Thursday, August 3, 2017

Kisah Inspirasi Anak Ayam Putih dan Hitam

Kisah Anak Ayam

Berikut ini adalah kisah inspirasi tentang dua anak ayam yang dipelihara oleh seseorang, menjelaskan sesuatu dengan cerita akan lebih mudah dimengerti oleh siapapun, berikut ini cerita selengkapnya.

Pluto orang-orang memanggilnya, badannya tegap dan selalu berpakaian rapih. Orang banyak mengenalnya sebagai seorang yang pandai, bahagia, dan penuh keceriaan. Pluto selalu tampak riang dan tersenyum, tak pernah ia terlihat bersedih. Itu adalah bagaimana orang-orang memandang Pluto.

Kenyataannya Pluto tidak sesempurna itu, pluto hanya menyembunyikan kesedihannya, kebodohannya, dan kemalasannya. Sesungguhnya ia tak lebih baik dari orang yang memandangnya, bahkan ia lebih buruk, lebih malas, lebih bodoh, dan selalu mengeluh.

Dengan berjalannya waktu masalah berdatangan, hingga membuat pluto frustasi. Semakin hari pluto bertambah stres. Ia tak lagi ramah, sopan dan tampak berbahagia. Pluto berpikir untuk pergi dari tempat tersebut, Ia takut orang-orang akan memandangnya dengan berbeda. Bukan lagi anak yang pandai, bahagia, dan penuh keceriaan.

Pluto lalu pergi ke daerah yang lebih banyak orang kaya, pandai, hebat. Ia berencana untuk belajar menjadi seorang yang sebenarnya, ia ingin menjadi orang yang bahagia dan bukan tampak bahagia. Ia pergi untuk mencari apakah sebenarnya yang harus ia lakukan, untuk benar-benar bahagia.

Pluto belajar banyak hal, mulai dari ikut kelas motivasi gratisan sampai pelatihan puluhan juta. Saat mengikuti kelas motivasi dan pelatihan Pluto sangat bersemangat dan merasa senang. Namun setelah pulang Pluto merasakan sesuatu yang lama, ia merasa frustasi. Ia masih dengan sikap malasnya, sedihnya, berpikir negatif, mengeluh, menyalahkan orang lain. Pluto tidak berubah, ia masih frustasi dan bertambah frustasi.

Suatu hari Pluto bertemu orang tua sederhana, merasa nyaman dengan orang tua tersebut akhirnya Pluto menceritakan masalahnya. Setelah Pluto bercerita panjang lebar tentang masalahnya, Pluto meminta solusi kepada orang tua tersebut. Orang tua mengiyakan bahwa ia akan memberikan solusi atas masalah Pluto. Orang tua tersebut kemudian bercerita tentang dua anak ayam.

Kita semua mempunyai sebuah peliharaan dua ekor anak ayam, yaitu ayam putih dan ayam hitam. Siapaun kita, Tuhan telah memberikan dua ekor anak ayam tersebut sejak lahir. Anak ayam ini selalu kelaparan meminta makan. Dua anak ayam itu memiliki tempat tumbuhnya sendiri, selalu berbeda, dan bertentangan. Anak ayam itu selalu mengikuti kita sampai mati, tetapi hanya ada satu ayam yang akan tumbuh besar.

Lalu orang tua bertanya kepada pluto, anak ayam manakah yang akan tumbuh besar? Anak ayam hitam atau anak ayam putih? Pluto sangat bingung menjawab pertanyaan orang tua tersebut. Orang tua berkata,"Ayo.. jawab Pluto!!!" Apakah kamu tidak tahu jawabannya. Pluto menjawab, "Wahai orang tua aku tak tau jawabannya".

Kemudian kakek berkata,"Jawabannya adalah anak ayam yang kau beri makan". Pluto!! Apakah kamu sudah tau jawabannya? Iya orang tua, jawabannya adalah anak ayam yang diberi makan. Pluto lalu bertanya,"Wahai orang tua, saya minta solusi atas masalah saya. Bukan cerita anak ayam".

Kemudian orang tua tersebut meminta Pluto untuk belajar dari cerita anak ayam tersebut. Tahukah kau pluto, siapa kedua anak ayam tersebut.

Ayam putih adalah berpikir positif, bersyukur, bersedekah, keberanian, iman, jujur, tekun, percaya diri. Dan ayam hitam adalah berpikir negatif, mengeluh, takut, kikir, bohong, malas, dan rasa tidak percaya diri.

Hai.. Pluto!!! Apakah kau tau ayam mana yang akan besar, itu adalah anak ayam yang engkau beri makan.

Pluto sadar bahwa selama ini ia memberi makan anak ayam yang salah, hingga hidupnya penuh frustasi. Kini Pluto berhenti memberi makan anak ayam hitam, dia hanya akan memberi makan anak ayam putihnya.

Dari cerita di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita akan tumbuh menjadi orang baik atau orang jahat tergantung pada apa yang kita lakukan. Jika yang kita lakukan adalah kebaikan maka akan tumbuh menjadi orang baik, kalau yang kita lakukan adalah kejahatan tentunya menjadi orang jahat.

Entah itu kebaikan atau kejahatan, kesuksesan atau kegagalan, dan yang akan tumbuh adalah yang diberi makan.

Sahabat.. Semoga kita mendapatkan pelajaran dari cerita ini.

Tolong share cerita yang mengispirasi ini. Terimaksih.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon