Monday, March 5, 2018

Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib Tentang Hidup Ilmu Cinta Teman dan Sabar

Tags

Ali bin Abi Thalib lahir sekitar 13 Rajab 23 Pra Hijriah atau 599 Masehi. Beliau wafat pada 21 Ramadan 40 Hijriah atau 661 Masehi. Ali adalah salah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad SAW. Ali merupakan sepupu dan sekaligus mantu Nabi Muhammad SAW, setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra. Ia pernah menjabat sebagai salah seorang khalifah pada tahun 656 sampai 661.

Menurut Islam Sunni, ia adalah Khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin. Sedangkan Syi'ah berpendapat bahwa ia adalah Imam sekaligus Khalifah pertama yang dipilih oleh Rasulullah Muhammad SAW. (wikipedia)


Kata mutiara Ali bin Abi Thalib tentang teman


1. “Janganlah engkau merasa senang dengan banyaknya teman, selama mereka bukan orang yang baik-baik. Sebab, kedudukan teman seperti api, sedikitnya adalah kenikmatan, sedangkan banyaknya adalah kebinasaan.”

Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib

2.” Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.”
3. “Bergaulah dengan cara yang mengundang ratap-tangis orang bila kau meninggal dunia, dan tariklah simpati mereka selama engkau hidup bersama mereka.”
4. “Jangan menginginkan persahabatan orang yang tak menginginkannya darimu.”
5. “Lunakkan sikapmu terhadap saudarmu yang bersikap kasar. Yang demikian itu pasti akan memperlunak sikapnya terhadapmu.”
6. “Seorang yang benar-benar kawan karib ialah yang menjaga kepentinganmu dikala engkau sedang berada jauh darinya.”
7. “Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya.”
8. “Jangan mengucapkan kata-kata yang menertawakan pribadi seseorang walaupun engkau hanya menirukan sesuatu yang dikatakan oleh orang lain.”
9. “Jangan membuat kecewa orang yang telah berbaik sangka terhadapmu, dan jangan melanggar hak saudarmu semata-mata disebabkan kau begitu yakin akan kuatnya hubungan dengannya. Seseorang yang selalu kaulanggar haknya tidak akan rela menjadi saudaramu.”

Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib

10. “Seseorang tak patut disebut sebagai teman bila ia tak menjaga hak kawannya dalam tiga keadaan, ketika ia ditimpa bencana, ketika sedang bepergian jauh dan ketika ia meninggal dunia.”
11. “Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni yang bersalah padamu.”
12. “Angan menjadikan musuh saudaramu sebagai kawanmu sehingga dengan begitu engkau telah memusuhi saudarmu sendiri.”
13. “Cintailah sahabatmu sampai kesuatu batas, krn mungkin ia akan berbalik menjadi musuhmu suatu hari kelak.  Dan bencilah musuhmu hingga ke suatu batas krn mungkin kelak ia berbalik menjadi sahabatmu”
14. “Bertanyalah tentang kawan seperjalananmu sebelum bertanya tentang jalan yang akan kau lalui. Bertanyalah tentang calon tetanggamu sebelum bertanya tentang rumah yang akan kau diami.”
15. “Ucapan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yang diwarisi nenek moyang.”
16. ” Wahai anakku, jangan sekali-kali memilih seorang bodoh sebagai kawan karibmu, sebab ia hanya akan mendatangkan kesulitan bagimu sementara ia justru ingin  menolongmu. Jangan kau jadikan seorang bakhil sebagi temanmu, sebab ia akan menjauhkan diri darimu justru pada saat engkau sangat membutuhkannya."
17. "Jangan berkawan dengan orang yg berbudi rendah, sebab ia akan ‘menjualmu’ dengan semurah harga. Dan jangan berteman dengan seorang pendusta, sebab ia sama saja dengan fatamorgana, mendekatkan bagimu yang jauh dan menjauhkan yang dekat.”
18. “Sebaik-baik teman, jika engkau tidak membutuhkannya, dia akan bertambah dalam kecintaannya kepadamu, dan jika engkau membutuhkannya, dia tidak akan berkurang sedikitpun kecintaannya kepadamu”

Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib

19. “Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau teman yang selalu berburuk sangka.”
20. “Orang yang paling terasing ialah yang tidak mempunyai kawan karib yang amat dikasihi dan mengasihinya.”
21. “Perlakukan kawanmu seperti perlakuanmu terhadap kerabatmu.”
22. “Adakalanya seorang yang dekat kekerabatannya namun lebih jauh dari yang jauh. Dan ada pula yang jauh kekerabatannya namun lebih dekat dari yang dekat.”

Kata mutiara Ali bin Abi Thalib tentang kejujuran


23. “Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat.”
24. “Berhati-hatilah dengan kebohongan, baik besar ataupun kecil, serius ataupun bercanda, karena jika seorang menceritakan sebuah kebohongan kecil, maka dia akan memiliki keberanian untuk menceritakan kebohongan besar.”

Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib

25. “Kejujuran akan menyelamatkanmu meski kamu merasa takut akan hal itu.”
26. “Wahai manusia, cobalah untuk berlaku jujur karena Allah akan menolong orang-orang yang jujur. Hindari berbohong karena itu akan merusak imanmu. Ketahuilah bahwa orang jujur berada di ambang kemuliaan dan kehormatan, sementara pendusta berada di ambang kehancuran dan kebinasaan.”


Kata mutiara Ali bin Abi Thalib tentang cinta dan wanita


27. “Kecemburuan seorang wanita adalah kekufuran, sedangkan kecemburuan seorang laki-laki adalah keimanan.”

Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib

28. “Sesungguhnya wanita sanggup menyembunyikan cinta selama empat puluh tahun, namun tidak sangup menyembunyikan kebenciaan walau hanya sesaat.”
29. “Jangan berhenti berdoa untuk yang terbaik bagi orang yang kau cintai.”
30. “Jangan membenci siapapun, tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu.”
31. “Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.”

Kata mutiara Ali bin Abi Thalib tentang ilmu


32. “Ilmu tanpa akal ibarat seperti memiliki sepatu tanpa kaki. Dan akal tanpa ilmu ibarat seperti memiliki kaki tanpa sepatu.”
33. “Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.”
34. “Ikatlah ilmu dengan menulis.”
35. “Dua jenis manusia yang tak akan merasa kenyang selama-lamanya: pencari ilmu dan pencari harta.”
36. “Apabila akal tidak sempurna maka kurangilah berbicara.”

Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib

37. “Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya.”
38. “Memuji seseorang lebih daripada yang ia berhak menerimanya sama saja menjilatnya. Tetapi melalaikan pujian bagi orang yang berhak menerimanya menunjukkan kebodohan dan kedengkian.”
39. “Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah bila debelanjakan.”
40. “Pergunjingan adalah puncak kemampuan orang-orang yang lemah.”

Kata mutiara Ali bin Abi Thalib tentang sabar


41.” Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.”
42. ”Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.”
43. “Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu.”
44. “Sifat pemarah adalah musuh utama akal.”

Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib

45. “Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.”
46. “Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan.”

Kata mutiara Ali bin Abi Thalib tentang hidup


47. “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia.”
48. ”Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu.”
49. “Memaafkan adalah kemenangan terbaik.”
50. “Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya menjadi obat penyembuh.”
51. “Jadilah orang yang dermawan tapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir.”
52. “Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya.”
53. “Manusia adalah musuh bagi apa yang tidak dia ketahui.”
54. “Tanda-tanda orang nan celaka antara lain: bergairah dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan haram dan menjauhi nasihat.”

Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib

55. “Hiduplah dengan rendah hati, tidak peduli seberapa kekayaanmu.”
56. “Orang yang hanya berfikir bagi kepentingan perutnya sahaja maka harga dirinya serupa dengan apa yang keluar dari isi perutnya.”
57. “Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.”
58. “Bila sikap lemah lembut hanya mengakibatkan timbulnya kekerasan maka kekerasan adalah suatu bentuk kelembutan hati.”
59. “Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya.”
60. “Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik.”
61. “Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada kekayaan yang disertai penyelewengan.”
62. “Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu.”
63. “Hati manusia adalah seperti binatang buas. Barangsiapa hendak menjinakkannya, akan diterkamnya.”
64. “Kesempatan datang bagai awan berlalu. Pegunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu.”
65. “Yang terbaik di antara kalian ialah mereka nan berakhlak paling mulia.”
66. “Berikanlah banyak, meskipun menerima sedikit.”
67. “Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.”
68. “Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi.”
69. “Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih.”

Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib

70. “Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya sebab ketakutan menghadapinya lebih menganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri.”
71. “Orang yang berdoa tanpa beramal sama halnya seperti pemanah tanpa busur.”
72. “Menjaga air muka adalah hiasan bagi orang miskin, sebagaimana syukur adalah hiasan bagi orang kaya.”

Kata mutiara Ali bin Abi Thalib tentang fitnah


Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib

73.”Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya.”
74. “Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat-tempat yang mencurigakan janganlah ia menyalahkan orang lain yang berburuk sangka kepadanya.”

Kata mutiara Ali bin Ali Thalib tentang berani


75. “Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapan pun dia tidak akan menjadi orang berani.”
76. “Keberanian seseorang sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat.”

Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon