Thursday, August 3, 2017

Cara Mencegah Penyakit Hepatitis A

Cara Mencegah Penyakit Hepatitis A

Kegiatan temu blogger antara Kementerian Kesehatan dengan Tapis Blogger dalam rangka memperingati hari Hepatitis Sedunia sangat bermanfaat sekali. Kami para blogger banyak mendapatkan informasi tentang Hepatitis. Sayang sekali kalu informasi dari Kementrian Kesehatan ini tidak disebar luaskan. Informasi ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Berikut ini adalah informasi seputar penyakit Hepatitis A yang pasti sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Hepatitis A adalah Suatu penyakit infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A. Ditularkan melalui makanan atau minuman yang tercemar virus Hepatitis A yang berasal dari tinja penderita. Hepatitis A sering terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar, kebersihan diri rendah, dan sanitasi yang buruk.

Gejala Hepatitis A sangat bervariasi dari ringan sampai berat. Gejala muncul antara 15-50 hari setelah mengkonsumsi makanan yang tercemar virus Hepatitis A. Gejala yang muncul antara lain:
  • Lemas dan lesu
  • Demam
  • Mual, muntah
  • Nyeri perut kanan atas.
  • Mata dan kulit berwarna kuning
  • Tidak nafsu makan
  • Urine berwarna seperti teh
Semakin muda usia penderita, gejala yang muncul umumnya tidak khas atau kadang tidak menimbulkan gejala.

Bagaimana cara mencegah penyakit hepatitis A


1. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang bebas virus Hepatitis A
  • Kebersihan makanan harus selalu dijaga, gunakanlah peralatan masak yang bersih. 
  • Masaklah air minum sampai mendidih, banyak virus dan bakteri akan mati jika berada pada suhu yang sangat tinggi. Dengan merebus sampai mendidih akan membunuh kuman penyakit, termasuk virus hepatitis.

2. Melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  • Cucilah tangan menggunakan sabun dengan air mengalir sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah buang air besar, dan setelah mengganti popok bayi.
  • Penyediaan air bersih, sistem pendistribusian air bersih.
  • Buang air besar di jamban yang memenuhi syarat kesehatan.

3. Memberikan imunisasi Hepatitis A
  • Imunisasi pasif, dilakukan dengan memberikan hepatitis A immuno globulin, diberikan sebagai pencegahan, dapat memberikan perlindungan segera tetapi bersifat sementara. Dapat diberikan segera setelah kontak atau pencegahan sebelum kontak dengan dosis intra muscular, untuk menghasilkan perlindungan maksimal diberikan 2 minggu setelah terpajan.
  • Imunisasi aktif, memberikan efektifitas yang tinggi pada pencegahan Hepatitis A. Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan, merupakan vaksin yang aman dan belum ada laporan tentang efek samping dari vaksin. Diberikan 2 dosis dengan selang 6-12 bulan secara intramuscular di daerah deltoid atau paha lateral. Saat ini vaksin yang tersedia di Indonesia adalah Harvix, Vaqta, dan Avaxim.

Catatan penting

  • Segera kunjungi dokter jika mengalami gejala Hepatitis A. Biarkan dokter yang mendiagnosis penyakitnya, karena gejala semua hepatitis hampir sama. Kita tidak tau apakah kita terserang Hepatitis A, B, C atau D sebelum dilakukan pemeriksaan oleh dokter.
  • Minumlah obat yang diberikan dokter, jangan mengobati diri sendiri, beberapa obat membuat penyakit menjadi parah. Dulu jarang sekali orang yang mengobati sendiri, tetapi tidak di jaman sekarang, mudahnya mendapatkan obat banyak orang yang membeli obat tanpa resep, mereka tidak mengetahui apakah obat tersebut baik buat dirinya atau tidak. Jangan minum obat sembarangan karena bisa membahayakan tubuh.
  • Bila terkena Hepatitis A diperlukan istirahat yang cukup, dan makanlah makanan yang bergizi. Apabila kerja, ambilah cuti sampai benar-benar fit, penyakit lain mungkin masih bisa beraktifitas seperti biasa, namun jika terkena hepatitis istirahat juga merupakan obat.
  • Rawat inap hanya diperlukan bagi penderita dengan gejala berat, sepertu muntah berkali-kali sampai tidak bisa makan. Jika nutrisi tidak diberikan kepada penderita hepatitis tentu saja penyakitnya bisa menjadi parah. Dengan dirawat pasien akan mendapatkan nutrisi yang cukup serta pengobatan yang tepat pula.
  • Hepatitis A bersifat self limiting yaitu sembuh sendiri dan tidak menjadi kronis, serta memberikan kekebalan seumur hidup.

Sumber : 
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Mari berkontribusi Eliminasi Hepatitis di Indonesia dengan share informasi ini.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon