Kamis, 24 Oktober 2019

Definisi, Gejala, dan Pengendalian Stres Akibat Kerja

definisi stres akibat kerja
Gambar: pixabay.com

Definisi Stres Akibat Kerja


Stres Akibat Kerja adalah respon fisik dan emosional yang berbahaya yang timbul bila tuntutan pekerjaan tidak sesuai dengan kemampuan atau kebutuhan pekerja (NIOSH).

Gejala Stres Akibat Kerja


Seseorang yang mengalami stres akibat kerja akan menimbulkan tanda baik fisik maupun psikologis yang tampak sebagai berikut:
  • Gejala fisiologis berupa otot tegang, jantung berdebar-debar, perut mual dan keringat dingin.
  • Gejala psikologis berupa mudah marah, emosi meledak-ledak, dan mudah panik.
  • Gejala psikosomatik dalam bentuk gangguan muskuloskeletal (nyeri otot, kram), gangguan sistem pernapasan (asma, spasme bronchitis), gangguan kardiovaskuler (migrain, hipertensi), gangguan kulit (eksim, jerawat), kelenjar endokrin (hipertiroid, diabetes, infertilitas), gangguan sistem saraf (neurostenia), mata (glaucoma), gastrointestinal (gastritis, peptic ulcer, diare), genitourinarial (dismenorhea, gangguan haid).
  • Gejala perilaku berupa absensi, menghindari berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain, menghindari hal-hal yang biasa disukai, sulit tidur, perubahan kebiasaan makan, banyak merokok, gangguan tidur, tidak masuk kerja, dan penurunan prestasi kerja.

Pengendalian Stres Akibat Kerja


Stres akibat kerja sebaiknya harus segera ditangani sehingga dampak buruk bagi karyawan dan perusahaan tidak terjadi. Oleh karena itu pengendalian stres akibat kerja menjadi sangat penting, hal di bawah ini dapat dilakuan.

Pelatihan Manajemen Stres


Pelatihan manajemen stres dapat meningkatkan kemampuan pekerja untuk mengatasi situasi pekerjaan yang sulit. Program manajemen stres mengajarkan pekerja mengenai sifat dan sumber stres, efek stres pada kesehatan, dan keterampilan pribadi untuk mengurangi stres seperti manajemen waktu atau latihan relaksasi.

Pelatihan manajemen stres dapat dengan cepat mengurangi gejala stres seperti kecemasan dan gangguan tidur. Dan yang lebih menguntungkan lagi adalah manajemen stres ini mudah untuk diimplementasikan.

Manajemen stres bertujuan untuk mencegah berkembangnya stres jangka pendek menjadi stres jangka panjang atau stres yang kronis. Reaksi yang dikenal dalam menghadapi stres ialah flight or flight, melarikan diri secara fisik atau psikis dari situasi yang penuh stres atau melawan stres.

Melarikan diri dari situasi penuh stres secara fisik ialah meninggalkan ruangan kerja yang menimbulkan stres, mengundurkan diri dari tugas pekerjaannya, mutasi pekerjaan, bekerja di perusahaan lain.

Melarikan diri secara psikologis ialah melarikan diri dari dunia nyata ke dalam dunia khayal, mencoba melupakan situasi penuh stres yang menimbulkan frustasi dengan minum alkohol, dan menggunakan obat-obatan terlarang.

Dalam manajemen stres dapat diusahakan untuk:
  • Mengubah faktor-faktor di lingkungan agar tidak menimbulkan stressor
  • Mengubah faktor-faktor dalam individu agar:
    • Ambang stres meningkat, tidak cepat merasakan situasi yang dihadapi sebagai penuh stres.
    • Toleransi terhadap stres meningkat, dapat lebih bertahan dalam situasi yang penuh stres, tidak cepat menunjukkan akibat yang merusak dari stres pada tubuh.

Teknik-Teknik Pengendalian Stres Akibat Kerja


1. Kerekayasaan Organisasi

Teknik ini berusaha untuk mengubah lingkungan kerja agar tidak cepat dirasakan sebagai lingkungan yang penuh stres. Kondisi kerja fisik seperti bising, vibrasi, temperatur, paparan pada risiko dan bahaya dapat diatur kembali melalui analisis dari kondisi kerja, misalnya:
  • Pola pekerjaan baru bagi pekerjaan yang dirasakan memiliki beban berlebihan. Secara kuantitatif, banyaknya kegiatan dapat dikurangi dengan penambahan tenaga kerja. Secara kualitatif dapat dikurangi derajat kemajemukan keterampilan yang diperlukan dan dapat dikurangi tanggung jawabnya juga.
  • Bagi pekerjaan dengan beban terlalu sedikit dapat dilakukan dengan perluasan pekerjaan.

Dapat pula dilakukan strategi yang diajukan oleh Everly & Girdano, yaitu sasaran berdasarkan kerja (work by objectives) dan manajemen waktu (time management) yang khusus berlaku untuk para manajer menengah ke atas.

Sasaran berdasarkan Kerja (SbK) terdiri dari empat langkah yaitu:
  • Menetapkan sasaran realistik bagi satuan kerjanya, yang dapat dicapai dalam waktu yang dimiliki.
  • Merancang perangkat perencanaan, tindakan atau metode untuk dapat mencapai sasaran.
  • Menciptakan strategi untuk dapat mengukur keberhasilan mencapai sasaran-sasaran pada akhir suatu periode tertentu.
  • Pada akhir waktu yang sudah ditentukan mengukur keberhasilan mencapai sasaran-sasarannya.

Manajemen waktu memiliki tahapan sebagai berikut:
  • Analisa waktu, mencakup penaksiran, menyusun prioritas, dan penjadwalan waktu dalam kaitan dengan tuntutan waktu terhadap pekerjaan.
  • Strategi untuk mengorganisasi, mencakup pembagian tugas, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab.
  • Strategi untuk follow up, mencakup penaksiran teratur tentang efisiensi dari analisis waktu dan tahap-tahap pengaturan berikutnya.

Sasaran berdasarkan Kerja dan Manajemen waktu khususnya dapat dilakukan untuk pekerjaan yang dirasakan memiliki beban berlebih.

2. Kerekayasaan Kepribadian

Strategi yang digunakan dalam kerekayasaan kepribadian adalah untuk menimbulkan perubahan-perubahan dalam kepribadian individu agar dapat dicegah timbulnya stres dan agar ambang stres dapat ditingkatkan, yakni:
  • Program pelatihan keterampilan dan program pelatihan orientasi bagi tenaga kerja yang baru.
  • Pembentukan tim dapat mencegah atau mengatasi stres yang timbul akibat adanya konflik peran, ketidakjelasan peran, hubungan interpersonal yang tidak baik, serta struktur dan iklim organisasi.
  • Pemberian penyuluhan jabatan kepada tenaga kerja.

3. Teknik Penenangan Pikiran

Tujuan teknik ini adalah untuk mengurangi kegiatan pikiran, jika berhasil maka rasa cemas dan khawatir akan berkurang sehingga pikiran menjadi tenang dan stres berkurang. Teknik-teknik penenang pikiran meliputi:
  • Meditasi
  • Pelatihan relaksasi autogenik
  • Pelatihan relaksasi neuromuskular

4. Teknik Penenangan Melalui Aktivitas Fisik

Tujuan utama penggunaan teknik penenangan melalui aktivitas fisik ialah:
  • Untuk menghamburkan atau menggunakan sampai hasil-hasil stres yang diproduksi oleh ketakutan dan ancaman, atau yang mengubah sistem hormon dan saraf kita ke dalam sikap mempertahankan.
  • Menurunkan reaktivitas kita terhadap stres di masa mendatang dengan cara mengkondisikan relaksasi.

Aktivitas yang sesuai dalam hal ini ialah latihan fisik seperti berenang, lari, menari, bersepeda. Aktivitas fisik memiliki sifat preventif.


EmoticonEmoticon