Tuesday, October 3, 2017

Apakah Penyakit TBC Bisa Disembuhkan ?

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Di masyarakat tuberculosis dikenal dengan sebutan penyakit TBC atau penyakit flek. Penyakit ini sangat berbahaya, apabila tidak diobati dengan tepat bisa menyebabkan kematian.


Banyak masyarakat yang tidak mengetahui mengenai penyakit ini, sehingga terjadi putus obat, atau pengobatan tidak tuntas. Ini adalah salah satu masalah dalam pengobatan TBC.

Kuman tuberkulosis memiliki sifat aerobic yaitu membutuhkan oksigen untuk kehidupanya. Oleh karena itu penyakit TBC paling sering menyerang organ paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain seperti kulit, selaput otak, tulang belakang (Spondilitis TB), kelenjar getah bening (limfadenitis TB), perut (peritonitis TB), dan tenggorokan (laryngitis TB).

Orang yang menderita penyakit TBC biasanya ditemukan gejala seperti batuk berdahak selama lebih dari 2 minggu, ada yang disertai darah, sesak napas, badan lemas, nyeri daerah dada, demam lebih dari satu bulan, nafsu makan menurun, berat badan menurun, dan berkeringat pada malam hari tanpa kegiatan fisik.

Apakah TBC bisa disembuhkan?


Penyakit TBC dapat disembuhkan, penderita penyakit ini dapat sembuh total dengan mengikuti pengobatan yang benar dan penderita harus patuh terhadap terapi yang diberikan Dokter. Penderita TBC harus meminum obat secara teratur sampai tuntas selama 6-8 bulan. Jenis obat TBC yang diberikan adalah isoniazid, rifampicin, pyrazinamide, ethambutol dan streptomisin.

Kunci kesembuhan TBC sangat tergantung kepada pasien itu sendiri. Kegagalan pengobatan TBC karena pasien tidak teratur meminum obat atau berhenti meminum obat sebelum pengobatan selesai.

Dengan pengobatan yang benar banyak pasien yang sembuh dari TBC. Mengikuti pengobatan yang telah diberikan dokter adalah keharusan buat penderita penyakit ini.

Apabila pengobatan tidak tuntas, ini akan merugikan pasien sendiri karena penyakitnya akan lebih sulit diobati, yang lebih parah lagi jika terjadi resistensi terhadap obat TBC. Oleh karena itu jika ada yang tidak dimengerti oleh pasien harus menanyakan ke dokter atau petugas kesehatan lainnya.
Kepatuhan minum obat jadi kunci kesembuhan TBC
Penderita TBC harus minum obat secara teratur sampai tuntas sesuai dengan pengobatan yang diberikan dokter. Tidak boleh berhenti meminum obat karena sudah merasa sembuh. Biarkan dokter yang memutuskan apakah pasien sudah sembuh atau harus meminum obat lagi.

Jika pengobatan TBC tidak tuntas

Sudah dijelaskan diatas bahwa kepatuhan minum obat menjadi kunci kesembuhan penyakit TBC, oleh karena itu jika pasien patuh minm obat maka pengobatannya akan tuntas, artinya pasien TBC diobati sampai sembuh.

Apabila pengobatan TBC tidak tuntas akan mengakibatkan banyak masalah baru. Penderita TBC yang berhenti meminum obat sebelum pengobatannya selesai beresiko untuk terjadinya resistensi terhadap obat TBC, bila itu terjadi, pasien akan lebih sulit untuk disembuhkan.

Selain itu jika terjadi resistensi obat, kuman TBC yang ditularkan kepada orang lain juga merupakan kuman yang resisten. Jadi orang dengan resistensi obat TBC harus mendapatkan perhatian lebih, agar tidak menularkan kepada orang lain

Pengobatan yang tidak tuntas beresiko penyakitnya menjadi tambah parah, pada akhirnya akan mengancam keselamatannya.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon