Wednesday, August 2, 2017

Bahaya Menggunakan Pisau Cukur Secara Bergantian, HIV dan Hepatitis

Bahaya Menggunakan Pisau Cukur Secara Bergantian, HIV dan Hepatitis
Pisau cukur

Kesehatan sangat mahal harganya, bahkan tak ternilai oleh materi. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga kesehatan, pepatah mengatakan "Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati". Dengan kesehatan kita bisa menikmati apapun dengan baik. Berbeda jika badan kita tidak sehat, makanan yang enak pun jadi gak enak.

Banyak orang yang menjaga kesehatan dengan berolah raga, makan makanan bergizi dan gaya hidup sehat. Walaupun sudah melakukan pencegahan kesehatan, namun kenyataannya masih ada saja penyakit yang datang. Sebenarnya ada beberapa hal yang tidak kita sadari merupakan ancaman kesehatan yang serius. Salah satunya adalah penggunaan pisau cukur secara bergantian.

Saat ini penggunaan pisau cukur di masyarakat merupakan hal yang lumrah. Hal ini saya lihat sendiri ketika saya memotong rambut, saya tidak menemukan bahwa pangkas rambut memiliki pisau cukur sekali pakai.  Saya hanya melihat satu pisau cukur yang dipakai secara bergantian. Selain tidak disediakannya pisau cukur sekali pakai, orang-orang yang memotong rambut juga tidak membawa pisau cukur sendiri. Jadi banyak masyarakat di Indonesia yang menggunakan pisau cukur secara bergantian.

Ini adalah keadaan yang tidak baik, bisa dimaklumi mengapa benyak masyarakat yang menggunakan pisau cukur secara bergantian. Alasan utamanya adalah karena mereka belum mengetahui bahwa menggunakan pisau cukur secara bergantian sangat berbahaya. Oleh karena itu melalui tulisan ini saya berharap bisa memberikan informasi sehingga banyak masyarakat tau akan bahaya pisau cukur secara bergantian.

Berikut ini adalah bahaya yang bisa ditimbulkan dengan menggunakan pisau cukur secara bergantian.

Risiko tinggi tertular HIV/AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. HIV dapat ditularkan melalui cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI.

Penggunaan pisau cukur secara bergantian memiliki risiko tinggi HIV. Orang yang mengidap HIV yang menggunakan pisau cukur di salon, atau pangkas rambut bisa terluka atau tergores sehingga meninggalkan virus HIV pada pisau. Apabila ada orang yang menggunakan pisau cukur tersebut, kemungkinan besar dia akan tertular. HIV dapat menular melalui pisau cukur yang dipakai penderita kepada orang lain yang memakai pisau cukur tersebut.

Walaupun belum ada data pasti penularan HIV melalui pisau cukur, kita sebaiknya menghindari pisau cukur secara bersamaan. Risikonya tinggi sekali yaitu tertular HIV, dimana itu adalah penyakit yang sangat mematikan.

Risiko tinggi tertular Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit peradangan yang terjadi di hati. Penularan hepatitis salah satunya adalah melalui kontaminasi darah penderita. Dengan begitu penggunaan pisau cukur juga berisiko tinggi menularkan Hepatitis. Apalagi kebanyakan penderita hepatitis gejalanya tidak khas, jadi banyak penderita Hepatitis yang tidak menyadari penyakitnya. Bisa jadi diantara orang yang menggunakan pisau cukur di salon atau pangkas rambut adalah penderita Hepatitis. Oleh sebab itu mari kita menggunakan pisau cukur kita sendiri.

Baca juga:

Ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari tertularnya HIV dan Hepatitis melalui pisau cukur.
  • Jangan menggunakan pisau cukur di salon atau pangkas rambut.
  • Apabila menggunakan pisau cukur, bawalah sendiri dari rumah.
  • Gunakan pisau cukur khusus diri kita sendiri, jangan bergantian bersama anggota keluarga.
Selain untuk diri kita sendiri sebaiknya kita juga harus memberi tahu keluarga dan masyarakan akan bahaya pisau cukur yang digunakan secara bergantian. Karena di masyarakat masih banyak yang tidak menyadari akan bahaya ini.

Sumber
Pusat Promosi Kementerian Kesehatan

Ayo,, share artikel ini. kita jadikan Indonesia lebih sehat.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi

8 komentar

Terimakasih infonya kak, sangat bermanfaat

Sangat bermanfaat informasinya. Terima kasih.

Terbaik bang yudi ...
Coba kupas juga kenangan di medical tatakota .. Hehehe

iya seru di medikal tata kota, cari ide dulu untuk menulisnya,, heee

Gan bisa minta literaturnya gg ?

Waduh lupa nyimpan filenya, Gan. di artikel-artikel kementerian kesehatan kayaknya banyak, terutama membahas tentang hepatitis dan aids


EmoticonEmoticon