Tuesday, February 6, 2018

Apakah Status Itu Penting? Apakah Hidup Butuh Label?


Setiap orang bebas menilai apa pun yang dia lihat dan yang dia rasakan. Bahkan orang-orang yang ada disekitarmu, dia bisa menilaimu semaunya, dan itu bukanlah masalah, karena semua orang bebas menilai, karena tidak ada yang bisa mengendalikan cara orang berpikir kecuali diri mereka sendiri.

Apakah status itu penting?


Bagi saya tidak penting, namun bagi sebagian orang status adalah sesuatu yang sangat penting. Misalnya status profesi sebagai perawat, bidan, dokter atau lainnya. Bisa juga status menikah atau bujang, kaya atau miskin, kerja atau pengangguran, kepala atau anak buah, dan status-status lainnya. Semua itu tidak terlalu penting, bagi saya yang lebih penting adalah apa yang kita lakukan saat ini.

Bisa saja dulu seseorang pernah mencuri ayam, dan setelah bertahun-tahun kejadian itu berlalu orang itu tidak pernah mencuri ayam lagi, bahkan dia sekarang dia adalah orang yang suka bersedekah, namun dengan cara tersembunyi sehingga tak ada seorang pun yang tau. Walau pun dia sekarang menjadi orang yang lebih baik namun masyarakat tetap memberikan status dia adalah pencuri. Itu lah hidup, begitu adanya, santai saja.. itu bukanlah masalah.

Mungkin banyak orang yang mencari status dengan memanipulasi kehidupan, makanya hidup santai saja, kita tidak tau apa yang dialami seseorang, bisa saja kita menilai sesuai dengan kenyataan, namun bagaimana jika kita menilai yang tidak sesuai dengan kenyataan, toh kita tidak tau sepenuhnya kehidupan seseorang. Cara yang paling mudah adalah nilailah sesuatu dari segi positif, apa pun itu.

Jika menilai dari segi positif, jika tidak sesuai kenyataan, maka anggaplah bahwa itu adalah harapan atau doa yang baik. Misalnya kita menilai si A adalah orang yang jujur, namun kenyataannya dia adalah penipu, anggap saja kejujuran itu sebagai harapan bahwa dia akan berlaku jujur. Kalau begitu nanti kita bisa sering kena tipu sama si A dong, bagi saya itu persoalan yang berbeda. Semua orang bisa menipu, bukan hanya si A, oleh karena itu harus waspada tetapi dengan sikap yang positif.

Apakah hidup butuh label


Hidup tidak butuh label, tetapi orang pasti akan memberikan label-label untuk orang lain. Mau tidak mau kita pasti akan diberikan label tertentu oleh orang lain, dan setiap orang bisa saja memberikan label yang berbeda untuk kita.

Orang dengan pengetahuan sempit pasti akan banyak memberikan label-label pada seseorang, namun berbeda dengan orang yang memiliki pengetahuan luas, mereka tau bahwa setiap orang bisa menjadi apa saja. Mungkin saja mereka melakukan itu karena itu adalah pilahan terbaik bagi mereka. Setiap orang bisa menjadi baik atau jahat, itu adalah hal yang biasa, karena kita adalah manusia, bukan malaikat yang sudah ditakdirkan tidak melakukan kejahatan.

Walau pun kita bisa menjadi apa saja, pada hakikatnya kita harus menjadi mahkluk yang baik. Manusia seperti jalan dan dijalankan, artinya manusia itu memiliki pilihan seperti memilih makan tahu dari pada makan tepe, memilih jujur atau tidak jujur, kita mempunyai pilihan. Tetapi manusia juga dijalankan, kita tidak bisa memilih, seperti apakah kita laki-laki atau perempuan, apakah kita ras jawa atau sunda, kita tidak bisa memilih, kita sudah dipilihkan oleh tujan.

Seperti orang yang bunuh diri, walau pun kematian adalah takdir tuhan, telah di tetapkan oleh tuhan, tetapi memilih hidup atau bunuh diri adalah pilihan kita. Hidup memang berjalan dan dijalankan, yang dijalankan biarlah tuhan yang mengurusnya, kewajiban kita adalah berjalan di jalan yang benar.

Untuk itu, jangan melabeli orang dengan sesuatu yang buruk, jika mau melabeli, berilah label yang mulia.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi

2 komentar

seiring berkembangnya jaman, kebanyakan orang mempertahankan harga diri dan image baik. normal sih, walau kadang kelewat batas :D


EmoticonEmoticon