Wednesday, January 17, 2018

Aktivitas Fisik Dapat Mencegah Kematian Di Usia Muda

Di jaman sekarang ini, semakin banyak orang yang meninggal diusia muda, kalau ditelaah lebih jauh wajar saja ini bisa terjadi. Banyak anak muda yang menjalani gaya hidup yang tidak sehat seperti kurangnya aktifitas fisik, merokok, serta mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi gula, lemak dan bahan pengawet.


Gaya hidup tidak sehat seperti di atas merupakan pemicu timbulnya penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, stroke dan kanker, dimana penyakit jantung dan kanker merupakan penyebab utama kematian di usia muda.

Salah satu solusi untuk mengatasi banyaknya orang yang meninggal di usia muda adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Sepertinya aktivitas hal yang sepele, namun di belakang tindakan sederhana tersebut terdapat manfaat yang sangat luar biasa.

Studi ilmiah menunjukkan bahwa aktifitas fisik dapat mengurangi risiko kematian pada usia muda dari penyakit jantung dan kanker. Orang yang melakukan aktifitas fisik selama 7 jam dalam seminggu memiliki risiko 40% lebih rendah mengalami kematian dini dibandingkan mereka yang melakukan aktivitas fisik kurang dari 30 menit seminggu.

Penelitian lain menunjukkan hasil yang tidak jauh beda. Melakukan aktifitas fisik sedikitnya 2,5 jam berupa senam aerobik secara intensif setiap minggu banyak menurunkan risiko kematian di usia muda.

Study diatas telah membuktikan bahwa melakukan aktivitas fisik sangat baik untuk kesehatan. Lalu sebenarnya apakah yang dimaksud dengan aktivitas fisik, aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi.

Aktifitas fisik dapat dibedakan menjadi 3 macam

1. Aktivitas Fisik Ringan 
Aktivitas ini hanya membutuhkan sedikit energi, tidak sampai menyebabkan perubahan napas dan ketahanan. Contoh: menyapu lantai, duduk, dan berjalan kaki 

2. Aktivitas Fisik Sedang 
Membutuhkan tenaga intens atau terus menerus, gerakan otot yang berirama atau kelenturan (flexibility). Contoh: berenang, lari kecil, bersepeda, jalan cepat, dan mencuci baju.

3. Aktivitas Berat 
Biasanya berhubungan dengan olahraga dan membutuhkan kekuatan (strength). Contoh: Aerobik, tinju, sepakbola, dan lari.

Ketika melakukan aktivitas fisik, lebih baik mengikuti prinsip prinsip-prinsip seperti berikut ini.
  1. Latihan fisik sesuai dengan kemampuan, jangan memaksakan latihan fisik, malah bisa menyebabkan cedera.
  2. Latihan fisik sesuai dengan hobi atau kesukaan. Waktu menjalankan kativitas fisik jadi menyenangkan, jadi akan rajin melakukannya. Kalau hobi berenang dapat melakukan aktivitas fisik dengan berenang.
  3. Latihan fisik bervariasi, jika bosan melakukan itu-itu aja bisa dilakukan dengan melakukan aktivitas lain.
  4. Latihan fisik ada perubahan, jika dalam satu bulan mampu lari lapangan 1 kali, maka pada bulan kedua dapat lari 2 putaran.
  5. Lakukan latihan fisik dengan urutan pemanasan → inti → pendinginan. Dilakukan untuk meminimalkan cidera.

Banyak pilihan latihan fisik yang bisa dilakukan dirumah, latihan fisik yang cukup populer adalah joging. Aktivitas ini mudah dilakukan dan sangat menyenangkan, apa lagi jika disekitar tempat tinggal ada taman, sambil joging bisa melihat bunga-bunga serta menikmati udara yang segar.

Aktivitas fisik lainnya yang cukup populer adalah sepak bola dan bersepeda, bisa juga maen bulu tangkis. Aktifitas tersebut lebih dipilih karena tidak membosankan, karena selain mendapatkan manfaat secara jasmani mereka juga mendapatkan kesenangan pikiran dan perasaan.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon