Thursday, May 31, 2018

Cara Membuat Larutan Oralit Sendiri Untuk Diare

Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena angka kematiannya masih tinggi. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), Studi Mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia. Penyebab utama kematian akibat diare adalah tata laksana yang tidak tepat baik di rumah maupun di sarana kesehatan. Untuk menurunkan kematian karena diare perlu tata laksana yang cepat dan tepat.

Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme meliputi bakteri, virus, parasit, protozoa, dan penularan nya secara fekal-oral. Diare dapat menyerang semua kelompok umur dan berbagai golongan sosial, baik di negara maju maupun di negara berkembang, dan erat hubungannya dengan kemiskinan serta lingkungan yang tidak higienis.

Di kehidupan sehari-hari banyak masyarakat yang menganggap diare hanya penyakit biasa, hal ini wajar saja karena kebanyakan diare dapat diobati dengan mudah, terutama diare yang terjadi pada orang dewasa, bahkan diare dapat sembuh sendiri tanpa minum obat.

Namun perlu disadari bahwa diare juga merupakan penyakit yang sangat berbahaya, karena apabila tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan dehidrasi berat sehingga menyebabkan kematian. Angka kematian akibat diare banyak terjadi pada anak-anak dan balita.

Untuk mencegah bahaya akibat diare harus dilakukan penanganan yang tepat, salah satunya adalah pemberian larutan oralit. Lalu bagaimana cara membuat dan pemberian oralit yang tepat untuk menangani diare? Berikut ini penjelasannya.

Cara Membuat Larutan Oralit Sendiri Untuk Diare

Apakah oralit itu?


Oralit adalah kombinasi khusus dari garam yang dicampur dengan air. Fungsinya membantu menggantikan cairan yang hilang karena diare.

Kapan oralit digunakan?


Jika anak buang air besar hingga tiga kali atau lebih dalam sehari, berikan oralit. Sebagai tambahan untuk 10-14 hari berikan kepada anak-anak diatas enam bulan 20 miligram zinc setiap harinya (tablet atau sirup), berikan kepada anak-anak di bawah enam bulan 10 miligram per hari (tablet atau sirup).

Dimana oralit didapat?


Di Puskesmas, pos kesehatan desa (poskesdes), polindes, posyandu, apotik, toko obat.

Bagaimana cara membuat oralit untuk diminum?


Berikut ini langkah-langkah membuat oralit:
  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  2. Siapkan 1 (satu) gelas air minum (200 cc), atau ikuti aturan pakai dalam kemasan.
  3. Tuang isi kemasan Oralit ke dalam air yang telah disiapkan.
  4. Aduk hingga merata lalu berikan kepada anak dengan cangkir yang bersih.

Seberapa banyak larutan oralit diberikan?


Minumkan kepada anak sebanyak mungkin
  • Anak di bawah umur dua tahun membutuhkan seperempat hingga setengah mangkok oralit (125 ml) setiap habis buang air besar (BAB) cair.
  • Anak di atas umur dua tahun membutuhkan setengah hingga satu mangkok oralit (250 ml) setiap habis BAB cair.

Pada kasus diare ringan-sedang-berat, dapat dipakai acuan berikut:

a. Bagi penderita dengan dehidrasi ringan yang masih dapat minum:
  • Dilakukan rehidrasi dengan oralit 75 ml/kg BB, diberikan dalam empat jam
  • Selama periode ini ASI dilanjutkan. Untuk bayi kurang dari enam bulan dan tidak mendapat ASI, berikan juga air masak 100-200 ml
  • Setelah 3-4 jam, harus diselingi dengan pemberian makanan

b. Bagi penderita dengan dehidrasi berat yang sudah tidak dapat minum.
Untuk anak berusia kurang dari 12 bulan:
  • Satu jam pertama 15 ml/kg Berat Badan (BB)
  • Lima jam berikutnya 60 ml/kg BB
Untuk anak berusia lebih dari 12 bulan:
  • Setengah jam pertama 15 ml/kg BB
  • Tiga setengah jam berikutnya 60 ml/kg BB

c. Bagi penderita dengan dehidrasi berat
Untuk anak berusia kurang dari 12 bulan:
  • Satu jam pertama 20 ml/kg BB
  • Lima jam berikutnya 80 ml/kg BB
Untuk anak berusia lebih dari 12 bulan:
  • Jam pertama 20 ml/kg BB
  • Tiga setengah jam berikutnya 80 ml/kg BB

Setelah empat jam untuk anak besar atau enam jam untuk bayi dilakukan penilaian kembali. Bila telah pulih rehidrasi, pemberian cairan infus dilanjutkan 100 ml/kg BB/18 jam, atau untuk anak besar dalam 20 jam.

Apa yang dilakukan jika tidak ada oralit ?


Jika tidak ada larutan oralit kita bisa membuat larutan gula dan garam sebagai penggantinya.

Cara membuatnya sebagai berikut:
  • 6 (enam) sendok teh gula dan setengah sendok teh garam dilarutkan dalam satu gelas air (240 ml).

Perhatikan takaran dengan benar, terlalu banyak garam dapat membahayakan anak.

Selain penanganan yang tepat, melakukan perilaku hidup bersih sehat adalah faktor penting untuk mencegah diare. Perilaku hidup bersih sehat yang harus dilakukan yaitu: menghindari makanan dan minuman yang tidak bersih, mencuci tangan pakai sabun dan air bersih sebelum makan dan sesudah buang air besar, merebus air minum terlebih dahulu sebelum dikonsumsi, gunakan air bersih untuk memasak dan membuang air besar di jamban.

Semoga bermanfaat.

Sumber:
Kementerian Kesehatan RI

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi

3 komentar

Jadi takaran antara gula dan garam harus tepat,mas ?.
Selama ini taunya 1 banding 1 antara gula dan garam.

Terimakasih info pencerahanya,ya.

Iya mas, terlalu banyak garam bisa mengganggu keseimbangan cairan tubuh.

Betul juga,mas.
Kelebihan konsumsi garam tidak baik buat kesehatan, bisa menyebabkan tekanan darah jadi tinggi.


EmoticonEmoticon