Thursday, December 6, 2018

Pengertian dan Macam-Macam Dosis Obat

Tags

pengertian dosis obat dan macam-macam dosis obat

Dosis Obat Itu Apa?


Dosis obat adalah jumlah obat yang digunakan seorang penderita untuk memperoleh efek terapeutik yang diharapkannya (Howard C, Ansel)

Dosis (takaran) suatu obat adalah banyaknya suatu obat dapat dipergunakan atau diberikan kepada seorang penderita, baik untuk dipakai sebagai obat dalam maupun obat luar.

Dapat disimpulkan bahwa dosis obat adalah jumlah atau takaran suatu obat, dengan aturan tertentu dan harus diminum dengan aturan tertentu pula.

Regimen dosis adalah jadwal pemberian dosis suatu obat. Banyak faktor yang mempengaruhi penentuan dan regimen dosis obat, antara lain:
  • Potensi obat
  • Rute pemberian
  • Faktor penderita; berat badan, keadaan penyakit, serta toleransi.

Ada beberapa obat yang memerlukan dosis muatan agar kadar dalam darah memadai, agar menghasilkan efek terapeutik yang diinginkan. Kemudian diikuti dengan dosis pemeliharaan yang lebih kecil untuk menjaga kadar dalam darah mencukupi.

Dosis profilaktik obat diberikan untuk mencegah suatu penyakit. Dosis terapeutik diberikan untuk menangani penyakit yang sedang diderita. Dosis terapeutik biasanya lebih tinggi daripada dosis profilaktik.

Dosis untuk kebanyakan obat diberikan dengan satuan bobot 500 mg.  Untuk obat tertentu seperti produk biologis, dosis diberikan berdasarkan aktivitasnya, yaitu 10 unit.

Berdasarkan ketentuan umum, ada dua dosis jenis obat, yaitu:
  1. Dosis Maksimal, adalah dosis yang berlaku untuk pemakaian sekali dan sehari.
  2. Dosis Lazim, adalah petunjuk yang tidak mengikat, tetapi digunakan sebagai pedoman umum. Seperti dosis untuk antihipertensi, bersifat umum, tidak khusus untuk penderita tertentu. 

Macam-Macam Dosis Obat


Ada bermacam-macam jenis dosis obat, dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Dosis Terapi

Dosis terapi adalah takaran obat yang dalam keadaan biasa dapat memberikan efek menyembuhkan pasien. Dosis terapeutik dipengaruhi oleh berat badan, usia, jenis kelamin, cara pemberian obat, dan waktu pemberian obat.

2. Dosis Minimum

Dosis minimum adalah takaran obat terkecil yang diberikan dan masih dapat menyembuhkan dan menimbulkan resistensi pada pasien. Untuk mendapatkan dosis minimum yang masih dapat memberikan efek terapi diperlukan pengukuran persentase efek terapi.

3. Dosis Maksimum

Dosis maksimum adalah takaran obat terbesar yang dapat diberikan kepada pasien yang dapat menyembuhkan dan tidak menimbulkan keracunan.

Dosis maksimum tidak boleh diberikan kepada semua orang, ada ketentuannya sebagai berikut:

a. Dosis untuk Usia Lanjut

Pada lansia pada umumnya keadaan fisiknya sudah menurun, sehingga dosis yang diberikan harus lebih kecil daripada dosis maksimum. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa dosis obat pada lansia lebih kecil dari dosis maksimum.
  • Pada lansia terjadi penurunan fungsi sistem pembuluh darah, seperti kurangnya elastisitas pembuluh darah, kurangnya aliran darah yang dipompa jantung.
  • Kulit lebih tipis, kering, dan berkurang kadar lemaknya. Terjadi penurunan fungsi melindungi dan juga kurangnya aliran darah ke kulit.
  • Terjadi gangguan pada sistem pernapasan, seperti berkurangnya kemampuan paru untuk mengembang, berkurangnya aliran darah ke paru-paru.
  • Sistem saraf mengalami penurunan daya ingat, hal ini terjadi karena sel otak yang mati atau berkurangnya aliran darah ke otak.
  • Sistem indra juga mengalami penurunan fungsi seperti penurunan fungsi penglihatan, kurangnya indra perasa dan juga indra pendengaran.
  • Pada sistem pencernaan terjadi penurunan gerakan dan sekresi asam lambung, sehingga makanan lebih sulit dicerna. Selain itu berkurangnya gigi/ompong menambah makanan lebih sulit dicerna, sehingga akan mengganggu proses penyerapan nutrisi.
  • Sistem perkemihan terjadi penurunan pembuangan air seni, karena melambatnya fungsi penyaringan ginjal sehingga dapat menyebabkan penumpukkan sisa-sisa metabolisme tubuh.
  • Terjadi gangguan sekresi pada sistem hormon, yang menyebabkan gangguan metabolisme sel tubuh.
  • Sistem otot dan rangka juga terjadi penurunan. Tulang menjadi lebih ringan dan porositas tinggi, hal ini menyebabkan tulang mudah patah.
Karena hal di atas, maka apabila lansia memakai obat, pada umumnya akan terjadi perlambatan absorbsi, distribusi dan perlambatan biotransformasi, ekskresi/eliminasi.

b. Dosis untuk Wanita Hamil

Pemberian obat pada wanita hamil harus sangat hati-hati, hal ini terkait dengan efek samping obat bagi ibu dan janin dalam kandungan. Oleh karena itu, pemberian obat pada orang hamil harus diperhatikan antara manfaat dan efek sampingnya, oleh karena itu biasanya dosis untuk ibu hamil lebih kecil.

c. Dosis untuk Anak < 20 Tahun

Respon tubuh anak dan bayi terhadap obat tidak dapat disamakan dengan respon obat pada orang dewasa. Oleh karena itu pemberian dosis pada anak-anak membutuhkan perhitungan khusus.

4. Dosis Toksik

Dosis toksik adalah takaran obat yang dalam keadaan biasa dapat menyebabkan keracunan pada pasien.

Untuk mengetahui dosis toksik, perlu dilakukan pengukuran efek keracunan pada pasien atau hewan percobaan. Dalam hal ini yang diukur adalah gejala keracunan pada pasien atau hewan percobaan setelah diberikan obat dalam jangka waktu tertentu.

5. Dosis Letalis

Dosis letalis adalah takaran obat yang dalam keadaan biasa dapat menyebabkan kematian pada pasien.                                       

Demikian ulasan mengenai dosis dan macam-macam dosis obat, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amienn...

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon