Senin, 06 Mei 2019

Apa yang Bisa Kamu Lakukan Jika Kamu Obesitas?

Pola makan yang tidak sehat jika dibiarkan terjadi akan meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk, overweight, bahkan obesitas. Obesitas meningkatkan risiko penyakit tidak menular yang berimplikasi pada penurunan produktivitas dan usia harapan hidup.

Pengertian Obesitas


Sebelum lebih dalam membahas Obesitas, kita cari tahu definisi hakiki dari obesitas.

Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidak seimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama (WHO,2000).

Dari pengertian di atas kita dapat mengetahui bahwa faktor terbesar yang menyebabkan obesitas adalah MAGER alias jarang aktivitas fisik. Selain itu faktor pola makan yang kurang sehat juga jadi penyebab obesitas.

Apabila kamu sering mengonsumsi makanan dengan kepadatan energi yang tinggi seperti makanan tinggi lemak dan gula serta kurang serat bisa menyebabkan ketidakseimbangan energi.

Bahaya Obesitas


Obesitas ini bisa berbahaya bagi kesehatan tubuhmu lho!

Obesitas berisiko 2 kali lipat mengakibatkan jantung koroner, stroke, kencing manis, dan hipertensi. Selain itu juga berisiko tinggi terkena kanker dan batu empedu.

Selain itu, obesitas juga memiliki dampak sosial seperti mengurangi rasa percaya diri karena penampilan kurang menarik, gerakan menjadi lamban yang dapat menghambat produktivitas kerja

Yang harus dilakukan jika kamu Obesitas? 



Pada prinsipnya, sebenarnya obesitas remaja dapat dicegah dengan mengatur pola dan porsi makan dan minum, perbanyak konsumsi buah dan sayur, banyak melakukan aktivitas fisik, hindari stres dan cukup tidur.

Cara Menghitung Berat Badan Ideal


Hal yang sangat penting yang perlu diketahui jug adalah berat badan ideal kita. Apakah saat ini berat badan kita berada pada kondisi obesitas, ideal atau malah kekurangan gizi. Untuk mengetahui berat ideal dapat dilakukan dengan rumus berikut ini:

Cara menghitung indeks masa tubuh

Batas ambang IMT (Indeks Masa Tubuh) ditentukan dengan merujuk ketentuan FAO/WHO. Untuk Negara Indonesia, batas ambang dimodifikasi berdasarkan pengalaman klinis dan hasil penelitian di beberapa negara berkembang. Batas IMT untuk Indonesia yaitu:

Tabel hasil itung indeks masa tubuh IMT

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui indeks masa tubuh kita, jika hasilnya tidak normal, tentu saja Anda harus mengatur pola makan yang lebih sehat. Jika diperlukan, Anda juga dapat berkonsultasi ke ahli gizi untuk mengatur pola makan yang sehat.

Sumber: Kemenkes RI


EmoticonEmoticon