Monday, March 26, 2018

Tahap Perkembangan Bayi Dari Bulan Ke Bulan

Semua anak tumbuh dan berkembang dalam pola yang sama, tetapi setiap anak berkembang sesuai dengan kemampuannya. Setiap anak memiliki minat yang berbeda-beda, setiap anak memiliki cara berinteraksi sosial dan pendekatan yang khas terhadap pembelajaran.

Tahap Perkembangan Bayi Dari Bulan Ke Bulan

Mengetahui tahap perkembangan anak akan membantu orang tua untuk memahami berbagai perubahan yang diharapkan pada saat anak tumbuh dan berkembang. Dengan begitu jika anak tidak berkembang dengan semestinya, orang tua bisa mencari pertolongan.

Mengamati bagaimana anak bereaksi terhadap sentuhan, suara dan cahaya, orang tua dapat mengenal ciri-ciri berbagai kemungkinan masalah perkembangan atau kecacatan. Jika seorang anak berkembang lambat, orang tua atau pengasuh dapat membantunya dengan meluangkan waktu lebih lama bersama anak, bermain dan bicara kepada anak serta memijat tubuh anak.

Jika anak tidak memberikan reaksi terhadap perhatian dan rangsangan, maka orang tua dan pengasuh harus minta pertolongan kepada petugas kesehatan terlatih. Memberikan pertolongan dengan segera menjadi sangat penting. Orang tua dan pengasuh harus mendorong kemungkinan perkembangan terbesar kemampuan anak.

Dari bulan ke bulan bayi terus berkembang hingga tumbuh dewasa, untuk memantau perkembangan bayi bisa dilihat keterangan di bawah ini.

Perkembangan bayi usia 0-4 bulan


Pada umur satu bulan bayi bisa
  1. Menatap ke ibu.
  2. Mengeluarkan suara o.. o..o..
  3. Tersenyum.
  4. Menggerakkan tangan dan kaki.

Pada umur tiga bulan bayi bisa
  1. Mengangkat kepala tegak ketika tengkurap.
  2. Tertawa.
  3. Menggerakkan kepala ke kiri dan kanan.
  4. Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum.
  5. Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh.

Nasihat bagi para orang tua dan pengasuh
  • Sering memeluk dan menimang bayi dengan penuh kasih sayang.
  • Gantung benda berwarna cerah yang bergerak dan bisa dilihat bayi.
  • Ajak bayi tersenyum dan bicara.
  • Perdengarkan musik pada bayi.

Berbagai tanda peringatan yang harus diwaspadai
  • Tidak mau menyusui atau daya hisap bayi untuk menyusui lemah.
  • Gerakan kaki dan lengan sedikit sekali.
  • Tidak bereaksi terhadap suara atau cahaya walaupun terang sekali.
  • Menangis lama sekali tanpa alasan yang jelas.
  • Muntah dan diare, yang dapat mengakibatkan dehidrasi.

Perkembangan bayi usia 4-6 bulan


Pada umur enam bulan seorang bayi bisa
  1. Berbalik dari telungkup ke telentang.
  2. Mempertahankan posisi kepala tetap tegak.
  3. Meraih benda yang ada di dekatnya.
  4. Menirukan bunyi.
  5. Menggenggam mainan.
  6. Tersenyum ketika melihat mainan atau gambar yang menarik.

Nasihat untuk para orang tua dan pengasuh
  • Sering tengkurapkan bayi.
  • Gerakkan benda ke kiri dan ke kanan di depan matanya.
  • Perdengarkan berbagai bunyi-bunyian.
  • Beri mainan benda yang besar dan berwarna.
  • Baringkan bayi pada lapisan permukaan yang bersih,rata, dan aman sehingga bayi dapat
  • bergerak dengan leluasa untuk meraih berbagai benda.
  • Lanjutkan kebiasaan untuk memegang dan memeluk bayi setiap hari, serta berikan kasih sayang serta cinta.
  • Pangku atau pegang bayi dalam posisi yang aman sehingga ia dapat meilhat apa yang terjadi disekitarnya.
  • Lanjutkan memberi ASI baik siang ataupun malam, sesuai dengan keinginan bayi, dan mulai memberi makanan lain (dua hingga tiga kali makan dalam satu hari, dimulai sejak usia enam bulan, tiga hingga empat kali dalam sehari mulai usia sembilan bulan).
  • Ngobrol, membaca, atau menyanyi bersama anak sesering mungkin, tidak saja ketika lapar atau saat mau tidur.

Berbagai tanda peringatan yang harus diwaspadai
  • Kejang atau sulit menggerakkan anggota tubuh.
  • Kepala bergerak terus (mungkin merupakan gejala infeksi telinga yang dapat mengakibatkan tuli jika tidak diobati).
  • Merespon sangat lemah terhadap suara, wajah yang sudah dikenal atau pemberian ASI.
  • Menolak pemberian ASI atau makanan lain.

Perkembangan bayi usia 6-12 bulan


Umur 9 bulan bayi bisa
  1. Merambat.
  2. Mengucapkan ma..ma..da..da..da.
  3. Meraih benda sebesar kacang.
  4. Mencari benda atau mainan yang dijatuhkan.
  5. Bermain tepuk tangan atau ciluk ba.
  6. Makan kue atau biskuit sendiri.

Umur 12 bulan bayi bisa
  1. Berdiri dan berjalan berpegangan.
  2. Memegang benda kecil.
  3. Meniru kata sederhana seperti ma..ma.. pa..pa..
  4. Mengenal anggota keluarga.
  5. Takut pada orang yang belum dikenal.
  6. Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek.

Nasihat untuk para orang tua dan pengasuh
  • Ajari bayi duduk.
  • Ajak main ciluk ba.
  • Ajari memegang dan makan biscuit.
  • Ajari memegang benda kecil dengan dua jari.
  • Ajari berdiri dan berjalan dengan berpegangan.
  • Ajak bicara sesering mungkin.
  • Latih mengucapkan ma..ma..pa..pa.
  • Beri mainan yang aman dipukul-pukul.
  • Tunjuk beberapa benda dan sebutkan nama benda-benda tersebut, bermain, bicara dan bacakan kepada anak sesering mungkin.
  • Gunakan waktu makan dan kegiatan keluarga lainnya untuk mendorong pergaulan dengan seluruh keluarga.
  • Limpahkan selalu kasih sayang kepada anak, dan berikan reaksi baik pada waktu anak sedang senang ataupun sedang marah.
  • Jika seorang anak perkembangannya lambat atau mengalami cacat fisik, maka pusatkan perhatian pada kecacatan tersebut dan berikan stimulasi serta interaksi ekstra.
  • Jangan biarkan anak berada pada satu posisi selama beberapa jam.
  • Berikan lingkungan yang aman untuk mencegah kecelakaan, dan hindarkan benda berbahaya, seperti benda tajam, kantung plastik, dan berbagai benda kecil yang dapat ditelan anak.
  • Lanjutkan menyusui dan yakinkan anak mendapatkan makanan yang cukup serta berbagai jenis makanan keluarga.
  • Bantulah anak mengenal penggunaan sendok dan mangkok makan.
  • Yakinkan bahwa anak telah memperoleh imunisasi lengkap dan menerima dosis suplemen gizi sesuai dengan yang dianjurkan.
  • Jagalah agar tangan anak tetap bersih dan mulai mengajari anak mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

Berbagai tanda peringatan yang harus diwaspadai
  • Tidak mengeluarkan bunyi ketika bereaksi terhadap yang lain.
  • Tidak memperhatikan berbagai benda yang bergerak.
  • Tidak bergairah dan tidak peduli terhadap pengasuh.
  • Kehilangan selera makan atau menolak makan.

Perkembangan bayi usia 1-2 tahun


Umur dua tahun, seorang anak harus mampu untuk
  1. Naik tangga dan berlari-lari.
  2. Mencoret-coret pensil pada kertas.
  3. Dapat menunjuk satu atau lebih bagian tubuhnya.
  4. Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti, seperti bola, piring dan sebagainya.
  5. Memegang cangkir sendiri.
  6. Belajar makan minum sendiri.

Nasihat untuk para orang tua dan pengasuh
  • Ajari berjalan di undakan atau tangga.
  • Ajak membersihkan meja dan menyapu.
  • Ajak membereskan mainan.
  • Ajari mencoret-coret di kertas.
  • Ajari menyebut bagian tubuhnya.
  • Bacakan cerita anak.
  • Ajak bernyanyi.
  • Ajak bermain.
  • Berikan pujian kalau ia berhasil melakukan sesuatu.

Berbagai tanda peringatan yang harus diwaspadai
  • Kurang peduli kepada orang lain.
  • Sulit menjaga keseimbangan ketika berjalan.
  • Mengalami luka dan berbagai perubahan dalam perilaku yang sulit dipahami (terutama setelah anak telah dirawat oleh orang lain).
  • Kehilangan selera makan.

Bisa saja pertumbuhan dan perkembangan anak yang satu dengan yang lainnya tidak sama. Kemajuan yang lambat bisa jadi merupakan hal yang normal atau mungkin disebabkan oleh gizi yang tidak cukup, kurangnya rangsangan, kesehatan yang buruk atau masalah lain yang lebih serius. Orang tua boleh mendiskusikan kemajuan anak mereka dengan petugas kesehatan terlatih.

Sumber:
Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon