Sabtu, 15 Desember 2018

Apa Itu Depresi? Bagaimana Anda Jika Anda Depresi?


Apa Itu Depresi?


Depresi adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan rasa sedih yang berkepanjangan dan kehilangan minat terhadap kegiatan-kegiatan yang disukai. Semua orang pasti pernah merasakan kesedihan, namun tidak semua kesedihan adalah depresi. Wajar saja orang bersedih hati, itu adalah sesuatu yang normal, kalau Anda tidak pernah merasa sedih mungkin saja Anda tidak normal!

Jika kita kehilangan orang yang kita cintai, kita pasti bersedih. Atau kita tidak mencapai apa yang kita impikan kita bersedih. Yang tidak boleh adalah bersedih terus menerus padahal hari sudah berganti, bulan sudah berganti, dan tahun sudah berganti. Jika Anda mengalami seperti itu, mungkin Anda sedang mengalami depresi.

Gejala Depresi


Gejala depresi sebagian besar tidak disadari oleh penderitanya, sehingga banyak orang yang depresi tetapi tidak merasa depresi. Apalagi sebagian besar gejala depresi ini hanya bisa diketahui oleh dirinya sendiri, orang lain tidak bisa melihat atau mengetahui apakah orang tersebut depresi atau tidak tanpa menanyakan atau mengkaji lebih lanjut. Beberapa gejala depresi antara lain:
  • Kehilangan energi, merasa seperti tidak ada tenaga tetapi sebenarnya memiliki tenaga. Bahkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari saja tidak mampu, seperti mandi, bersih-bersih rumah, dan mencuci baju. Bukannya lemas karena tidak ada tenaga untuk melakukan hal tersebut. Tetapi keinginan atau dorongan untuk melakukannya yang hilang.
  • Perubahan nafsu makan, jika sebelumnya Anda makan 3 kali sehari, tiba-tiba Anda tidak nafsu makan sehingga hanya makan 1 kali sehari. Banyak faktor yang mempengaruhi perubahan nafsu makan. Namun jika Anda merasakannya, waspadailah apakah penyebabnya adalah depresi atau ada penyakit lainnya.
  • Gangguan tidur, sebagian besar orang yang sedang mengalami masalah akan susah tidur, namun jika orang tersebut mampu menangani masalah tersebut, pola tidur akan kembali seperti semula. Pada orang yang depresi biasanya akan mengalami sulit tidur, hal ini tidak terjadi satu atau dua malam, tetapi hampir setiap malam.
  • Cemas, ketidak pastian dan ketidak mampuan untuk menyelesaikan masalah akan menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang berlarut-larut tanpa henti mengindikasikan bahwa Anda sedang menderita depresi. 
  • Menurunnya kemampuan berkonsentrasi, jika sebelumnya dapat melakukan hal dengan fokus. Seperti mengerjakan pekerjaan kantor sesuai dengan prioritas kebutuhan, melakukan tugas-tugas yang sudah terjadwal. Kemudian Anda melakukan hal tersebut tanpa aturan yang biasanya Anda pakai, tugas yang satu belum selesai sudah ganti tugas berikutnya, ganti lagi, dan ganti tugas lagi. Hingga Anda tidak menyelesaikan tugas apapun, karena kemampuan konsentrasi Anda sudah menurun sehingga sulit untuk menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan rencana yang sudah dibuat.
  • Ketidakmampuan membuat keputusan, beberapa orang ada yang mengalami kesulitan membuat keputusan, apa lagi itu adalah hal-hal yang besar. 
  • Rasa tidak tenang, tidak adanya kemampuan untuk mengatasi masalah membuat orang menjadi cemas, sehingga dalam hatinya timbul rasa was-was.
  • Perasaan tidak berguna, bersalah atau putus asa. Jika Anda merasakan perasaan tersebut patut diwaspadai, jangan-jangan Anda menderita depresi.
  • Pikiran untuk bunuh diri, merasa hidup tidak ada gunanya, merasa tidak ada yang peduli terhadapnya, merasa semua yang dilakukannya percuma, merasa dirinya tidak berharga, adalah berbagai perasaan orang yang akan bunuh diri. Orang yang bunuh diri menilai sesuatu bukan dari benar atau tidak. Tetapi lebih pada apa yang mereka rasakan. seperti mereka merasa tidak berguna. Padahal jika dinilai dan dikaji lebih jauh banyak hal yang bisa dilakukannya dan sangat berguna untuk orang lain. Namun orang yang akan bunuh diri tidak melihat itu, dia hanya merasakan dan menilai sesuatu berdasarkan persepsi dirinya sendiri. Pikiran untuk bunuh diri menandakan bahwa Anda telah mengalami depresi berat.

Sehebat apapun depresinya pasti bisa disembuhkan. Saraf pada otak bersifat elastis dan tidak akan berubah. Sehingga ketika mengalami depresi berat, itu dapat disembuhkan kembali.

Tips Mencegah Depresi


Berikut ini tips yang bisa Anda lakukan jika merasakan gejala depresi atau mencegah Anda dari depresi.
  • Berbicaralah dengan orang yang kamu percaya mengenai perasaanmu. Anda juga bisa melakukan konseling pada tenaga professional. Dan tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman & orang sekitar.
  • Berolahraga secara teratur bisa membantu mengatasi depresi, karena dengan berolahraga mampu meningkatkan hormon endorfin yang bisa menekan kadar stress dalam tubuh.
  • Makanlah dengan makanan bergizi seimbang serta istirahat yang cukup. Hindari alkohol dan narkoba, karena bisa memperparah depresi.
  • Lakukan kegiatan-kegiatan positif, seperti melakukan hobi yang menyenangkan serta selalu berpikir positif. Sudah terbukti bahwa pikiran positif memberikan tenaga dan energi bagi tubuh untuk menyelesaikan berbagai masalah.
  • Penting juga untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, dan belajar memperdalam ilmu agama.


Nah, itu tadi beberapa informasi mengenai depresi. Semoga bisa membantu Anda. Yuk tetap berpikir positif! Salam sehat!


EmoticonEmoticon