Rabu, 06 November 2019

Pengendalian Bahaya Faktor Kimia di Lingkungan Kerja


ydhartono.com - Potensi bahaya atau pengaruh bahan kimia terhadap kesehatan tenaga kerja tergantung atau ditentukan oleh bagaimana cara penanganan dan pengendalian bahan kimia yang digunakan tersebut. Pengendalian bahan kimia di lingkungan kerja dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1# Pengendalian Secara Teknik


Ada 3 teknik penting yang dapat dilakukan untuk pengendalian bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja, ketiga teknik tersebut adalah:

Teknik Substitusi


Teknik substitusi dalam pengendalian bahaya faktor kimia adalah menggantikan bahan-bahan yang mempunyai potensi bahaya tinggi dengan bahan yang mempunyai potensi bahaya rendah. Teknik ini tidak boleh mengakibatkan terganggunya proses produksi maupun produk yang dihasilkan.

Teknik Isolasi


Merupakan tindakan pengendalian bahaya dengan melakukan isolasi suatu proses produksi dan diharapkan kontaminasi yang dipancarkan tidak tersebar ke daerah lain yang lebih jauh. Suatu proses produksi yang telah diisolasi perlu ditambahkan dengan peraturan-peraturan seperti:
  • Hanya tenaga kerja yang sedang bertugas yang boleh masuk ke tempat yang diisolasi dan yang tidak bertugas atau berkepentingan dilarang masuk.
  • Setelah selesai tugas harus segera mungkin meninggalkan tempat isolasi.
  • Dalam ruangan isolasi tenaga kerja harus menggunakan alat pelindung diri.

Teknik Ventilasi


Teknik ini dapat diartikan sebagai penggantian udara yang terkontaminasi dalam lingkungan kerja dengan udara segar. Teknik ventilasi ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
  • Ventilasi alamiah → ventilasi melalui bagian-bagian terbuka seperti jendela, pintu, lubang angin untuk memungkinkan pergantian udara secara alamiah karena adanya angin.
  • Ventilasi mekanis → ventilasi yang dilakukan dengan menggunakan alat atau teknologi misalnya kipas angin atau blower dan mesin penghisap, dimana akan berfungsi menghisap udara yang terkontaminasi dari dalam ruangan tempat kerja, kemudian udara segar dibiarkan masuk melalui bukaan di sisi lain. Atau dapat juga sebaliknya, memasukkan udara segar ke dalam ruangan tempat kerja untuk mendorong ke luar udara yang terkontaminasi melalui bukaan di sisi lain.

2# Pengendalian Administrasi


Pada pengendalian ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi potensi bahan kimia di lingkungan kerja, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Pemilihan bahan → dalam proses produksi diusahakan menggunakan bahan yang potensi bahayanya rendah atau jika memungkinkan tidak berbahaya sama sekali, akan tetapi dapat memberikan hasil yang semaksimal mungkin.
  • Labelling → memberikan label yang jelas dengan semua informasi yang cukup dari bahan-bahan kimia yang digunakan.
  • Penyimpanan bahan kimia → setiap bahan kimia harus disimpan sesuai dengan kelompok, sifat, dan besarnya potensi bahaya dari bahan tersebut, misalnya bahan kimia yang mudah terbakar dan mudah meledak harus disimpan di tempat yang sejuk, ventilasi harus baik, jauh dari sumber panas atau api, dan penting untuk menyediakan alat pemadam kebakaran. Untuk bahan kimia beracun sebaiknya disimpan di tempat yang benar-benar tertutup agar tidak terlepas ke udara bebas.
  • Penanganan limbah dan sampah → limbah dan sampah bahan kimia harus diolah dan ditangani secara khusus dan benar, sebelum dikeluarkan ke lingkungan masyarakat, limbah atau sampah kimia harus dari bahan-bahan berbahaya. Limbah dan sampah yang dikeluarkan ke lingkungan masyarakat harus memenuhi standar yang berlaku.

3# Alat Pelindung Diri (APD)


Pengendalian lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan alat pelindung diri. Pengendalian ini merupakan upaya terakhir jika tidak dapat dilakukan pengendalian secara teknis dan administrasi.

Alat pelindung diri yang digunakan harus disesuaikan dengan potensi bahaya di tempat kerja, yang pada prinsipnya adalah mencegah masuknya potensi bahaya kimia ke dalam tubuh manusia.

Macam-macam alat pelindung diri yang biasa digunakan adalah helm, kacamata pelindung, sarung tangan, masker, apron, sepatu pelindung. Tentu saja penggunaan alat tersebut disesuaikan dengan kondisi potensi bahaya kimia di lapangan sehingga penggunaannya tepat sasaran.


EmoticonEmoticon