Sunday, July 22, 2018

Apa Asma Itu? Bagaimana Cara Mengontrolnya?

Apa Asma Itu? Bagaimana Cara Mengontrolnya?

Apakah Asma Itu?


Asma adalah penyakit paru kronik dimana terjadi peradangan yang menyebabkan saluran udara menyempit sehingga proses pernapasan menjadi lebih sulit.

Apa Penyebab Asma?


Asma tidak menular sepertI flu. Meskipun penyebab asma yang sebenarnya tidak diketahui, banyak penelitian menunjukkan bahwa asma dapat disebabkan oleh kombinasi beberapa macam faktor. Faktor yang meningkatkan risiko untuk terkena asma adalah jika ada anggota keluarga yang menderita asma (keturunan) atau bila mereka hidup dengan orang yang merokok.

Gejala-gejala Asma


Gejala asma seringkali bervariasi dari waktu ke waktu pada masing-masing individu. Derajat keparahan serangan asma dapat meningkat dengan cepat, sehingga sangat penting untuk mengobati gejala asma segera setelah Anda mengenalinya.

Gejala pada orang dewasa
Mengi (bunyi seperti bersiul saat menghembuskan napas), dada sesak, batuk, sesak napas.

Gejala pada anak-anak
Batuk pada malam hari atau saat tidur, anak kurang berespons, batuk terus-menerus, sering batuk, napas pendek-pendek, menangis lirih, mendengkur saat disusui atau mengalami kesulitan makan,dan rewel.

Bagaimana Cara Kerja Paru-Paru?


Ketika Anda bernapas, Anda menarik (menghirup) udara segar dan oksigen ke dalam paru-paru dan mengeluarkan (menghembuskan) udara dan karbon dioksida dari paru-paru Anda.
  1. Udara masuk melewati saluran udara (rongga bronkioli) yang mencapai paru-paru.
  2. Saluran bronkial bercabang-cabang seperti ranting pohon.
  3. Pada ujung saluran napas terdapat kantung alveoli, yaitu tempat pertukaran gas antara paru-paru dan sistem peredaran darah.
  4. Oksigen memasuki kantung alveoli, yang selanjutnya dilepaskan ke aliran darah, dan kemudian digunakan oleh tubuh.
  5. Karbon dioksida (produk limbah) dari limbah darah memasuki kantung alveoli yang kemudian akan dikeluarkan dari paru-paru melalui hembusan napas (ekspirasi).

Pemantauan Asma dengan Metode Zona


Zona Hijau
  • Tidak ada gejala asma, mampu melakukan aktivitas biasa dan tidur tanpa batuk, mengi atau kesulitan bernapas.
  • Tindakan: teruskan penggunaan inhaler controller rutin asma seperti yang telah ditentukan oleh dokter Anda, bahkan bila Anda tidak memiliki gejala dan merasa baik-baik saja.

Zona Kuning
  • Kemungkinan terdapat batuk, mengi, dan sesak napas ringan. Tidur dan kegiatan lainnya dapat terganggu. Kemungkinan terasa lebih lelah dari biasanya.
  • Tindakan: tetap gunakan obat controller Anda dan tambahkan inhaler pelega darurat jika terjadi serangan. Segera konsultasikan kondisi ini dengan dokter Anda jika diperlukan peningkatan dosis atau perubahan pengobatan.

Zona Merah
  • Gejala mungkin termasuk batuk yang berat dan sering, sesak napas berat, mengi, kesulitan berbicara sambil berjalan, napas terengah-engah.
  • Tindakan: Segera minta bantuan orang lain ke unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit.

Ketika penderita asma berobat ke dokter, kemungkinan akan mendapatkan obat controller dan reliever. Bisa juga Anda hanya mendapatkan reliever saja, itu tergantung derajat asma Anda. Yang harus diperhatikan adalah jangan berhenti menggunakan obat controller walaupun sudah merasa baikan tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon