Monday, December 25, 2017

Benarkah Kadang Hidup Tak Seindah Mimpi

Benarkah Kadang Hidup Tak Seindah Mimpi

Hidup bisa indah, buruk, bahagia, menderita atau apa pun juga. Setiap kemungkinan bisa terjadi selama kita masih hidup, untuk itu kita harus melakukan hal-hal yang memperbesar kemungkinan untuk menjadi yang baik. Tetapi apa pun yang akan terjadi nanti kita tidak pernah tau, karena Tuhan yang menentukan semuanya. Manusia memang bisa memprediksi, tetapi Tuhan-lah yang menentukan.

Oleh karena itu wajar saja kalau ada yang merasa "Kadang Hidup Tak Seindah Mimpi". Bukan hanya kadang tetapi sering hidup tak seindah mimpi dan ini juga adalah hal yang wajar, ini lah hidup. Harus melakukan tindakan nyata, bukan hanya bermimpi. Karena hidup adalah kenyataan sedangkan mimpi hanyalah angan-angan. 

Sebenarnya kurang tepat kalau mengaitkan antara hidup dan mimpi, dalam hidup keindahan itu dirasakan, diupayakan, dan didefinisikan sesuai dengan kenyataan. Sedangkan dalam mimpi keindahan itu tak terbatas, kita bebas untuk memimpikan sesuatu tanpa ada batasan apa pun, sehingga wajar jika hidup itu tak seindah mimpi. Karena hidup dan mimpi adalah dua hal yang memiliki sifat berbeda.

Hidup seperti mobil dengan kecepatan maksimal Formula 1, dan mimpi bagaikan mobil dengan kecepatan maksimal cahaya.

Memahami analogi diatas, dapat kita pelajari bahwa jika mimpi itu berjalan dengan kecepatan 20 km/jam maka mimpi itu mudah untuk menjadi kenyataan, namun jika mimpi itu berjalan dengan kecepatan 1000 km/jam maka mimpi itu sulit menjadi nyata, karena hidup hanya mampu berjalan paling cepat 450 km/jam

Hidup itu nyata, ada batasannya, sedangkan mimpi itu bebas, tidak ada batasannya. Sebagai contoh ada orang yang memimpikan bahwa jika dia mati, dia akan hidup kembali setelah setengah jam kematiannya. Jika dibandingkan dengan hidup yang nyata, tentu saja sangat berbeda. Kita tau bahwa tidak ada orang yang mati bisa hidup kembali. Itu semua terjadi karena dalam hidup yang nyata ada batasan-batasan yang memang tidak bisa dilakukan manusia.

Yang perlu disadari bahwa kita bisa menyelaraskan antara mimpi dan kenyataan. Walaupun mimpi itu sangat sulit, kita harus percaya bahwa mimpi itu mungkin untuk dilakukan. Jangan bermimpi untuk sesuatu yang tidak mungkin terjadi, misalnya bermimpi untuk tidak mati alias kekal hidup selamanya. Tetapi dalam hidup ini, kita harus bermimpi, karena itu adalah gratis dan menyenangkan. Toh lebih baik bermimpi daripada tidak punya mimpi sama sekali.

Mimpi setiap orang berbeda-beda, semua itu tergantung pada kemampuannya untuk berpikir. Liat saja Thomas Alfa Edison yang bermimpi untuk menciptakan lampu, dia bermimpi seperti itu karena menurut apa yang ia ketahui bahwa lampu itu mungkin untuk diciptakan. Tetapi bagi orang yang tidak memiliki pengetahuan seperti Thomas Alfa Edison tentu saja mimpi membuat lampu tersebut terlihat sangat bodoh dan sia-sia.

Tingkat pengetahuan seseorang sangat berpengaruh terhadap apa yang diimpikannya. Salah satu cara kuno dan masih tetap manjur untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan membaca. Study yang sudah banyak dilakukan membuktikan bahwa orang yang memiliki perpustakaan dirumahnya kualitas hidupnya lebih indah, baik dari segi ekonomi maupun urusan keluarga.

Bila kita melihat kembali ungkapan bahwa "Kadang Hidup Tak Seindah Mimpi",  dapat diambil dua poin penting mengapa hal itu terjadi. Yang pertama bisa saja mimpi tersebut adalah mimpi yang tak mungkin terjadi, walaupun sudah melakukan semua usaha, hidup tidak akan pernah seindah mimpi. Yang kedua adalah mimpi itu mungkin untuk diwujudkan tetapi yang ia usahakan atau yang ia lakukan bukanlah sesuatu yang membuat mimpi itu terwujud, atau malah ia tidak melakukan apa-apa untuk mimpinya tersebut.

Jika saat ini hidup tak seindah mimpi itu adalah hal biasa, tetapi tetap berusaha dan terus berusaha agar menjadi indah. Pada hakekatnya segala sesuatu itu indah jika kita menerima bahwa sesutu itu indah. Misalnya ketika pergi kepasar untuk membeli ikan, dan ternyata ikan yang dicari sudah habis. Orang tersebut dapat bereaksi bahwa itu tidak indah karena tidak mendapatkan ikan yang diinginkannya. Tetapi dia juga dapat bereaksi bahwa kejadian itu indah karena ia tidak bisa beli ikan namun ia malah bisa membeli topi yang selama ini dia idam-idamkan.

Bersyukur adalah kunci menjadi bahagia dan mendapatkan hidup yang indah. Menerima segala sesuatu yang terjadi sebagai yang terbaik dan juga menjalani yang ada dengan baik pula.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon