Sunday, June 16, 2019

Kegiatan, Motif, Prinsip, Hukum, dan Politik Ekonomi

Tags

materi ips sekolah kegiatan ekonomi

Kegiatan Ekonomi


Tujuan kegiatan ekonomi pada umumnya adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, terutama kebutuhan primer. Apabila manusia sudah dapat memenuhi semua kebutuhannya, baik kebutuhan primer, sekunder, maupun kebutuhan tersier, berarti ia sudah dapat mencapai kemakmuran materi.

Tiga Macam Kegiatan Ekonomi


Dari segi pelakunya, kegiatan ekonomi di masyarakat dapat dibagi menjadi tiga sebagai berikut.

1. Kegiatan ekonomi rumah tangga keluarga

Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri. Contoh: usaha sendiri, bekerja pada orang lain, dan mengambil hasil dari barang miliknya.

2. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh badan usaha

Kegiatan ekonomi ini dilakukan oleh badan usaha dan perusahaan, misalnya Perseroan Terbatas dan Perusahaan Negara. Tujuan kegiatan ekonomi yang diselenggarakan oleh badan usaha adalah untuk memperoleh keuntungan dan memenuhi kebutuhan orang banyak.

3. Kegiatan ekonomi dalam rumah tangga negara

Kegiatan ekonomi ini dilakukan untuk memperoleh pemasukan atau pendapatan negara, dan cara membelanjakan pendapatan tersebut. Hal itu dapat diperoleh dari dalam negeri dan dari luar negeri.

Jadi, kegiatan ekonomi pada pokoknya adalah usaha manusia untuk mewujudkan kemakmuran.

Untuk mencapai tujuan itu, kegiatan ekonomi dipusatkan pada produksi, distribusi, dan konsumsi. Bahkan, kemakmuran masyarakat tergantung pada berhasil tidaknya kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi itu.

  • Produksi adalah usaha menghasilkan atau menambah kegunaan barang dan jasa untuk kebutuhan masyarakat.
  • Distribusi adalah usaha menyalurkan atau menyebarluaskan hasil produksi kepada anggota masyarakat.
  • Konsumsi adalah kegiatan memakai atau menghabiskan barang dan jasa yang dihasilkan atau diproduksi untuk pemenuhan kebutuhan manusia.

Motif Ekonomi


Manusia umumnya selalu merasa dirinya kekurangan. itulah sebabnya manusia berusaha mengatasi kekurangan itu dengan melakukan tindakan yang disebut tindakan ekonomi. Jadi, sebab utama manusia melakukan tindakan ekonomi ialah ingin mencukupi kebutuhan hingga menjadi sejahtera atau makmur. Sebab-sebab yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi disebut motif ekonomi.

Pengertian Motif Ekonomi


Motif ekonomi adalah alasan yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya manusia berusaha mencari nafkah. Jadi, mencukupi kebutuhan hidup termasuk motif ekonomi, sedangkan berusaha mencari nafkah termasuk tindakan ekonomi.

Apabila tindakan manusia diarahkan pada suatu tujuan tertentu artinya bahwa tindakan ekonomi tersebut mempunyai maksud-maksud tertentu, tindakan ekonomi tadi dilakukan berdasarkan motif ekonomi. Misalnya, dari seluruh penghasilan yang diterima seseorang tidak seluruhnya dibelanjakan, melainkan sebagian ditabung dengan cara hidup hemat. Tujuannya ialah, di kemudian hari dapat memiliki atau membeli sebuah rumah.

Perbuatan ekonomi dengan hidup berhemat itu mempunyai tujuan tertentu yaitu memiliki sebuah rumah. Jadi, motif ekonomi di sini merupakan motif yang mendorong suatu tindakan ekonomi manusia untuk mencapai kemakmuran. Atau, suatu motif yang yang mendorong manusia untuk bertindak ekonomis.

Motif Tindakan Manusia


Beberapa motif tindakan manusia sebagai berikut.

1. Motif mencari laba

Motif mencari laba yaitu dorongan untuk mencari laba atau keuntungan, yang didorong oleh inovasi atau penemuan-penemuan.

2. Motif memperoleh kekuasaan

Motif memperoleh kekuasaan ditujukan untuk dapat memperoleh kekuasaan dalam masyarakat. Misalnya, pengusaha-pengusaha yang relatif sudah makmur masih terus bekerja keras mengembangkan perusahaannya dengan cara kerja yang efisien atau ekonomis. Dengan harapan ia dapat menguasai perdagangan yang lebih luas.

3. Motif memperoleh penghargaan

Sebagian orang berpendapat bahwa agar menjadi terpandang dalam masyarakat, harus memiliki kekayaan melebihi kekayaan orang lain, misalnya berupa tanah, emas, dan mobil.

Ditinjau dari segi ekonomi, cara yang demikian kadang-kadang tidak efisien. Fungsi sosial kekayaan tersebut kurang bermanfaat bagi banyak orang. Kecuali, jika kekayaan yang banyak itu memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat seperti digunakan untuk mendirikan perusahaan yang banyak menyerap tenaga kerja.

4. Motif sosial

Motif sosial adalah keinginan untuk menolong sesama manusia. Misalnya, memberi bantuan pada orang yang terkena musibah, menyantuni fakir miskin, dan memberi sumbangan pada tempat ibadah.

Prinsip Ekonomi


Prinsip ekonomi adalah berusaha dengan alat-alat atau dana yang ada untuk memperoleh hasil atau tujuan sebesar-besarnya, atau dengan ongkos atau pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil yang tertentu.

Manusia selalu bertindak rasional. Artinya, dia berusaha memperoleh kepuasaan maksimum dengan pengorbanan tertentu. Orang yang menggunakan prinsip ekonomi dalam hidupnya tidak berarti mementingkan diri sendiri dan merugikan orang lain. Akan tetapi sebaliknya prinsip ekonomi dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam masyarakat yang sedang membangun.

Penggolongan Prinsip Ekonomi


Prinsip ekonomi dapat digolongkan menjadi dua sebagai berikut.

1. Prinsip konsumen

Dengan penghasilan yang diterima, konsumen berusaha mencapai kepuasaan yang sebesar-besarnya dari kebutuhan yang beraneka ragam. Karena penghasilan seseorang terbatas, alat-alat pemuas yang tersedia terbatas, dan kebutuhan tidak terbatas, orang perlu melakukan pilihan. Kebutuhan-kebutuhan yang pokok atau penting akan didahulukan sehingga dapat dicapai kepuasan maksimum.

2. Prinsip produsen

Produsen juga perlu mengadakan pilihan untuk menetapkan barang-barang yang akan diproduksi, tenaga kerja, dan mesin-mesin yang akan dipakai agar biaya pembuatan barang dapat ditekan serendah-rendahnya. Atau, dengan peralatan yang tersedia produsen berusaha dapat menghasilkan barang sebanyak-banyaknya. Tujuan produsen adalah mencari keuntungan atau laba sebesar-besarnya.

Berikut ini adalah contoh-contoh usaha manusia yang menggunakan prinsip ekonomi

  • Seorang ibu rumah tangga membeli gula di pasar. Hal itu disebabkan harga gula di pasar lebih murah dibandingkan di minimarket.
  • Siswa sekolah lebih suka membeli buku-buku pelajaran di koperasi sekolah daripada di toko karena di koperasi memperoleh potongan harga sebanyak 10%.

Dari contoh-contoh tersebut tampak bahwa dalam melakukan tindakan ekonomi selalu berpedoman pada prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi tidak hanya berlaku dalam kehidupan ekonomi, tetapi dapat diterapkan pada berbagai aspek kehidupan yang lain.

Orang yang tidak menggunakan prinsip ekonomi sering bertindak boros dan tidak efisien, yang akhirnya menimbulkan kerugian atau mengurangi keuntungan yang seharusnya diperoleh. Orang akan semakin terlatih bertindak sesuai dengan prinsip ekonomi dengan belajar dari pengalaman, baik pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain.

Hukum Ekonomi


Hukum ekonomi adalah hukum atau ketentuan-ketentuan yang menerangkan hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi. Peristiwa-peristiwa ekonomi dikumpulkan, kemudian dicari hubungannya satu sama lain. Artinya, bagaimana hubungan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya.

Hubungan-hubungan dalam hukum ekonomi dibagi dua bagian sebagai berikut

1. Hubungan sebab-akibat

Hubungan sebab-akibat atau hubungan kausal adalah hubungan peristiwa yang satu mengakibatkan peristiwa yang lain. Kejadian ini tidak dapat berlaku sebaliknya.

Contoh:
Hubungan antara jumlah uang yang beredar dalam masyarakat dengan kenaikan harga. Apabila jumlah uang yang beredar bertambah, harga barang-barang akan naik. Hubungan tersebut tidak dapat sebaliknya. Kenaikan harga barang tidak menyebabkan bertambahnya jumlah uang yang beredar.

2. Hubungan saling mempengaruhi

Hubungan saling mempengaruhi adalah hubungan dua peristiwa atau lebih yang saling mempengaruhi. Hubungan saling mempengaruhi disebut juga hubungan fungsional.

Contoh:
Hubungan antara harga dengan permintaan barang. Apabila harga suatu barang naik, permintaan atas barang berkurang. Di sini harga mempengaruhi permintaan. Sebaliknya, apabila permintaan bertambah, harga akan naik. Dalam hal ini permintaan mempengaruhi harga. Jadi, harga mempengaruhi permintaan, dan sebaliknya permintaan juga mempengaruhi harga.

Dalam kenyataan, banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya suatu peristiwa sehingga menyebabkan hukum ekonomi tidak berlaku. Faktor-faktor tersebut misalnya pendapatan, selera, harga barang lain yang masih mempunyai hubungan dekat dengan barang itu, yaitu barang subtitusi dan barang komplementer, jumlah penduduk, musim, dan peraturan pemerintah.

Misalnya, harga suatu barang naik, tetapi pendapatan atau penghasilan seseorang meningkat atau selera orang berubah, atau jumlah penduduk bertambah, maka jumlah permintaan atas barang itu dapat saja tetap meningkat.

Oleh karena itu, hukum ekonomi berlaku dengan anggapan bahwa faktor-faktor lain yang turut mempengaruhi adalah tetap (dalam ilmu ekonomi disebut ceteris paribus).

Politik Ekonomi


Politik ekonomi atau kebijakan ekonomi adalah cara-cara yang ditempuh dan tindakan-tindakan yang diambil oleh pemerintah. Cara dan tindakan itu untuk mengatur kehidupan ekonomi nasional guna mencapai tujuan-tujuan di bidang ekonomi, terutama kemakmuran masyarakat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah dapat menggunakan berbagai sarana, seperti peraturan-peraturan, proyek-proyek, pajak, dan kebijakan ekonomi lainnya. Dalam menjalankan politik ekonomi, pemerintah sering melakukan deregulasi di bidang ekonomi, misalnya deregulasi perbankan dan deregulasi automotif.

Beberapa sarana politik ekonomi yang penting sebagai berikut.

  • Politik moneter yaitu kebijakan pemerintah (melalui Bank Sentral) dalam mengatur keuangan dan perkreditan, misalnya jumlah uang beredar, batas-batas pemberian kredit, dan tinggi-rendahnya tingkat bunga
  • Politik fiskal yaitu kebijakan pemerintah dalam mengatur keuangan negara, khususnya di bidang perpajakan dan anggaran pendapatan belanja negara.
  • Politik produksi yaitu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi dalam negeri dengan menggunakan sumber-sumber alam secara efisien. Politik ekonomi yang ditujukan untuk melindungi dan memajukan industri dalam negeri disebut sebagai kebijakan proteksionisme.
  • Politik perdagangan luar negeri yaitu kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan ekspor dan impor, neraca pembayaran, utang luar negeri, kurs valuta asing, dan kerja sama internasional.
  • Politik harga dan upah yaitu kebijakan pemerintah dalam mengawasi dan mengendalikan harga-harga dan upah.
  • Politik sosial atau perburuhan yaitu kebijakan pemerintah dalam hal menciptakan kesempatan kerja, hubungan perburuhan, dan kesejahteraan karyawan.

Untuk setiap bidang yang penting, pemerintah mempunyai suatu kebijakan, misalnya dalam bidang kependudukan, pertambangan, perkoperasian, dan sebagainya.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon