Sunday, March 18, 2018

10 Manfaat Posyandu Bagi Ibu Hamil Balita dan Masyarakat

Posyandu (Pos Pelayanan terpadu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar bagi bayi, ibu dan anak balita.

10 Manfaat Posyandu Bagi Ibu Hamil dan Masyarakat

Kegiatan posyandu sangat besar peranannya bagi kesehatan masyarakat, pelaksanaan posyandu bakan hanya tanggung jawab pemerintah namun juga merupakan tanggung jawab setiap warga masyarakat, termasuk kader. Setiap ibu hamil, anak balita seharusnya ikut kegiatan posyandu, karena dengan datang ke posyandu akan mendapatkan manfaat yang banyak, seperti di bawah ini.

10 Manfaat posyandu bagi ibu hamil dan masyarakat
  1. Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita.
  2. Pertumbuhan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang atau gizi buruk.
  3. Bayi dan anak balita mendapatkan kapsul Vitamin A.
  4. Bayi memperoleh imunisasi lengkap.
  5. Ibu hamil akan terpantau berat badannya dan memperoleh tablet tambah darah (Fe) serta imunisasi Tetanus Toksoid (TT).
  6. Ibu nifas memperoleh kapsul Vitamin A dan tablet tambah darah (Fe).
  7. Memperoleh penyuluhan kesehatan terkait tentang kesehatan ibu dan anak.
  8. Apabila terdapat kelainan pada bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui dapat segera diketahui dan dirujuk ke puskesmas.
  9. Dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kesehatan ibu, bayi, dan anak balita.
  10. Kader posyandu Ikut berperan secara nyata dalam perkembangan tumbuh kembang anak balita dan kesehatan ibu. Selain itu citra diri meningkat di mata masyarakat dan menjadi panutan karena telah mengabdi demi pertumbuhan anak dan kesehatan ibu.

Siapa yang harus datang ke posyandu?
  • Bayi dan anak balita.
  • Ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui.
  • Pasangan usia subur.
  • Pengasuh anak.

Walaupun pasangan usia subur dan pengasuh anak merupakan bagian dari pelayanan posyandu namun dalam pelaksanaannya kegiatan posyandu hanya diikuti oleh ibu hamil dan balita.

Kegiatan yang dilakukan di posyandu

Ketika mengikuti posyandu, masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan oleh kader dan petugas kesehatan dengan proses kegiatan sebagai berikut.
  1. Melakukan pendaftaran, meliputi pendaftaran balita, ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, dan sasaran lainnya.
  2. Pelayanan kesehatan ibu dan anak. Untuk pelayanan kesehatan anak pada Posyandu, dilakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala anak, pemantauan aktifitas anak, pemantauan status imunisasi anak, pemantauan terhadap tindakan orangtua tentang pola asuh yang dilakukan pada anak, pemantauan tentang permasalahan anak balita, dan lain sebagainya.
  3. Kader membimbing orangtua melakukan pencatatan terhadap berbagai hasil pengukuran dan pemantauan kondisi anak balita.
  4. Kader dan tenaga kesehatan melakukan penyuluhan tentang pola asuh anak balita. Dalam kegiatan ini, kader bisa memberikan layanan konsultasi, konseling, diskusi kelompok dan demonstrasi dengan orangtua/keluarga anak balita.
  5. Petugas posyandu mmberikan motivasi kepada orangtua balita agar terus melakukan pola asuh yang baik pada anaknya, dengan menerapkan prinsip asih-asah-asuh.
  6. Penyampaian penghargaan kepada orangtua yang telah datang ke Posyandu dan minta mereka untuk kembali pada hari Posyandu berikutnya.
  7. Menyampaikan informasi pada orangtua agar menghubungi kader apabila ada permasalahan terkait dengan anak balitanya.
  8. Melakukan pencatatan kegiatan yang telah dilakukan pada hari buka Posyandu.

Mari datang ke posyandu, untuk anak yang lebih sehat.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi

2 komentar

Terimakasih infonya, sangat informatif

menarik sekali dan sangat bermanfaat, heee


EmoticonEmoticon