Sunday, July 30, 2017

Sayangi Keluarga dan Diri Sendiri Dengan Tidak Merokok

Sayangi Keluarga dan Diri Sendiri Dengan Tidak Merokok

Merokok sudah menjadi kebiasaan di mana-mana. Walaupun pemerintah sudah gencar memberikan bahaya merokok kenyataanya jumlah perokok semakin bertambah. Perokok saat ini bukan hanya orang dewasa saja, anak-anak sudah mulai banyak yang merokok. Berbagai larangan sepertinya tidak mempan, mulai dari kawasan bebas rokok hingga fatwa Majelis Ulama Indonesia yang mengharamkan rokok.

Kita harus lebih usaha keras lagi memberikan kesadaran kepada masyarakat akan bahaya rokok. Diharapakan dimasa mendatang jumlah perokok di Indonesia terus berkurang. Ayo.. kita lebih peduli tentang kesehatan. Rokok tidak hanya membahayakan kesehatan perokok tetapi orang-orang yang disekitarnya juga. Apabila tidak mampu berhenti merokok setidaknya mampu untuk tidak merokok di sekitar orang-orang yang kita cintai.

Berikut ini adalah fakta-fakta rokok dan dampak yang ditimbulkan bagi perokok dan orang-orang disekitarnya.

  • Anak yang menghirup asap rokok meningkatkan risiko menderita bronchitis, pneumonia, asma, infeksi telinga, dan melambatnya pertumbuhan paru.
  • Orang yang menghirup asap rokok tetapi dia tidak merokok (perokok pasif) apabila secara terus menerus terpapar asap rokok meningkatkan risiko terkena kanker paru dan kanker lainnya. 
  • Kandungan rokok sangat berbahaya sekali, ditemukan 4000 zat kimia berbahaya seperti nikotin, tar, dan juga formalin.
  • Biaya rawat inap dan rawat jalan penyakit yang berkaitan dengan tembakau sebesar Rp. 18,55 triliun. 
  • Total kerugian ekonomi setiap tahun akibat konsumsi rokok di Indonesia mencapai Rp. 338,75 triliun. 
  • Berbagai evidence based menyatakan bahwa merokok menyebabkan penyakit kanker (Mulut, Pharinx, Larinx, Oesophagus, Paru, Pankreas, dan kandung kemih).
  • Merokok dapat menyebabkan penyakit sistem pembuluh darah (Jantung Koroner, Aneurisme Aorta, pembuluh darah perifer, Arteriosklerosis, gangguan pembuluh darah otak).
  • Merokok dapat menyebabkan penyakit sistem pernafasan (Bronchitis, Chronis, Emfisema, Paru Obstruktif Kronik, Tuberkulosis Paru, Asma, Radang Paru, dan penyakit saluran nafas lainnya).
  • Wanita perokok mengalami penurunan atau penundaan kemampuan hamil.
  • Laki-laki perokok meningkatkan risiko impotensi sebesar 50%.
  • Seseorang bukan perokok menikah dengan perokok berisiko terkena kanker paru 20-30%.
  • Ibu hamil yang terpapar asap rokok selama kehamilannya berisiko mengalami masalah proses kehamilan, berat bayi lahir rendah, cacat lahir, dan lahir mati.
  • Setiap bulan perokok menghabiskan Rp. 216.000 untuk membeli rokok.
  • 50% dari perokok jangka panjang akan meninggal karena penyakit akibat rokok.
Sumber: Kementrian Kesehatan

Ternyata bahaya rokok sangat mengerikan, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Mari kita menjaga kesahatan dengan berhenti merokok. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum bahaya datang berhenti sekarang juga. Sayangilah diri kita dan orang-orang disekitar kita dengan tidak merokok.

Bantu share ya.. Semoga keluarga kita sehat selalu. Amieen.

Artikel Terkait

Seorang perawat, blogger dan penikmat kopi


EmoticonEmoticon