Rabu, 12 Februari 2020

Update Terbaru dan Perkembangan Novel Coronavirus (2019-nCoV) di Indonesia

Gambar: @KemenkesRI

Novel Coronavirus di Dunia


Di seluruh dunia, berdasarkan data per tanggal 10 Februari 2020, Kasus coronavirus yang sudah terkonfirmasi sebanyak 40.554 kasus, dimana 40.235 kasus diantaranya dilaporkan berasal dari Tiongkok. Virus ini juga sudah dilaporkan telah menyebar ke 26 negara.

Novel Coronavirus di Indonesia


Di Indonesia sampai saat ini belum ditemukan kasus positif nCoV. Dari 64 Spesimen yang diterima oleh Badan Litbang Kesehatan per tanggal 10 Februari berasal dari 16 provinsi yang ada di Indonesia, 62 spesimen dinyatakan hasilnya negatif dan 2 lainnya masih dalam pemeriksaan.

Keenambelas provinsi tersebut adalah DKI Jakarta (14), Bali (11), Jateng (7), Jabar (6), Jatim (6), Banten (4), Sulut (4), Jogja (3), Kaltim (2), Papua Barat (1), NTB (1), Jambi (1), Bengkulu (1), Kepri (1), Kalbar (1), dan Sultra (1).

Untuk situasi di Natuna, semuanya dalam keadaan sehat, tidak ada yang menunjukkan gejala-gejala yang mengarah pada novel coronavirus seperti demam, flu berat maupun sesak nafas.

Jaga Kesehatan dengan GERMAS


Dengan adanya kasus corona virus di berbagai negara, dimana vaksin untuk virus ini belum ditemukan sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk selalu menjaga kesehatan. Kita sepakat bahwa kekayaan yang paling berharga adalah kesehatan. Untuk itu kita selalu jaga kesehatan dengan membudayakan perilaku GERMAS yakni: 
  1. Rutin beraktivitas fisik
  2. Makan buah dan sayur
  3. Tidak merokok
  4. Tidak konsumsi alkohol
  5. Cek kesehatan secara berkala

Sampai saat ini di Indonesia belum ada konfirmasi positif mengenai infeksi novel coronavirus. Semua sudah dilakukan sesuai pedoman WHO, kalau belum ada kasus terkonfirmasi novel coronavirus, maka flashback ke tahun 2012 bahwa Indonesia bebas dari SARS dan MERS-CoV. 

Walaupun belum ada kasus terkonfirmasi positif terinfeksi novel coronavirus (2019-nCoV), namun kewaspadaan tetap lakukan dan pemeriksaan akan update terus, dan kemampuan lab pun sudah berkompeten menangani kasus tersebut karena sudah mendapat sertifikat biomolekuler.

Untuk biaya reagen Kepala Balitbangkes menjelaskan bahwa Laboratorium Balitbangkes merupakan Public Health Lab tujuannya memeriksa emerging desease, tidak hanya untuk orang saja tetapi harus direspon secara nasional.

Arus informasi mengenai kasus novel coronavirus begitu masif, supaya informasi yang beredar tidak simpang siur dan tidak menimbulkan hoax sehingga menciptakan keresahan pada masyarakat, Kementerian Kesehatan Indonesia menyediakan hotline coronavirus di nomor berikut: 021-5210411 dan 0812 1212 3119.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI


EmoticonEmoticon