Sunday, March 25, 2018

7 Hadist Tentang Menuntut Ilmu

Ilmu sangat banyak manfaatnya, itu mengapa banyak orang yang sekolah, kursus dan mondok. Mencari ilmu juga identik dengan mahal, apa lagi bagi warga yang tidak mampu. Dengan kondisi yang ada saat ini, sudah benarkah cara mencari ilmu, apakah setiap orang harus mencari ilmu?

Untuk menjawab pertanyaan diatas tentu saja harus ada landasan yang kuat. Di bawah ini adalah ulasan tentang ilmu menurut islam yang bersumber dari berbagai hadist.

7 Hadist Tentang Menuntut Ilmu

Hadist itu apa?


Hadis (Arab: الحديث, har. 'berbicara, perkataan, percakapan'‎), disebut juga sunnah, adalah perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad yang dijadikan landasan syariat Islam. Hadis dijadikan sumber hukum Islam selain al-Qur'an, dalam hal ini kedudukan hadis merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur'an. (Wikipedia)

Ilmu menurut para ahli


Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum, sedangkan pengetahuan adalah pengalaman yang bersifat pribadi/kelompok dan belum disusun secara sistematis karena belum dicoba dan diuji. (Minto Rahayu)

Ilmu adalah falsafah. yaitu hasil pemikiran tentang batas-batas kemungkinan pengetahuan manusia. (Dr. H. M. Gade)

Ilmu adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya. (M. Izuddin Taufiq)

Hadist menuntut ilmu


1. "Dari Abu Hurairah Ra. bahwasannya Nabi Saw. bersabda, 'Barang siapa yang mengadakan perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan kepadanya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

2. "Dari Abu Hurairah Ra. berkata, 'Rasulullah Saw. bersabda, 'Apabila anak Adam meninggal dunia maka putuslah seluruh amalnya kecuali tiga hal, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim)

3. "Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)

4. "Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula". (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Rasulullah Saw. Bersabda: "Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah)

6. “Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?” Nabi SAW menjawab,”majelis-majelis ta’lim/ilmu.” (HR. Al-Thabrani)

7. "Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Nabi Muhamad pernah bersabda, 'Janganlah ingin seperti orang lain, kecuali seperti dua orang ini. Pertama orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah dan ia membelanjakannya secara benar, kedua orang yang diberi Allah al-Hikmah dan ia berprilaku sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain." (HR. Bukhari)

Dari hadist di atas dapat diambil pelajaran bahwa menuntut ilmu sangat penting sekali, ilmu yang bermanfaat adalah salah satu amal yang tidak akan putus walaupun sudah meninggal. Ilmu adalah investasi yang amalnya terus mengalir sampai kiamat.

Ada ilmu dunia dan ilmu akhirat, jika ingin selamat kedua-duanya maka harus memepelajari keduanya. Ilmu sekolah ilmu pengetahuan umum penting, ilmu akhirat juga penting, lebih baik mempelajari keduanya.

Membaca adalah perintah Allah


Mari membaca, membaca dan membaca.

Surah yang pertama diturunkan Allah adalah surah Al 'Alaq ayat 1-5, dimana dalam surat tersebut ada perintah membaca. Berikut ini terjemahan ayatnya.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq :1-5)

Membaca banyak manfaatnya, berbagai penelitian telah membuktikannya. Salah satu manfaat membaca selain mendapatkan ilmu, membaca dapat menghilangkan stress.

Meskipun begitu, tingkat membaca di Indonesia masih sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Sebagai umat muslim, yang mengimani Al-Quran sudah semestinya menjadikan membaca sebagai rutinitas sehari-hari. Fakta malah menunjukkan sebaliknya, justru orang non muslim yang banyak membaca, padahal mereka tidak mengimani Al-Quran.

Menuntut ilmu banyak sekali metodenya, bisa mendengarkan audio, berdiskusi, dan masih banyak lagi. Namun ada cara yang sangat sederhana untuk menuntut ilmu yang sudah terbukti kelebihannya, yaitu membaca.

Mari mencari ilmu dari hal yang sederhana, yaitu dengan membaca.

Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon