Friday, May 11, 2018

Apa Itu Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES) ?

Apa Itu Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES) ?

Apa itu Lupus Eritematosus Sistemik (LES) ?


Lupus Eritematosus Sistemik (LES) adalah penyakit autoimun sistemik yang ditandai dengan adanya autoantibodi terhadap autoantigen, pembentukan kompleks imun, dan disregulasi sistem imun, menyebabkan kerusakan pada beberapa organ tubuh. LES dapat menyerang satu atau lebih sistem organ.

Pada sebagian orang hanya kulit dan sendinya saja yang terkena, akan tetapi pada sebagian pasien lupus lainnya menyerang organ vital seperti jantung, ginjal, paru-paru, susunan saraf pusat atau perifer.

Umumnya tidak ditemukan adanya dua orang pasien lupus terkena sistemik lupus dengan gejala yang persis sama.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) saat ini terdapat 5 juta orang yang menderita lupus di seluruh dunia, dan setiap tahunnya ditemukan lebih dari 100 ribu kasus baru. Sedangkan dari data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online 2016 ada 2.166 pasien rawat inap dengan diagnosa lupus.

Peningkatan penderita penyakit lupus dari tahun ke tahun terus bertambah, oleh karena itu penyakit ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah, apalagi angka kematian akibat lupus sangat tinggi, pada 2016 sekitar 25% penderita lupus meninggal dunia.

Faktor Risiko Lupus Eritematosus Sistemik (LES)


Penyebab terjadinya lupus hingga saat ini masih belum sepenuhnya diketahui, tetapi gabungan kombinasi dari faktor di luar dan dalam tubuh yaitu hormon, lingkungan, dan faktor genetik diduga berinteraksi sebagai penyebabnya.

1. Faktor Genetik
Gen-gen apa saja yang menjadi penyakit LES belum diketahui seluruhnya. Sekitar 7% pasien LES memiliki keluarga dekat (orang tua atau saudara kandung) yang juga menderita LES. Untuk kembar identik kemungkinan terkena lupus pada salah satunya hanya 30%.

2. Faktor Lingkungan
Beberapa hal berikut ini mempunyai peranan dalam terjadinya penyakit LES.
  • Stres
  • Sinar ultraviolet (mstahsri)
  • Infeksi
  • Penggunaan obat tertentu seperti INH, hidralazin, prokainamid, obat antikejang, kaptopril, klorpromazin, metildopa, penisilamin, quindin, dan beberapa jenis antibiotik.

Gejala Penyakit LES


Pada penderita LES akan ditemukan gejala sebagai beikut:
  • Sering merasa cepat lelah, kelemahan berkepanjangan
  • Penurunan berat badan
  • Sensitif terhadap matahari
  • Sakit kepala atau kejang
  • Sakit di dada bila menghirup napas dalam
  • Riwayat keguguran
  • Riwayat thrombosis arteri atau vena
  • Kerontokan rambut
  • Luka/ulkus pada mulut
  • Ruam pada wajah
  • Sesak nafas

Cara Deteksi Dini Lupus, Periksa Lupus Sendiri (SALURI)


Jika Anda menjawab “Ya” untuk ≥4 pertanyaan, segera konsultasi dengan dokter.
  1. Demam >380C dengan sebab tidak jelas
  2. Lelah dan lemah berlebih
  3. Sensitif terhadap sinar matahari
  4. Rambut rontok
  5. Ruam kemerahan pada pipi
  6. Ruam kemerahan pada kulit
  7. Sariawan tidak kunjung sembuh, terutama pada atap rongga mulut
  8. Nyeri dan bengkak pada >2 sendi dalam jangka waktu lama
  9. Ujung jari pucat hingga kebiruan saat dingin
  10. Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik nafas
  11. Kejang atau kelainan saraf lain
  12. Kelainan hasil pemeriksaan lab (atas anjuran dokter):
    • Jumlah sel darah merah/sel darah putih/trombosit menurun
    • Darah/protein pada pemeriksaan urin
    • ANA dan/atau anti dr-DNA positif

Apabila merasakan 4 atau lebih gejala seperti di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jangan mendiagnosis sendiri bahwa anda menderita penyakit LES tanpa berkonsultasi ke dokter, karena bisa saja Anda menderita penyakit lain.


Kegiatan Yang Harus Dihindari Penderita LES
  • Hindari aktivitas merokok dan paparan asap rokok dari orang lain!
  • Hindari paparan sinar matahari berlebih!
  • Gunakan tabir surya (SPF ≥30) 15 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan
  • Pakai pakaian yang melindungi dari paparan sinar matahari,
  • Beraktivitas di luar ruangan sebelum jam 10.00 atau setelah jam 16.00

Pola Hidup Bagi Penderita LES
  • Tetap aktif dan kurangi tirah baring berlebihan.
  • Latihan secara berkesinambungan untuk mengurangi gejala kelelahan, gangguan tidur, risiko penyakit jantung dengan berenang, berjalan kaki, bersepeda, dan aerobik low impact.
  • Nutrisi seimbang

Menjaga kesehatan adalah keharusan, apalagi saat ini banyak sekali orang yang menderita berbagai macam penyakit, yang semakin hari jumlahnya semakin meningkat. Salah satu faktor penyebabnya adalah pola makan dan aktivitas sehari-hari. Untuk itu tetap jaga kesehatan dengan menerapkan gizi seimbang dan lakukan aktivitas fisik secara teratur. 

Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi

4 komentar

Penyakit ini deteksi awalnya sangat sulit kan ya,jadi kebanyakan kasus saat sudah kronis baru ditangani. Dan penderitanya lebih banyak wanita dibanding pria. Semoga selalu dijauhkan dari penyakit berbahaya. Amiin

Amien, moga sehat selalu buat mba Anggun.

Ah jadi ingat seorang teman seangkatan pns yg meninggal karena sakit ini, hiks...


EmoticonEmoticon