Sunday, October 1, 2017

Faktor Pemicu Terjadinya Stres

Faktor Pemicu Terjadinya Stres

Stres sudah menjadi bagian dari hidup manusia, stres bisa diakibatkan oleh berbagai sumber, baik kondisi fisik, psikologis, maupun sosial. Stres juga bisa muncul pada situasi kerja, di rumah, dan lingkungan luar lainnya. Penyebab stres tiap orang berbeda-beda, hal tersebut tergantung pada kemampuan seseorang dalam menilai dan menyikapi suatu masalah. Namun secara garis besar pemicu stres atau faktor presipitasi adalah sama.

Faktor Pemicu Terjadinya Stres


1. Genetika

Menurut para ahli, masa kehamilan mempunyai keterkaitan dengan kemungkinan kerentanan stres pada anak yang dilahirkan. Kondisi yang berkaitan dengan kerentanan stres adalah ibu hamil yang merokok, peminum alkohol, dan penggunaan obat yang dilarang pada masa kehamilan seperti aspirin dan jenis obat antinyeri.

Jadi sejak lahir ada orang yang sudah memiliki resiko tinggi mengalami stress. Ibu hamil yang tidak menjaga kondisi kesehatannya bukan hanya mengakibatkan gangguan kesehatan secara fisik namun bisa juga mengakibatkan gangguan secara mental terhadap bayinya.

2. Case history

Riwayat penyakit di masa lalu bisa mempunyai efek psikologis di masa kini. Ada orang yang pernah mengalami penyakit serius ketika kecil, dan penyakit tersebut membayanginya hingga dewasa. Penyakit tersebut seperti demam tinggi, kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan anggota tubuh, dan patah tulang.

3. Pengalaman hidup

Pengalaman hidup yang pahit bisa memicu stres dikemudian hari, seperti keterlambatan pertumbuhan payudara pada remaja putri sehingga mendapatkan ejekan oleh kelompok bermainnya. Situasi tersebut dapat mempengaruhi rasa percaya diri ketika akan menikah.

4. Tidur

Istirahat adalah kebutuhan utama manusia, istirahat yang cukup memberikan energi untuk melakukan aktivitas. Kurangnya tidur akan mempengaruhi konsentrasi, semangat dan gairah. Gangguan insomnia mempunyai kerentanan terhadap stres yang lebih berat. Orang yang kurang tidur akan cepat stress

5. Diet

Pembatasan makanan yang berlebihan bisa mengakibatkan stress berat. Diet ketat penderita obesitas memiliki risiko kematian yang tinggi, di Amerika 6 dari 10 orang yang melakukan diet ketat mengakibatkan kematian. Hal ini sangat wajar karena orang yang diet pasti tertekan, apalagi jika diet yang dilakukannya tidak berhasil.

6. Postur tubuh

Bagi beberapa orang, postur tubuh bisa memicu timbulnya stres, seperti orang yang ingin menjadi tentara tetapi badannya pendek sehingga membuatnya kecewa dan tidak menerima diri sendiri. Kelainan lainnya adalah bentuk tubuh yang tidak ideal dan cacat bawaan.

7. Penyakit

Penyakit tertentu memicu timbulnya stress, biasanya penyakit yang sulit disembuhkn seperti kanker dan diabetes. Tingkat pengetahuan tentang penyakit yang diderita bisa memperberat timbulnya stres. Koping seseorang dalam menyikapi penyakit tersebut berperan besar untuk memicu terjadinya stres. 

Respon seseorang terhadap stres lebih penting daripada stres itu sendiri. Pada dasarnya setiap orang mendapatkan pemicu stres yang sama, tetapi respon yang berbeda memberikan dampak yang berbeda pula.

Bagaimana orang menyikapi stress tergantung dari kopingnya, apabila mempunyai pertahanan yang bagus stress bisa memicu seseorang menjadi lebih baik, tetapi jika tidak memiliki koping yang baik stress akan sangat membahayakan. Stress bisa berlanjut menjadi depresi, hingga gangguan jiwa berat.

Untuk mendapatkan koping yang baik dalam menghadapi stress bisa dilakukan dengan cara mendekatkan diri kepada tuhan atau rajin beribadah, belajar tentang hal-hal baru, banyak membaca dan menggali informasi serta keterampilan baru. Dengan koping yang baik maka seseorang akan tahan terhadap setress, bukannya ia tidak mengalami stress tetapi dia dapat menangani stress tersebut.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon