Tuesday, September 26, 2017

Pentingnya Mengatur Jarak Kelahiran Bagi Ibu dan Bayi

Pentingnya Mengatur Jarak Kelahiran Bagi Ibu dan Bayi

Jika seseorang melahirkan dibawah usia 18 tahun, terlalu dekat jarak melahirkan, terlalu sering melhirkan atau terlalu tua melahirkaan yaitu lebih dari usia 35 tahun akan membahayakan kehidupan ibu dan anaknya. Data survey kesehatan Indonesia tahun 2007 menunjukkan bahwa terdapat 228 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah kematian ibu yang cukup tinggi, itulah mengapa mengatur kelahiran menjadi sangat penting.

Dengan mengatur kelahiran diharapkan angka kematian ibu dapat ditekan. Langkah mudah bagi ibu untuk mengatur kelahirannya adalah mengikuti program keluarga berencana atau KB.

Mengikuti program keluarga berencana adalah salah satu cara jitu untuk meningkatkan ketahanan keluarga, kesehatan dan keselamatan ibu, anak serta perempuan. Pelayanan KB memberikan informasi bagaimana cara laki-laki dan perempuan untuk mempunyai momongan, berapa jumlah anak yang baik, berapa sebaiknya mengatur jarak kelahiran, dan kapan harus berhenti mempunyi anak.

Berikut ini adalah point penting yang harus diketahui mengenai pengaturan kelahiran.
  • Hamil usia remaja yaitu sebelum 18 tahun dan hamil usia tua di atas 35 tahun dapat meningkatkan risiko kesehatan ibu dan bayi.
  • Menunda kehamilan berikutnya sampai anak yang terakhir berusia minimal dua tahun dapat menjaga kesehatan ibu dan anaknya.
  • Risiko kesehatan selama kehamilan dan persalinan akan semakin meningkat, jika seorang ibu terlalu sering hamil.
  • Pelayanan KB memberikan pasangan suami istri pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan kapan akan mulai punya anak, berapa jumlah anak yang akan dimiliki, berapa tahun jarak usia antara anak, dan kapan akan berhenti melahirkan. Terdapat banyak pilihan alat kontrasepsi yang aman, efektif dan dapat diterima untuk mencegah kehamilan.
  • Semua wanita dan pria pada usia subur harus mendapatkan informasi dan mendapatkan pelayanan KB. Mereka juga wajib mengetahui manfaat KB bagi kesehatan dan berbagai pilihan yang tersedia.

Walaupun pemerintah sudah mencanangkan program KB, tetapi jutaan perempuan termasuk remaja puteri tidak bisa mengendalikan kehamilan atau pengaturan jarak kelahiran bahkan tidak memiliki akses terhadap metode KB yang efektif.

Baik suami maupun istri memiliki hak yang sama dalam menetapkan berapa jumlah anak dan kapan akan memiliki anak. Dengan pelayanan KB suami istri dapat menentukan pilihan kontrasepsi berdasarkan informasi yang mereka dapatkan, misalnya tentang rencana kehamilan dengan mempertimbangkan keuntungan dan risiko, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan faktor usia serta akses terhadap pelayanan kesehatan.

Secara garis besar meode KB dapat dibedakan menjadi dua, yaitu KB modern dan KB tradisional. Metode KB cara modern adalah sterilisasi, pil, IUD, suntik, susuk KB, kondom, intravagina/diafragma, kontrasepsi darurat dan Metode Amenorea Laktasi (MAL). Sedangkan cara tradisional misalnya pantang berkala dan senggama terputus.

Untuk pemilihan metode KB yang tepat sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan pasangan, dan jangan lupa untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan. Banyaknya metode KB yang ada bisa saja membuat orang binung untuk memilihnya, itulah mengapa harus berkonsultasi dengan petugas kesehatan, tentu saja agar mendapat metode yang tepat.

Pengaturan kelahiran akan membantu semua perempuan usia subur, remaja puteri dan anak untuk dapat tetap hidup sehat dan sejahtera. Mari mengatur kelahiran.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon