mencari Tuhannya.” - Cak Nun

38. "Gusti Allah gak butuh awakmu pinter, sing penting tresnomu." - Cak Nun

39. "Kebenaran itu bekal kita untuk melakukan kebaikan bukan senjata untuk melukai orang." - Cak Nun

40. "Katakan pada dirimu sendiri, 'Aku ini bukan orang baik' sehingga menganggap dirimu buruk, akan terdorong untuk melakukan kebaikan-kebaikan." - Cak Nun

41. "Jika dalam hidupmu hanya Allah dan kanjeng Nabi maka akan ada kalkulasi yang tak dapat terlampaui pikiranmu." - Cak Nun

42. "Kalau niatmu adalah niat membela orang-orang lemah, Insya Allah akan diberikan oleh-Nya kekuatan yang berlipat-lipat." - Cak Nun

43. "Banyak hal yang sebenarnya tidak perlu menjadi perdebatan di medsos, kita harus punya skala prioritas." - Cak Nun

44. "Tuhan tidak tersakiti oleh pengingkaranmu. Dia tersakiti jika engkau pura-pura menyembah-Nya." - Cak Nun

45. "Maiyah adalah hadiah dari Allah, bukan karya kita." - Cak Nun

46. "Bukan kita yang mendidik anak kita. Tapi Allah. Allamal insaana maa lam ya'lam." - Cak Nun

47. "Jaman sekarang, seorang seniman harus pergi ke tempat sunyi untuk mencari inspirasi. Tapi kiai jowo selalu bisa topo ing rame." - Cak Nun

48. "Ziarah berangkat dengan kesadaran ingat kepada allah, sedangkan wisata tanpa kesadaran tersebut." - Cak Nun

49. "Nek atine memancarkan keikhlasan satu sama lain maka akan terjadi pembangunan itu dengan sendirinya." - Cak Nun

50. "Budaya itu sesuatu yang tidak alamiah. Bayi lahir= alamiah. Bayi dikasih popok= budaya. Manusia tidak bisa hidup tanpa budaya." - Cak Nun

51. "Sekarang itu apa apa dikit, dilabeli surga. Atau diklaim masuk neraka. Padahal surga neraka itu hak prerogatif Allah." - Cak Nun

52. "Munafik adalah orang yang mencaci makanan, tapi memakannya, dan memuji makanan lain, tapi membuangnya." - Cak Nun

53. "Kalau orang mau bergerak hanya karena pekerjaan itu disukainya, maka kedewasaannya itu masih setingkat bayi." - Cak Nun

54. "Hinalah Aku, Jangan Islam, Please." - Cak Nun

55. "Kehadiran Allah yang utama adalah Rahman dan Rahim. Maha Pengasih dan Penyayang." - Cak Nun

56. "Kita diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan itu supaya bisa menghormati hak asasi orang lain, bukan malah minta dihormati." - Cak Nun

57. "Kalau manusia sudah menemukan kehendak Tuhan di dalam kehendak dirinya, ia lulus sebagai manusia." - Cak Nun

59. "Begitu kita  jadi manusia, maka kita punya kewajiban  mencintai sesama manusia, siapapun dia." - Cak Nun

60. "Apapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini adalah perlombaan dalam kebaikan, bukan perlombaan tentang keunggulan satu sama lain." - Cak Nun

61. "Dakwah yang utama bukanlah ucapan, melainkan perbuatan. orang yang berbuat baik sudah pasti berdakwah." - Cak Nun

62. "Kepandaian adalah kelicikan yang menyamar. Kebodohan adalah kebaikan yang bernasib buruk." - Cak Nun

63. "Tuhan tidak menuntut kita untuk sukses. Tuhan hanya menyuruh kita berjuang tanpa henti." - Cak Nun

64. "Kebenaran dan kesabaran itu jodoh, kamu tidak bisa menyangga kebenaran tanpa kesabaran, pun sebaliknya." - Cak Nun

65. "Shalat adalah rasa cinta yang dibuktikan." - Cak Nun

66. "Orang boleh kaya raya, persoalannya bagaimana kekayaan itu diperoleh, kemudian bagaimana sikapnya terhadap kekayaan tersebut. Juga kalau miskin." - Cak Nun

67. "Jangan paksa orang untuk mencintaimu. Tagihlah dirimu untuk mencintai siapapun." - Cak Nun

68. "Jangan hidup di dunia jika tidak menemukan akhirat." - Cak Nun

69. "Kesedihan boleh ada, tapi jangan ada kebencian kepada siapapun." - Cak Nun

70. "Gunakanlah Ilmu untuk mengambil kesimpulan, bukan untuk membenar-benarkan kesimpulan yang sudah kau putuskan." - Cak Nun

71. "Bersama kesulitan ada kemudahan, demikian pula bersama kemudahan juga ada kesulitan." - Cak Nun

72. "Tuhan itu tidak butuh apa-apa dan tidak akan berkurang kebesarannya maupun keagungannya oleh segala kelakuan kita." - Cak Nun

73. "Kalau menurutmu aku ini orang yang tersesat, kenapa tak kau peluk dan sayangi aku, kemudian kau tunjukan kebenaran itu." - Cak Nun

74. "Setiap azab yang ditimpakan kepada kaum nabi-nabi terdahulu bukan karena Allah marah kepada umat, tapi marah karena kekasihNya yang disakiti." - Cak Nun

75. Mereka mengedepankan kesetiaan feodal tapi mengesampingkan mekanisme berpikir, padahal Islam agama aqliyah (cara berpikir)." - Cak Nun

76. "Mau sedetail apapun sistem nilai Islammu tak ada gunanya kalau tanpa menggunakan akal." - Cak Nun

77. "Pahlawan tak pernah mengaku pahlawan. Sekali mengaku, batal kepahlawanannya." - Cak Nun

78. "Jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tak bisa dibawa mati." - Cak Nun

79. "Kelemahan menyimpan berlipat kekuatan, Buta mata menganugerahi penglihatan." - Cak Nun

80. "Di dalam Maiyah tak ada guru dan murid. Semuanya adalah murid.. murid Sang Penghendak Ilmu." - Cak Nun

Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon