Monday, September 11, 2017

Stunting Bisa Membuat Anak Cebol dan Bodoh

stunting membuat anak cebol dan bodoh

Mungkin banyak yang belum mengenal istilah stunting, walaupun sebenarnya stunting banyak terjadi disekitar kita. Stunting merupakan masalah kurang gizi akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama. Dampak yang ditimbulkan dari stunting sangat mengkhawatirkan, selain berdampak pada pertumbuhan fisik, stunting juga dapat mengakibatkan masalah perkembangan kognitif, yaitu kecerdasan otak berkuraang dan anak telat berpikir.

1000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas dan juga masa kritis bagi kehidupan anak berikutnya. Usia anak mulai dari kandungan sampai usia 2 tahun adalah masa pembentukkan dan perkembangan organ. Seperti 8 minggu pertama kehamilan adalah masa untuk pembentukkan organ, apabila ibu tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup maka pembentukaan otot akan terganggu yang dapat menyebabkan anak cebol, sedangkan jika terjadi pada otak maka anak akan mengalami kebodohan.

Oleh karena itu pemenuhan gizi pada masa kehamilan dan pemberian ASI ekslusif sangatlah penting. Jangan sampai anak menjadi stunting, bukan hanya jumlah makanan yang dikonsumsi tetapi lebih pada nilai gizinya. Saya sendiri pernah menemukan seorang anak yang hanya diberikan air gula padahal anak tersebut masih masa perkembangan. Memang beda anak yang mendapatkan cukup nutrisi dengan anak yang tidak mendapatkan asupan gizi. Anak kurang gizi jadi kurang aktif, dan telat berbicara.

Masa emas pertumbuhan anak memang hanya 2 tahun, tetapi memiliki dampak yang luar biasa untuk kehidupan anak berikutnya. Apabila ibu hamil kekurangan nutrisi anak yang dilahirkan akan mengalami gangguan perkembang, baik fisik maupun kognitif. Ketika dewasa anak-anak tersebut juga memiliki resiko tinggi menderita penyakit tidak menular seperti hipertensi, hiperkolesterol dan diabetes.

Tingkat pengetahuan masyarakat akan pentingnya gizi yang seimbang berperan besar terhadap tingginya kasus stunting. Bukan tingkat ekonomi yang membuat orang untuk tidak mengkonsumsi makanan yang bergizi, tetapi kesadaran masyarakat yang kurang. Untuk itu eduksi mengenai pemilihan makanan bergizi sangat diperlukan.

Memang ada masyarakat yang dalam kondisi ekonomi kurang, atau tidak mampu, untuk makan saja sulit, namun itu hanya sebagian kecil. Kebanyakan masyarakat mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi, karena gizi tidak harus mahal. Masih banyak orang yang lebih mementingkan kebutuhan lainnya dibandingkan kebutuhan gizi untuk anak, misalnya lebih baik membeli rokok dari pada membeli susu, telur atau ikan.

Jadi faktor ekonomi bukanlah satu-satunya mengapa banyak terjadi stunting, tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pemenuhan gizi pada anak berperan besar terhadap kejadian stunting. Sebagai contoh masih ada masyarakat yang tidak mengetahui pentingnya ASI ekslusif sampai 6 bulan, banyak bayi yang berumur di bawah 6 bulan sudah mendapatkan makanan selain ASI. Ini adalah bentuk ketidak tahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada balita.

Mari kita lebih peduli terhadap kesehatan anak dengan memperhatikan pemenuhan gizinya.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon